PKS itu seperti ‘Jengkol'

05 Juni 2013 11:46:42 Dibaca :

Tak apalah saya pakai judul ini, lebih karena pertimbangan jurnalistik, biar bikin orang penasaran. J.



Saya menulis ini karena terinspirasi perkembangan berita nasional akhir-akhir ini. PKS dengan LHI nya. dan Jengkol dengan harganya yang fantastis. Meski saya jujur sudah lama meninggalkan dunia perjengkolan.  (sempet hobby maksudnya).



Setidaknya ini bukti headline media2 nasional tentang si buah polong-polongan ini.



Kompas.com: Harga jengkol tembus Rp 50.000 per kg, Menteri Perdagangan segera ambil sikap. http://kom.ps/AE7vix



forum.tribunnews.com: Jengkol Rp 50.000, Dahlan: Apa Perlu BUMN Kembangkan Jengkol?




VIVAnews.com: Wow, harga jengkol mencapai Rp65 ribu per kilogram.
Akibat meroketnya harga jengkol, sejumlah pedagang tak berani menjual. Selengkapnya di sini==> http://bit.ly/17VU69D


Tempo Media: Harga jengkol menembus Rp 50 ribu per kilogram selama sepekan terakhir. Sejumlah warung nasi di Cianjur, Jawa Barat memilih tidak menjual menu jengkol daripada tekor http://bit.ly/11iaFnP



PKS memang kalau dipikir-pikir ada kemiripannya.


1. 1. Banyak penggemar ‘fanatis’nya. Hasil survey, pendukung PKS itu paling loyal/setia meski isu miring menerpa partai dakwah ini.


2. 2. Meski dibully/dikerjain/diledek habis-haibisan, dianggap ‘bau’, orang tetep aja rindu dan dicari. Buktinya harganya mahal J. Pun begitu dengan PKS. Meski tersandung kasus suap sapi impor, orang rindu dengan konsistensi ‘rasa’ PKS yang bisa tegas terhadap pemerintah co: menolak BBM naik meski resiko didepak dari koalisi.


3. 3. Tak terbayang jika didunia ini jengkol musnah. Pun sama halnya dengan PKS. Tak terbayang jika partai yang kritis ini musnah/dibubarkan. Kepada siapa lagi kita akan menggantungkan harapan (ndak apa-apa lebay dikit :)?!



Setidaknya ke 3 hal itulah yang ada mirip-miripnya antara PKS dan ‘jengkol’. Dicaci tapi dicari. Karena ‘rasa’ jengkol itu wueeeeenak tenan...!!!! :D

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?