Survei Jalur Napak Tilas GIKI 2013

26 Mei 2013 04:49:42 Diperbarui: 24 Juni 2015 06:00:47 Dibaca : 160 Komentar : 0 Nilai : 0 Durasi Baca :

Sabtu [25/05] beberapa relawan dari Gereja Injili Karo Indonesia (GIKI) telah melakukan survei sebagai tahap persiapan untuk acara ‘Napak Tilas Penginjilan Pertama Kepada Masyarakat Karo’ yang seyogianya akan dilaksanakan pada Selasa, 25 Juni 2013 yang mengambil start di Kawasan Objek Wisata Rohani Buluh Awar, Kecamatan Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Rombongan melakukan survei diawali dari Simpang Pasar Baru, dimana kita akan disambut oleh sebuah gerbang yang berdiri kokoh dan megah dengan gaya arsitektur Karo. Menyusuri jalan yang licin, berbatu-batu, berkelok-kelok, jurang yang terjal yang didominasi dari sisi kiri jika kita bergerak dari Simpang Pasar Baru menuju Kinangkuh hingga ke Buluh Awar. Namun, semua kengerian dalam perjalanan itu serasa tidak berarti karena disepanjang jala kita akan disuguhi dengan air dan udara yang segar dan sejuk, pemandangan yang indah, dan masyarakat Karo yang ramah dan royal senyum. Sesampainya di Buluh Awar, kami berhenti sejenak dan memerikasa kendaraan, dan kami langsung disambut dengan hangat oleh beberapa warga setempat. Tidak lama kemudian, perjalanan kami lanjutkan menuju Bukum dan direncanakan akan finish di Desa Daulu.

Dari Buluh Awar menuju Bukum, kita akan melewati Selawang, Ketangkuhen juga akan melewati pemandangan-pemandangan yang sangat mengagumkan, namun jalurnya tidak se-ekstrim dari Simpang Pasar Baru hingga ke Buluh Awar, dan sampai di Maertelu kami berhenti sejenak untuk istirahat dan makan siang. Selesai makan siang kami beranjak menuju Desa Bukum yang untuk menuju ke sana kita harus melewati jalan yang curam dan diharapkan finis di Desa ‘Daulu di Kabupaten Karo. Namun, berhubung cuaca yang tidak memungkinkan dan waktu yang sudah beranjak sore, maka survei dihentikan di Bukum. Dan rombongan pun berbalik ke Maertelu dan melanjutkan perjalanan ke Bandar Baru melalui Sikeben untuk selanjutnya kembali ke Medan.

Walau-pun dalam survei kali ini tidak dapat dituntaskan hingga ke Daulu, namun team sepakat akan menuntaskannya pada survi tahap kedua, sekalian melakukan pengamatan dan memasang tanda-tanda penunjuk jalan. Survei ulang ini dirasakan sangan perlu untuk mengantisipasi kemungkinan yang dapat saja terjadi mengingat jalur yang akan dilalui para penapak tilas ini nantinya merupakan jalur yang sangat ekstrim dan rawan longsor.

NB: ‘Napak Tilas Penginjilan Pertama Kepada Masyarakat Karo’ yang dimotori Gereja Injili Karo Indonesia’ akan dilaksanakan pada Selasa, 25 Juni 2013  yang mengambil start di Desa Buluh Awar yang  masuk dalam rangkaian acara Persekutuan Tingkat Sinode (PTS) - GIKI diadakah selama lima hari berturut-turut (25-29/05/2013) di Tanah Karo.. Dan, akan diikuti peserta dari beberapa denominasi gereja dan masyarakat umum. Adapun jalur yang akan dilalui dan mekanismenya, adalah, peserta napak tilas akan diangkut dengan kendaraan dari Simpang Pasar Baru menuju Buluh Awar, dari sinilah start perjalanan dimulai menyusuri jalan melewati Selawang, Ketangkuhen, Bukum, dan finis di ‘Daulu. Mejuah-juah.

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana