siti wahyuni
siti wahyuni pelajar/mahasiswa

UIN MALIKI MALANG, PBA

Selanjutnya

Tutup

Ibu dan Anak

Makanan Penentu jenis kelamin bayi, Mitos ataukah Fakta ?

3 Maret 2015   18:12 Diperbarui: 17 Juni 2015   10:13 871 1 0
Makanan Penentu jenis kelamin bayi, Mitos ataukah Fakta ?
1425356929336419670



Taukah anda?? fenomena di desa Nepal, dikatakan lumrah jika pria memiliki istri baru apabila istrinya tidak dapat memberikan anak laki- laki. Sungguh sangat menggelitik dan ironi sekali, sebab keyakinan akan kehamilan yang didominasi pria ini adalah sperma ayah yang menentukan jenis kelamin anak.

Lalu muncul asumsi bahwa makanan bisa mempengaruhi jenis kelamin bayi. Manakah yang benar ? apakah makanan atau sperma ayah yang menentukan jenis kelamin bayi?

Ya, sebagian besar kita tahu bahwa jenis  kelamin bayi itu ditentukan pada waktu pembuahan oleh jenis sperma (Laki- laki atau perempuan) yang membuahi telur. Pada saat kehamilan, 23 kromosom dari sperma dan 23 kromosom dari ovum ibu membentuk 23 pasangan. Kromosom dalam tiap ovum adalah kromosom  X , tetapi sperma bisa jadi memuat kromosom X dan kromosom Y. Ketika ovum X dibuahi oleh sperma pembawa X, zigot yang terbentuk adalah XX, seorang perempuan. Ketika ovum X dibuahi oleh spedrma pembawa Y, igot yang dihasilkan adalah XY, seorang Pria.  (Vainio, Heikkiia, Kispert, Chin & Mc.Mahon, 1999).

Sejauh ini, para ilmuan yang meneliti terkait penentu jenis kelamin adalah sperma seorang ayah. Meski memang faktor lain pun akan mempengaruhi, seperti mitos tentang makanan sebagai penentu jenis kelamin ini pun tidak bisa disalahkan begitu saja. Sebagai contoh, jika ingin punya anak laki-laki harus memperbanyak makanan yang bersifat basa yang dapat menciptakan lingkungan baik untuk kromosom Y seperti Ikan, roti putih, kue kering sup krim, dll. Adapun jika kita ingin memiliki bayi perempuan harus banyak mengkonsumsi makanan yang bersifat asam, seperti buah- buahan, telur, es krim, dll.

Aturan pola makanan ini masih simpang siur untuk pembuktian kebenaraanya, karena itu sebagian ahli gizi menyarankan agar tetap memperhatikan kesehatan bayi. Daripada memaksakan diri untuk diet dengan makanan tertentu yang masih belum diketahui pasti, karena kesehatan bayi itu lebih penting daripada jenis kelaminnya.

Jadi, khususnya kaum wanita harus lebih selektif menangkap mitos- mitos yang tersebar yang belum tentu kebenarannya. Yang terpenting untuk seorang ibu ataupun calon ibu adalah merawat, mendidiknya, memberikan kasih sayang sepenuhnya untuk sang buah hati apapun jenis kelaminnya. Karena di luar sana, banyak kaum Ibu  yang sangat mengharapkan dan mendambakan kehadirannya, karena itu laki- laki ataupun perempuan, mensyukurinya adalah hal yang mesti dilakukan. :)