HIGHLIGHT

Tip Lancar BAB Tiap Pagi

05 Juli 2012 01:27:11 Dibaca :

Penumpukan feces yang terlalu lama dalam usus bisa berakibat gangguan kesehatan macam-macam termasuk kanker usus. Ini kata baca-bacaan di internet dan tanya sana sini.

Pagi hari saat bangun tidur, darah akan kental. Karena itu, jika tak segera minum air putih secukupnya, sistem metabolisme tubuh akan menyerap cairan dari mana saja, termasuk dari usus yang mengadung cairan feces tadi. Akibatnya, darah akan terkontaminasi racun (toksin). Hal inilah yang berpotensi melahirkan masalah kesehatan yang serius dalam jangka waktu yang panjang, termasuk kanker.

Dulu, aku paling susah buang air besar (BAB) rutin tiap pagi. Sering kali BAB cuma satu kali dalam dua atau tiga hari. Ternyata, ini ada hubungannya dengan pola kebiasaanku yang kurang minum air putih di malam dan pagi hari. Feces jadi keras dan sulit untuk dikeluarkan, kadang sampai berdarah-darah.

Belakangan aku bisa rutin BAB nyaris tiap pagi. Lancar jaya. Bangun tidur pertama kali dilakukan adalah minum air putih dua gelas bertangkai besar. Jarak setengah hingga satu jam kemudian minum lagi satu gelas bertangkai besar lagi. Demikian seterusnya sampai kira-kira dua jam setelah bangun tidur. Pada rentang waktu dua jam setelah bangun tidur itu, otomatis feces di perut bergejolak minta dikeluarkan. Setelah bongkar-bongkar di WC pada pagi hari, jedah antara 1/2 sampai 1 jam, perut sudah mengirimkan tanda minta diisi. Saat perut sudah minta diisi inilah saat yang tepat untuk sarapan pagi.

Selanjutnya, pada saat makan siang dan makan malam perbanyak makan sayur dan diikuti makan buah-buahan. Makan malam sebaiknya tidak kurang 3 jam sebelum tidur, jangan makan terlalu malam. Sesudah makan malam hingga menjelang tidur terus minum air putih namun tidak terlalu banyak, frekuensinya per 1/2 jam satu gelas normal.

Esok paginya BAB bablas semua!

Sutomo Paguci

/sutomo-paguci

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Menulis sebagai rekreasi
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?