Ditinggal Nikah Itu....

25 September 2012 02:53:43 Dibaca :

Aku tengah memendam amarah kepada dua sahabat baikku. Mereka yang menghabiskan masa-masa penyelesaian tugas akhir bersama ku, tapi meninggalkan aku sendiri. Untuk yang pertama kalinya, aku tinggal sendiri di rumah sakit waktu badan ini tak lagi mampu berseteru dengan revisi perbaikan tugas akhir. Keduanya aku ditinggal lagi sendiri untuk mengurus birokrasi perpanjangan studi di kampus.

Dan ketiganya, ini ketika aku minggu kemarin berkunjung ke Bogor, aku singgah di pinggiran jalan untuk sarapan. Kemudian handphone ku menerima satu pesan, dari si cantik berjilbab panjang. Isi pesannya, "Aku rencana akhir tahun nikah,op... Hehe"

Aku mengenal si cantik berjilbab panjang, ketika tak seorang pun aku kenal di kampus baru. Sehari, dua hari, sampe tahun berikutnya aku kenal dia. Mulai terbuka untuk mengenal lebih dalam. Dia teman ku yang memotivasi, waktu nilai kuliahku anjlok. Tapi dia juga teman yang paling dulu mengiyakan waktu aku ajak ke puncak untuk sekedar melihat panjangnya kemacetan. Aku telah mengenalnya lebih dari tiga tahun belakangan ini. Dan dia mau menikah??

Kemudian aku beranjak dekat kenal dengan seorang yang lain, si manis berjilbab panjang. Alasan aku jadi lebih dekat mengenalnya hanya karena awalnya kita satu tempat praktik kerja. Dua bulan duduk di ruangan yang sama. Dua bulan makan siang dan solat di musola kecil bersama. Dan dalam dua bulan itu, aku tau siapa laki-laki yang sedang menantinya di penghujung tahun ini. Aku sudah lebih tau kalau si manis ingin menyusul resepsi wisuda ini dengan resepsi pernikahan.

Baiklah baiklah, aku tau kalau sejak lama sahabatku si manis berjilbab panjang akan menikah dalam waktu dekat ini. Tapi untuk kabar si cantik yang berjilbab panjang, ini benar-benar mengejutkan. Kurang dari dua bulan yang lalu, dia sendiri yang bilang belum siap untuk menikah. Ternyata persiapan dia untuk menikah lebih cepat dari apa yang aku bayangkan. Kalau si cantik dan si manis baca tulisan ini, seharusnya mereka yang paling mengerti amarahku memerah berkejar-kejaran dengan rasa terkejutku. Ini tak hilang dalam semalam. Aku masih belum percaya akan datang ke pelaminan, dan yang ku salami si cantik yang berjilbab panjang. Aku masih belum percaya, lagi lagi harus aku sendiri yang mereka tinggal...

Kawan,

Ketahuilah aku tak dapat membendung air mata keharuan malam ini, karena ingat tentang kita yang pernah berbagi rasa bersama. Menikmati film film pendek bersama. Mengerti dan memaknai lirik lirik lagu bersama.  Karena aku terlalu menyayangi, itu sebabnya aku terlalu takut kalian tinggal. Aku berdoa yang terbaik untuk kalian yang pernah ku kenal dengan baik. Jadikan rencana kalian, itu ibadah kalian...

Terakhir, wahai Allah perlancarlah segala hajat kami. Amiiin.

Noviantari Siswatiningsih

/siswatiningsih

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Belajar menulis untuk mengkritisi diri sendiri dan menertawakan keadaan
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?