HIGHLIGHT

Jokowi di Antara Musik yang Digemari & Karakternya

23 September 2012 00:06:26 Dibaca :

Jokowi,pemenang Pilkada DKI Jakarta versi Quick Count sangat menarik kepribadiannya. Mulai banyak diulas di berbagai media tentang kegemaran dan keseharian dari dirinya mulai dari masa kecil hingga sekarang memerintah sebagai Walikota Solo. Seseorang yang sudah menjadi tokoh di masyarakat memang sudah biasa dikupas hal-2 mengenai dirinya dan kehidupannya, umumnya masyarakat akan membicarakannya dengan sudut pandang yang berbeda-beda,tetapi baik-buruk karakter tokoh tersebut pasti ada yang menirunya. Para politikus dan pejabat negara yang menjadi tokoh di lingkungan masyarakatnya dan kemudian korup,pasti juga akan ditiru oleh pengikutnya.....Yang baik juga pasti akan ditiru. Oleh karena itu teladan yang baik dari seseorang yang sudah menjadi tokoh di lingkungan dan masyarakatnya sangat diperlukan.

Kegemaran Jokowi akan musik metal (Rock) ternyata menjadi pembicaraan,apalagi kegemaran tersebut sejak ybs masih remaja SMP. Dari aliran musik yang digemarinya,terlihat sekali kepribadian atau karakter Jokowi yang bebas,lepas apa adanya,kreatif dalam berpikir dan.....tidak mau diatur...! Orang lain menyebut eksentrik,tetapi dirinya menganggap sebagai biasa saja. Tidak mau diatur pun bukan sikap yang negatip,sebab bila di "manage" dengan baik akan menjadi hal yang positip karena membentuk kepribadian dengan prinsip yang sangat kuat (tidak plin-plan).

Hal-hal buruk yang selama ini melekat pada musik metal,seperti narkoba dan seks bebas sebenarnya bukan karena musiknya,tetapi lebih dikarenakan faktor individual dari penggemar atau pemain band "heavy metal" itu sendiri. Tidak usah menjadi penggemar atau pemain band Rock-pun juga banyak yang memakai narkoba dan menjalani kehidupan seks bebas. Para pejabat negara yang selingkuh dan berganti-ganti pasangan tidak kurang banyak di negeri ini. Ulama atau tokoh agama yang berganti-ganti pasangan dengan memutar-balikkan tafsir Kitab Suci juga banyak di Indonesia. Jadi,tidak perlu risau ...!

Tampil apa adanya dan tidak berpura-pura menjadi ciri khas Jokowi selama ini. Beda sekali dengan kebanyakan para pejabat negara dan politikus negeri ini yang penuh dengan kepalsuan dan dibungkus dengan kemunafikan. Kepribadian inilah yang menjadi salah satu ciri khas penggemar musik metal. Suatu kontradiktif bila dibandingkan dengan orang yang menyukai musik Klasik,dimana mereka lebih sulit ditebak dan tertutup...! Penampilan penggemar musik klasik pun tidak apa adanya,selalu dibungkus dengan hal-hal yang indah dan rapi....Jadi,bila mereka berpura-pura pun kita tidak tahu...! Maka jangan heran kalau banyak pejabat negara dan politikus di negara-2 Barat sangat menyukai jenis musik ini,sebab jenis musik ini dapat membentuk karakter kepalsuan yang diperlukan bagi seorang politikus. Entah politikus di negeri kita ini...?

Lahirnya musik Metal di negara Barat juga salah satunya adalah bentuk reformasi (revolusi?) anak-anak muda yang menginginkan kebebasan dan tampil apa adanya,tidak seperti musik-musik yang selama ini dikenal oleh kakek buyut mereka dengan kehidupan yang palsu,penuh pura-pura ..! Musik metal membawa arus kebebasan anak muda hingga dibawa sampai ke kehidupan rohani mereka. Maka jangan heran bila sekarang banyak dijumpai Gereja-gereja dengan peralatan musik seperti sebuah Rock Band dengan panggung atau mimbar seperti panggung pertunjukan musik metal yang diatur dengan "lighting" seperti sebuah diskotik. Mereka menyebutnya sebagai musik dan lagu kontemporer.
Gaya menyanyikan lagu-2 pujian kepada Tuhan pun sambil berjingkrak-jingkrak tak ubahnya sedang menyanyikan lagu metal...! So...?

Mudah-mudahan kegemaran musik Jokowi dan karakternya yang baik bisa menjadi teladan anak-anak muda yang memang membutuhkan perubahan,kebebasan dan tidak pura-pura serta tampil apa adanya...! Tidak seperti tokoh-2 yang sekarang ini ada,penuh kemunafikan dan kepalsuan sehingga membuat perut menjadi mual dan muak melihatnya...!

Bravo Metal....!

Mania Telo

/telomania

@ManiaTelo : Mengamati kondisi sosial,politik & sejarah dari sejak tahun 1991
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?