Bus Kota Pinter Ala Rusia

17 Juli 2012 23:55:37 Dibaca :
Bus Kota Pinter Ala Rusia
Bus kota pinter ini sedang mangkal di taman Musium On di Moskow pada hari Minggu, 15 Juli 2012. . Foto by Syaripudin Zuhri.

Ada-ada saja cara Rusia mencerdaskan bangsanya, dari mulai membebaskan taman dari arena perjudian, seperti yang terjadi Park Culture dan taman-taman lainnya sampai menggratiskan internet di taman-taman, Anda hanya tinggal membawa laptop atau tab, dan internet 24 jam gratis di taman-taman tadi. Bererapa waktu lalu Saya telah menulis tentang buku yang dibuat semurah mungkin, sehingga terjangkau rakyat kecil dan membuat perpustakaan-perpustakaan di setingkat kelurahan, bahkan di Moskow dengan radius kurang dari 5 km terdapat perpustakaan. Kali ini Saya ajak Anda mengenal cara Rusia mencerdaskan bangsanya, salah satu diantaranya adalah dengan Bus, ya... mobil Bus kota  yang selam ini ita kenal sebagai angkuta massal yang mengangkut manusia dalam jumlah besar, paling tidak standar  56 orang full. Nah Bus sejenis angkutan penumpang tadi kemudian "disulap" entah menjadi toko buku berjalan atau menjadi perpustakaan berjalan yang dibuat nyaman, leluasa dan membuat kerasan orang yang berada di dalamnya.

1342567505627418973
Kursi panjang yang dibuat nyaman dibalut dengan warna warni yang menarik agar pembaca atau pengunjung kerasan di dalamnya. Foto by Syaripudin Zuhri.
Bus kota untuk mengangkut penumpang, memang fungsi utamannya, tapi ketika Bus kota dibuat yang menarik dengan gambar di sana sini, telah menjadi gaya tarik sendiri bagi pengunjung, terutama anak-anak dan memang sasarannya anak-anak. Mengapa anak-anak yang dijadikan sasaran dalam mencerdaskan bangsa Rusia? Sudah sama-sama kita ketahui, anak-anak adalah generasi harapan bangsa, yang akan menjadi pemimpin-pemimpin di masa depan, namun yang terjadi dalam skala global anak-anak telah "digempur" habis-habisan dengan berbagai macam games, baik melalui TV maupun melalui internet atau berbagai jenis macam games yang sipatnya visual, sehingga anak-anak di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia dan Rusia terjangkait demam games, sehingga minat baca anak-anak menurun drastis, dan konon minat baca anak Indonesia rendah, jangankan dibandingkan dengan negara-negara maju, dengan negara tentangga Malaysia dan Singapurpun minat baca anak Indonesia rendah!
13425676271917931069
Penjaga dengan ramah menyambut pengunjung dan dengan setia menemani Anda di dalam Bus pinter ini. Foto by Syaripudin Zuhri.
Nah menghadapi gempuran games yang tak mendidik itu, Rusia dalam hal ini Moskow tak tanggung-tanggung berbagai jenis game, yang kalau di Jakarta kita temukan di Ancol, ditutup! Walaupun kalau dilihat penghasilan atau pendapatan dari permainan games tersebut nilainya bukan main-main, nilainya bisa milyaran bahkan trilyunan pertahunnya, tapi hal tersebut bukan halangan untuk menutup berbagai jenis games yang tak mendidik tersebut, terlepas pengelola tersebut yang kabarnya tak taat membayar pajak, tapi itu bukan satu-satunya alasan. Anda tahun dengan games dindong yang meraja lela di kota-kota besar di Indonesia, di Moskow games yang jelas-jelas judi tersebut, dilarang alias ditutup! Anda bisa bayangkan betapa banyak penghasilan dari judi dindong tersebut, tapi Moskow tak peduli, karena dindong dianggap membodohi masyarakat, membodohi rakyat dan membuat rakyat terbuai judi, kalau judi tadi sudah mempengaruhi pola pikir anak-anak, apa jadinya generasi di masa depan itu, bukankah akan menjadi generasi pengkhayal, ingin kaya dengan cara jalan pintas dan uang dihambur-hamburkan.
13425690561411151952
AC dan pintu yang terbuka lebar menjamin kenyamanan adanya sirkulasi udara, sehingga walau panas di luar Bus pintar ini, di dalamnya Anda nyaman. Foto by Syaripudin Zuhri.
Kita kembali ke masalah mencerdaskan bangsa gaya Rusia, jadi Bus kota tadi dilengkapi dengan AC  saat musim panas dan pemanas saat musim dingin, sehingga Bus kota yang memuat buku-buku tadi tetap bergerak di segala musim. Bila Anda masuk ke Bus kota yang satu ini, Anda terasa di dalam rumah, karena di dalamnya didisain seperti ruang baca di ruang tamu, dengan kursi panjang yang warna warni, empuk dan sekali lagi dibuat nyaman. Boleh kita sebut Bus kota pinter ala Rusia, mengapa? Karena di dalam Bus kota yang penuh dengan buku ini Anda dengan leluasa mengajak anak-anak Anda membaca plus musik yang terdengar lembut dan menghantar pembaca terbenam dalam bacaannya, sungguh mengasikan. Jadi jika selam ini terkesan Bus kota yang sumpek, semraut, padat dan berbagai kesan kumuh, di Bus kota yang satu ini, semua kesan tadi terkikis habis. Anda mau mencobanya? Silahkan. Apa yang didapat dari Bus pinter ini? Banyak, diantaranya adalah dengan Bus kota pun pemerintah dapat mencerdaskan bangsanya, jadi Bus kota bisa dijadikan saranan bukan hanya mengangkut penumpang, tapi bisa dijadikan toko buku berjalan atau perpustakaan keliling! Bus kota yang selam ini hanya dijadikan saranan angkutan umum, bisa dialih fungsikan untuk  Rusia membaca!
13425692421992966436
Buku yang tertata rapi dan siapa yang menyangka kalau itu adanya di dalam sebuah Bus kota. Foto by Syaripudin Zuhri.
Nah kalau di Indonesia berarti bus kota ini bisa dijadikan salah satu sarana ikut menunjang program Indonesia membaca! Dengan demikian minat baca bangsa Indonesia pun akan tumbuh lebih besar, bila di kota-kota atau di desa-desa ada beberapa Bus pinter yang keliling menjemput pembaca. Penggalangan Indonesia membaca harus terus ditumbuhkembangkan kalau bangsa Indonesia ingin menjadi bangsa yang besar dan maju, karena tak ada suatu bangsa yang besar tanpa membaca! Yang sering terjadi adalah semakin maju suatu bangsa biasanya rakyatnya adalah "gila" baca! Dan sebaliknya bila suatu bangsa minat bacanya rendah, yang terjadi adalah bangsa tersebut susah sekali untuk maju, ditambah lagi sudah minat bacanya rendah,  buku-bukunya mahal, sehingga tak terjangkau rakyat banyak, ibarat jatuh tertimpa tangga pula!

Syaripudin Zuhri

/virays

TERVERIFIKASI (BIRU)

Saya senang bersahabat dan suka perdamaian. Moto hidup :" Jika kau mati tak meninggalkan apa-apa, maka buat apa kau dilahirkan?"
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?