PILIHAN

Yuuk Saatnya Berkawan dengan Bencana, Siapa Takut?

21 Maret 2017 04:29:33 Diperbarui: 21 Maret 2017 04:45:41 Dibaca : 165 Komentar : 0 Nilai : 2 Durasi Baca :
Yuuk Saatnya Berkawan dengan Bencana, Siapa Takut?
1. Banjir Samarinda 2009 Lalu Merendam Apa Saja, Termasuk Kendaraan Yang Kita Miliki

Yakin, Mendung tak berarti hujan?. Namun selalu di penghujung tahun, sekira Oktober hingga Maret, awan hitam tebal yang menjuntai tebal di langit kota Samarinda pasti menandakan musim hujan akan segera tiba. Tak usah ditanya lagi kemana air hujan akan mengalir, bagi kami warga Samarinda, bencana banjir selalu menjadi langganan, dan ini bukan hal baru lagi untuk dirasakan di setiap tahunnya. Dan mendung itu akhirnya jadi hujan, dan membawa banjir di penjuru kota ini.

Dari banyak koleksi bencana banjir tahunan di kota Tepian Samarinda ini. Bencana banjir yang paling besar terjadi pada april 2009 lalu. Hujan lebat yang turun dan disertai angin kencang, merendam ribuan rumah di 5 kelurahan di 2 kecamatan. Hujan lebat yang turun pada 29 april 2009 dini hari lalu, pelak telah meluapkan air sungai karang mumus dan menyebabkan ketinggian banjir pada saat itu mencapai 1.5 meter. Air yang tumpah ruah di jalanan kota ditambah lagi oleh jebolnya bendungan Benanga, yang terletak di Desa Lempake, di wilayah utara Samarinda. Air bendungan telah melewati ambang waspada 42 cm  yakni  mencapai 90 cm, dimana ambang ambang bahaya setinggi 100 cm.

2. Banjir Samarinda 2009 lalu Merendam Banyak Kendaraan Roda Empat I kehidupan_disamarinda.blogspot.com
2. Banjir Samarinda 2009 lalu Merendam Banyak Kendaraan Roda Empat I kehidupan_disamarinda.blogspot.com

Saya yang kebetulan berdomisili di kecamataan Samarinda utara bersama warga yang lain tentu saja merasakan banyak kerugian atas bancana banjir itu. Kurang lebih 8.088 rumah di kawasan kecamatan samarinda utara pada saat itu tercatat terendam banjir. Selama lebih dari 3 hari 3 malam sebagian warga diungsikan di pos-pos yang terletak di daerah yang lebih tinggi, karena air telah setinggi hampir 2 meter. Aktivitas warga tentu terhenti sejenak akibat banjir tersebut. Ya, akhirnya rekor pengalaman ikut menjadi pengungsi, terpecahkan dan tidak akan terlupakan sejak itu.

3. Kondisi Rumah Akibat Rendaman Air I kehidupan_disamarinda.blogspot.com
3. Kondisi Rumah Akibat Rendaman Air I kehidupan_disamarinda.blogspot.com

Tahu gak, suasana gelap pada malam hari membuat kesengsaraan yang juga tidak segera surut bersama banjir pada saat itu, seperti mati gaya saja. Namun mau apalagi, namanya juga bencana, siapa yang mau, coba?. Dari data curah hujan wilayah kota samarinda merilis bahwa re-rata hujan tahunan sebesar 2.021 mm dengan hari hujan tahunan sebanyak 146 hari. Hujan maksimum harian yang pernah terjadi di wilayah ini adalah 147 mm yang tercatat di stasiun Temindung. Hujan harian maksimum ini setara dengan kala ulang 10 tahunan. Artinya kota Samarinda mempunyai rereta yang cukup tinggi. Dan peluang terjadinya banjir memang terbuka setiap saat.

Dan Kerugian Itu?

Semua orang tak ada yang menginginkan bencana banjir kan?. Dan semua bencana pasti menimbulkan hal yang destructive. Dari kegiatan usaha atau apapun juga akan terganggu karena banjir, dan pasti mengakibatkan rusaknya  property yang kita sayangi akibat terjangan banjir dan tanah longsor sebagai efek bencana ikutan lainnya.

4. Rendaman Banjir Di Samarinda I news.detik.com
4. Rendaman Banjir Di Samarinda I news.detik.com

Sebagai pedagang kelontong sembako, bagi saya bencana banjir sangat merugikan, kalau dihitung biasanya saja, saya bisa mendapatkan penjualan Rp 1 juta – 3 juta perhari, dipastikan nihil selama seminggu oleh banjir itu. Belum lagi, ada banyak barang sembako yang hanyut tidak sempat diungsikan larut ikut bersama banjir. Dan tentu barang-barang sembako lain yang ikut terendam tidak bisa dipakai kembali. Belum lagi barang-barang elektronik yang juga ikut rusak televisi, kulkas, Hp yang tidak terurus lagi entah dimana karena factor kemendadakan. Dan tentu yang paling banyak menguras biaya yakni kendaraan mobil dan motor yang terendam air dan terseret banjir hingga masuk ke bibir parit halaman depan rumah. Rendaman air tentu saja harus dilakukan service serius di bengkel yang saat itu mencapai Rp 3 juta.

5. Banjir Tahunan akhir tahun 2016 lalu Yang Lalu Tambah Parah Merendam RSU AWS Syahrani I News.liputan6.com
5. Banjir Tahunan akhir tahun 2016 lalu Yang Lalu Tambah Parah Merendam RSU AWS Syahrani I News.liputan6.com

Ahh, kalau diingat sungguh kesal dan selalu bertanya kenapa bencana itu datang sih. Membutuhkan waktu seminggu untuk merapikan kondisi rumah untuk banjir yang menerjang selama 3 harian itu. Rasa kantuk pada malam hari sembari berjaga-jaga kalau kalau banjir meninggi lagi, dihiasi dengan padamnya listrik pada malam hari menyajikan kota ini seperti kota mati. Tapi lagi-lagi harus bersyukur, karena kerugian materi itu masih masih menyisakan nyawa kami yang tentu lebih berharga dari apapun. Meskipun, harus jujur kerugian materi penting juga untuk menyambung usaha kami selanjutnya.

6. Banjir Juga Menerjang Akses Ke Islamic Center Samarinda, Macet Parah di akhir 2016 I tribunnews.com
6. Banjir Juga Menerjang Akses Ke Islamic Center Samarinda, Macet Parah di akhir 2016 I tribunnews.com

Saat ini, ketika hujan sedang turun berjam-jam, itu artinya tak membuat kami santai di rumah. Di masing masing rumah kami sibuk memindahkan barang-barang rumah ke area yang lebih tinggi. Kami yakin ketika hujan lama, banjir pasti datang. Apalagi wilayah utara samarinda yang saya tempati ini, yang selalu terendam banjir. Dan seperti biasa pula, setelah banjir surut, lumpur kerap berkumpul di lantai, dan perlu tenaga ekstra untuk membersihkannya siang hingga malam.

7. Selain Fasilitas Umum, Bandara Temindung Juga Terendam Banjir Tahunan Ini di Akhir Tahun 2016 I antara.news.com
7. Selain Fasilitas Umum, Bandara Temindung Juga Terendam Banjir Tahunan Ini di Akhir Tahun 2016 I antara.news.com

Di awal tahun 2000-an, memang kerap kali bencana banjir hadir di berbagai kota di Indonesia ya. Dan memang sih bukan hanya di sini saja. Namun, jika ditanya kami sebagai warga samarinda, sepertinya sudah kebal dengan bencana banjir yang datang setiap tahunnya ini. Ketika hujan yang turun minimal 2 jam saja, sudah mempersilahkan banjir menerjang rumah kami. Banjir akan hadir hampir di semua titik kota. Ketinggian bisa mencapai lutut orang dewasa, dan bisa surut 1-2 hari. Bisa dibayangkan, betapa bosannya kami untuk menunggu banjir surut kembali lalu bisa beraktivitas kembali seperti semula pada saat hujan. Dan menuntut kami untuk harus lebih tanggap resiko bencana.

Mitos Artikata Samarinda Dan Samarendah ?

Sebagai masyarakat, wajar saja menggantungkan harapan kepada pemerintah daerah Samarinda untuk menuntaskan masalah banjir ini, meski hingga sampai saat ini belum ada realisasi dalam penanggulangannya. Berbagai program pemda seperti normalisasi sungai, parit, dan juga jumlah petugas kebersihan masih saja nihil hasil.

Sepertinya banjir di kota ini tidak akan pernah terobati jika merujuk alasan teori penyebab banjir yang mengatakan adanya persamaan ukuran sungai Mahakam dengan daratan di tepiannya sama sama rendah. Sampai awal dasawarsa tahun 1950-an setiap air sungai mahakam pasang naik, sebagian jalan-jalan di samarinda selalu terendam air. Terlebih lagi jika sedang pasang besar, ada beberapa jalur jalan yang sama sekalitidak dapat dilintasi kendaraan karena ketinggian air yang merendamnya.

Guna menanggulangi masalah itu, sejak awal 1950-an dilakukan penurapan lalu jalan ditinggikan hingga berkali-kali. Pada tahun 1978 ketinggian total bertambah 2 meter dari permukaan awal sehingga jalan tidak lagi terendam kecuali Mahakam pasang luar biasa. Inilah versi sejarah atau mitor asal muasal kata samarinda yang dulu adalah Sama rendah. Dari fakta itu, kemungkinan penyakit banjir di kota ini akan terus menahun bila Pemda Samarinda tidak ada usaha yang lebih keras lagi dalam menanggulanginya.

Berkawan Saja Dengan Bencana Banjir Ini

Ya sudahlah, berkeluh kesah tentu tidak akan menuai hasil kan ya?. Yang ada malah memberikan rasa kekecewaan saja. Bencana banjir ini tentu harus disikapi dan dikelola terutama mengenai resiko dampak yang ditimbulkannya kepada khusus pribadi masing-masing. Bagi saya, bencana tahunan yang sampai detik ini belum dapat dituntaskan harus dapat memberanikan kita untuk tidak menyerah. Bagi saya berkawan dengan bencana adalah cara yang ampuh menyikapinya dan bukan malah memusuhinya. Siapa takut?

Yuk.. menjaga Kebersihan Lingkungan!

Nah, untuk mengelola semua resiko bencana itu semua, hal yang paling penting adalah kepedulian kita  sebagai warga samarinda terutama diri pribadi dalam menjaga lingkungan sekitar. Terutama membuang sampah pada tempatnya, membershkan drainage yang tersumbat minimal disekitar lingkungan kita bermukim, dan yang pasti saling mengingatkan kepada sesama untuk dapat menjaga kebersihan di lingkungan kita ya. Simpletapi sepertinya berat dilaksanakan ya bagi banyak orang.

8. Ilustrasi Menjaga Lingkungan Sekitar I aryaldora.blogspot.com
8. Ilustrasi Menjaga Lingkungan Sekitar I aryaldora.blogspot.com

Yuk Ber-Asuransi

Asuransi bisa jadi jalan yang arif menyikapi bencana banjir tahunan bagi warga samarinda. Kalau saja, kita alpa menyelamatkan barang-barang yang berharga yang kita miliki. Asuransi bisa memberikan solusi atas kerugian yang diderita ya. Tentu saja kita harus mengelola keuangan kita lebih jeli dalam menyiapkan biaya perbulannya dalam berasuransi.

Zurich Asurance salah satu perusahaan asuransi kini hadir menyapa kita, untuk memudahkan berkawan dengan bencana tadi. Zurich memberikan perlindungan pada kendaraan termasuk kewajiban hukum kepada pihak ketiga atas kematian atau luka luka jasmani dan atau kerusakan property terhadap kerugian dan atau kerusakan secara fisik akibat dari resiko yang ditanggung, seperti kecelakaan, kebakaran, kendaraan terbalik, kerusuhan dan huru-hara, gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami dan banjir.

9. Ilustrasi Perlindungan Mobil Kesayangan I Zuric.co.id
9. Ilustrasi Perlindungan Mobil Kesayangan I Zuric.co.id

Fasilitas tadi terbungkus dalam produk Mobil Z yakni asuransi mobil yang memberikan perlindungan menyeluruh atas kerugian pada mobil kesayangan kita dari bencana dengan tambahan manfaat lainnya. Motor Z juga memberikan perlindungan ganti rugi atas kerusakan motor kesayangan kita atas resiko bencana. Komprehensif & TLO memberikan perlindungan atas kerugian pada mobil yang tidak terduga termasuk total loss karena kecelakaan ataupun pencurian. Info Selanjutnya tentang produk asuransi ini bisa dibuka disini.

Yuk Saling Berbagi Informasi Dan Mengingatkan Bencana Via Aplikasi Z-Alert

Adanya aplikasi yang menginformasikan spot bencana di Smartphone kita pasti sangat membantu. Zurich Asurance mengerti betul tentang hal itu, sehingga perusahaan asuransi itu meluncurkan aplikasi Z-alert. Aplikasi itu akan menggambarkan semua hal yang terjadi terutama bencana dalam spot di sebuah peta wilayah kita. Tentu saja informasi mengenai bencana yang terjadi, didapat dari orang-orang yang kebetulan menyaksikan ataupun menjadi korban dari bencana itu. Melalui media social, radio dan televisi semua kejadian akan selalu tampil update.

10. Peluncuran Z-Alert Dari Asuransi Zuric I Mobitekno.co.id
10. Peluncuran Z-Alert Dari Asuransi Zuric I Mobitekno.co.id

Dari informasi tersebut, tentu akan mengajak kita untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap resiko bencana apapun, paling tidak menjauhi lokasi itu dan mencari alternative jalan lainnya. Atau menyiapkan sesuatunya agar bencana tersebut tidak meluas. Pencegahan memang lebih baik kan?.

Dengan berkawan dengan bencana, seharusnya bencana tidak kitase selalu keluhkan, dengan pengelolaan resiko viaasuransi, semua hal yang akan mengganggu atau mengancam apa yang kita cintai dan miliki bisa kita kurangi. Dengan berkawan dengan bencana, walhasilkita sepertinya benar-benar dapat menerima bencana menjadi sebuah pelajaran dan cobaan yang bisa kita kerjakan dengan baik.


Aal Arby Soekiman

/satria_aal

TERVERIFIKASI

I am a full time father, just a part time blogger
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana