HIGHLIGHT

Dengan Cinta, Aku Antar Engkau Hingga Nafas Terakhirmu (8)

16 Juni 2012 17:44:31 Dibaca :
Dengan Cinta, Aku Antar Engkau Hingga Nafas Terakhirmu (8)

(Yona(anak 1)  dan Dedek Heru (anak ke 4) - Dokumen Pribadi)

cerita sebelumnya, bisa dibaca disini : http://www.kompasiana.com/sesotyo/

Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih ke Ibu AuliaGurdi , atas review artikel saya  di sini..,

Disaat-saat sekarang ini banyak yang berputus asa atas cobaan hidup.., cobalah untuk mengkoneksikan diri kita ke Tuhan.., hanya dengan berdoa ,

Setelah itu ntah bagaimana caranya .., masalah-masalah yang kita hadapi akan bisa terselesaikan.. - Ilmu Ndilalah - ... :)

Semoga tulisan saya bisa menginspirasi dari pembaca sekalian.. :)

=======================================================================

Selama kehamilan anak ke 4 ini, istri saya sangat optimis menyambut kedatangan anak ke 4.. Kontrol ke dokter kandungan teratur, dan saya bisa tenang kembali menjalankan aktivitas kantor yang super sibuk.. Hmm.. suatu saat,ada yang mengirim email ke saya.., meminta untuk trainining private lotus domino..., Jadi selain pekerjaan kantor, untuk menambah penghasilan saya mengajarkan keahlian saya sebagai freelance IT trainer , ataupun mengerjakan project-project pembuatan software di luar kantor.. lotus domino adalah suatu sistem IBM yang digunakan untuk email, kolaborasi,dll.. dan disini memang keahlian saya... Di dalam email tersebut , akhirnya saya berkenalan sebut saja Mbak N... Mbak N, bekerja sebagai sistem analis untuk perusahaan internasional, dan dia ditugaskan untuk melakukan maintenance lotus domino.. Akhirnya saya minta ijin ke istri, Saya : "Mama, ada yang mengirim email ke papa.., dia meminta papa memberikan private training lotus domino.., nah pengennya dia intensif.., jadi 3  hari kerja sepulang kerja.., papa memberikan training di cafe daerah sudirman.. deket tempat kerja papa..dan pasti pulangnya telat.." Istri : "Iya papa sayang, mama dukung.., papa khan kerja cari uang buat keluarga.., papa ga usah kuatir lagi tentang anak-anak.. mama sekarang sudah bisa mengendalikan emosi..." Saya: "Bener ma.., yang minta ini wanita lhoo.., masih single..,apa mama ga cemburu nantinya ? atau takut terjadi apa2.. ? " Istri :"ah.., papa.., kayak mama ga tau aja siapa papa.., mama ga kuatir koq.. sebab mama yakin kl papa ga neko-neko.. :D" Saya: "Ya mama , makasih yaa mama sayang.." (Kalau sebelum-sebelumnya saya benar-benar takut kl ada rekan kerja wanita yang telephone ke saya , misalkan untuk menanyakan kerjaan.. sebab istri pasti langsung curiga tingkat tinggi :D) Akhirnya saya janjian ketemuan, di setiabudi one.., saya bawa anak dan istri untuk sekaligus berkenalan dengan mbak N.. dan setelah deal harga,dll.. akhirnya saya bawa istri dan anak untuk jalan-jalan dan menonton bioskop...:) Beberapa hari kemudian ... saat saya ada di kantor.., hp saya berbunyi..., dari istri saya... Istri : "Pah,pah.. tolong ini.., yu las ga sadar.. pingsan.., ambruk.., ini gimana pah ?" (yulas adalah rewang yang ikut ke orang tua dari sejak saya belum lahir.., karena sudah lama ikut dengan orang tua.. saya juga menganggapnya sebagai orang tua sendiri.., seperti ibu sendiri.. dan karena saya dianggap "anak kesayangan" oleh yulas.., sehingga yulas ikut ke saya dan selama ini saya mengandalkan yulas untuk merawat anak-anak saya..... saat istri sedang kolaps, yulas ini yang melindungi anak-anak dari "serangan" mama-nya ,dan tak jarang juga yulas sering menerima "pukulan" / "serangan" dari istri saya agar anak-anak tidak menjadi korban..) Saya : "Lho kenapa mah.., coba ke tetangga minta tolong..., akhirnya istri ke tetangga dan minta tolong untuk membawa ke RS.." akhirnya istri ke tetangga dan minta tolong..(alhamdullilah selama di lingkungan rumah, tetangga-tetangga sangat baik sehingga banyak yang menolong)... sehingga yulas dibawa ke Rumah sakit dibarengi dengan suaminya.... Saya akhirnya minta ijin pulang cepat, dan sepanjang perjalanan saya coba telephone ke istri... Istri: "Pah, mama bingung.. pusing.. bawaannya pengen emosi pah.. , ini anak-anak gimana..? " Saya: (dalam hati saya tau kondisi istri pasti lagi down.., kepikiran.., wah bahaya ini.. sebab kl istri lagi down pasti ga fokus lagi mengurus anak-anak..) "Mama.., gini.. sekarang mama istirahat dulu.. tidur aja di rumah.. , nanti anak-anak akan papa titipin ke tetangga-tetangga.." "Mama jangan memikirkan apapun.., sekarang mama masuk kamar dan istirahat.., papa akan telephone ke tetangga biar mereka yang bawa anak-anak dulu yaa.." Istri : "Iya papa., cepet pulang yaa.." Saya: "Iya mama , ini lagi di kereta".. Kemudian saya menghubungi ke tetangga, dan meminta tolong untuk membawa anak-anak dulu.. sebab kondisi istri saya lagi bingung.. dan untunglah ibu-ibu tetangga mau membantu.. Saya coba menghubungi ke orang tua..dan orang tua langsung tanggap menuju ke rumah..sebab anak-anak tidak ada yang mengurus.. dan kakak saya juga langsung ke RS untuk melihat keadaan dari yulas.. (Hal ini yang membuat saya bahagia, walau ada cobaan.. tetapi orang-orang di sekitar kita sangat respek dan mau saling membantu dan mendukung, karena tetangga adalah saudara terdekat kita...) Setelah saya sampai di rumah , saya segera bawa anak-anak untuk pulang.. dan mengurus anak-anak... Istri sudah tenang.., dan saya coba memberikan "siraman"/nasehat-nasehat supaya sabar menghadapi cobaan ini.. Orang tua, dan kakak sudah sampai ke rumah.. akhirnya diputuskan biar kakak yang menunggu yulas di RS.., sementara saya dan istri menunggu di rumah untuk konsentrasi ke anak-anak... Dan saya mengantar kakak ke RS.., setelah sampai disana melihat kondisi yulas saya langsung menangis.. Kondisi pakde(suaminya yulas) sepertinya tergesa-gesa ke RS.., tidak bawa sandal, tidak bawa uang.. dan belum makan.. Langsung saya aja pakdhe makan dulu.., sementara kakak menunggu yulas.. Setelah makan , saya baru berbincang dengan dokternya yang sedang visite.. "Stroke".. bisik dokter yang ada disamping saya.. "ini bagaimana dokter, apakah bisa sembuh atau bagaimana ?" , sebab saya hanya tahunya tentang "stroke" adalah sesuatu yang sangat menakutkan.. saya dan dokter terlibat pembicaraan tentang sakitnya yulas..., tentang stroke.., kemungkinan sembuh,dll hmm.. dari dokter masih belum berani memprediksikan.., akan dilihat beberapa hari kedepan.. "Pah, semua biaya pengobatan budhe(yulas) biar kita yang menanggung.., mama sangat menyesal .. dulu sering menyakiti yulas.. dan sekarang mama baru mengerti kalau budhe sayang ke kita...,berapapun biayanya kita yang menanggung ya pah" kata istri saya.. "Iya mama, papa akan mengusahakan backup dana dengan pinjam ke kantor.., besok papa akan mengurus ke kantor.., sekarang kita sholat dulu.. dan menyisipkan doa untuk kesembuhan budhe.." Besoknya saya segera mengurus pinjaman dana ke kantor, dan alhamdullilah dari manager saya sangat membantu menguruskan pinjaman dana.. Kemudian dari beberapa diskusi dengan teman-teman kantor menyarankan untuk memakai alat terapi listrik.. yang biasanya di jual di mall-mall.. 2 Hari setelah budhe masuk RS, saya ajak anak-anak ke RS..saat yona melihat budhenya.. yona menangis melihat budhe.., berulang-ulang yona bilang " Dhe.. cepet sembuh.., yona sayang sama budhe..".., begitu melihat yona.. budhe langsung tersenyum.. trus saya bilang ke budhe.. "Budhe.. , ga usah susah ya.. semua biaya pengobatan budhe ditanggung sama aku.., jadi ga usah dipikirin.. cepet sehat aja ya budhe".. Budhe menangis.., "matur suwun ya dek yo..".. setelah dirawat 3 mingguan.., akhirnya budhe diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah banyak kemajuan.., malamnya saya dengan istri mencari alat terapi listrik ke mall..setelah dapat langsung dipakai oleh budhe.. Beberapa hari kemudian.., saat saya di kantor..hp saya berbunyi.. "oh.. ini dari istri saya.." Saya : "Assalamualaikum mama.." Istri:"Waalaikumsalam papa sayang.." Saya:"wah.., mama manggil papa sayang begitu pasti dech ada maunya.. , hehehe" Istri:"hehehe.. papa tau aja.. , mama ada maunya apa nggak tetap sayang papa koq.. , tapi kebetulan ini mama memang ada mau-nya.. " Saya:"nahh.. bener khan tebakan papa.., iya mama sayang..,  ada apa ?" Istri: "Pah, mama liat budhe pakai alat listrik itu. kayaknya bagus buat oma(ibu istri saya/mertua saya).. rencananya sabtu/minggu ini khan mau ke rumah kita.. mama pengen memberikan hadiah seperti itu ya pah.. nanti malam kita beli ya pah.." Saya:"Iya mama sayang.., ntar habis papa pulang dari kantor akan kesana bareng2 mama., mama siap-siap aja ya.." Istri:"Terimakasih papaku sayang".. Saya:"Iya mama sayang..".. hmm ingatan saya flash back tentang  kejadian yang saya alami sebelumnya.., saat istri sakit.. istri sama sekali tidak memikirkan kondisi orang tua.. nah sekarang ingin menghadiahkan alat terapi buat ibunya.. ah istri sayang.., papa tau kl mama sudah kembali seperti semula, hati mama sangat  baik, dan itu yang selalu jadi kekuatan papa saat menghadapi mama yang sedang sakit.. karena papa mengerti kondisi mama sebenernya.... i love you full sayang.. Sesampai di rumah , dan setelah beres-beres.. saya dan istri berangkat ke mall.. Sampai ke mall, saya bilang ke istri.. "mama.., ntar biar papa yang menawar yaa.. mama diem aja.. pasti papa beliin koq.." "Pah.. nawarnya jangan kebangetan yaa.. ", begitu pesan dari istri saya kalau saya yang bilang saya yang akan menawar barang.. :D Hal yang saya ingat dari kebaikan istri adalah "tidak pernah menawar"..., jadi biasanya kalau belanja di tukang sayur/beli barang-barang di pasar.. istri tidak pernah menawar harga  dari barang yang dibelinya.. "Ah papa.., mama ga tega sama mereka..mereka juga bekerja untuk keluarga.., biarkan mereka mengambil untung yang banyak dari kita.. toh rejeki kita selalu mengalir..dan anggap aja kita beramal buat mereka dan keluarganya.." saat saya tanya kenapa istri saya saat belanja tidak pernah menawar harga.. :) Kemudian kalau ada anak kecil yang jualan gorengan, biasanya istri saya memborongnya.. dan gorengan-gorengan tersebut dibagi ke tetangga.. saat saya tanya ke istri kenapa koq memborong gorengan segitu banyak.. istri menjawab : "Pah, kl ada anak kecil yang berjualan..mereka itu pasti orang-orang yang butuh uang.., nah mama kasihan kalau mereka harus berjalan lebih jauh lagi untuk menawarkan dagangan mereka.. maka-nya mama borong biar mereka cepat pulang ke rumah  dan memberikan uang itu ke keluarganya.." Dan anehnya lagi.. meskipun sering memborong jajanan seperti itu.., keuangan tidak pernah kekurangan.. , dan istri saya tidak pernah mengeluh tentang kondisi keuangan..berapapun gaji yang saya terima  diatur oleh istri dengan sebaik-baiknya.. Dan banyak pelajaran-pelajaran "simple" dan mengena dari istri saya.. dan hal itu yang diajarkan oleh istri saya ke anak-anak.. itulah "hati istri saya yang asli".. :) Akhirnya setelah memboyong alat terapi.., dan oma-opa datang ke rumah.. Saat mereka datang, hati mereka sangat berbahagia.. putri mereka(istri saya) sudah kembali seperti semula.. apalagi ditambah dengan hadiah terapi listrik.. ah, saat itulah saya melihat kebahagiaan dari bapak dan ibu mertua.. Dari pekerjaan saya saat itu lumayan sibuk dan mencari tambahan-tambahan rejeki dengan menjadi freelance trainer yang saya kerjakan setelah pulang kerja, jadi saya sering pulang malam kadang-kadang sampai rumah jam 12 malam.., dan alhamdullilah istri saya tetap mendukung.... :) Kondisi budhe juga mengalami perkembangan yang sangat baik,dan sudah kembali seperti biasa.. :) Bersambung... (Tidak ada manusia yang sempurna, almarhumah istri saya yang menurut orang-orang sholehah, hatinya paling baik ,tidak ada pikiran jelek ke orang-orang.... ternyata diberikan cobaan dengan sakit schizoprenia..yang sangat berlawanan dengan semua perbuatan istri sebelumnya..)

Sesotyo Tri Winady

/sesotyo

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Apa adanya aja dan menjadi super papah ... ^_^
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?