Asyik Gak Asyik yang Penting Mudik

17 Juni 2017 04:27:07 Diperbarui: 17 Juni 2017 04:34:51 Dibaca : 7 Komentar : 0 Nilai : 1 Durasi Baca :
Asyik Gak Asyik yang Penting Mudik
sumber: kompasiana



Siapa yang tidak suka mudik?

Mengapa orang-orang rela bermacet ria, berlelah-lelah, dan melalui banyak perjuangan berat dalam perjalanan mudik?

Tentu saja. Jawabannya jelas.

Karena mudik itu Menyenangkan!

Kapan lagi kita akan menjadi tokoh utama dalam sebuah acara televisi, atau menjadi narasumber yang dicari yang nama dan fotonya terpampang dikoran nasional? Tentu saja, saat kita menjadi salah satu dari orang banyak yang melakukan peristiwa sosial budaya dan religi itu, yaitu mudik.

Sebuah perjalanan mudik akan selalu menyenangkan bagi yang mengalaminya, dan membekas dengan berbagai cerita dibaliknya. Semuanya dijamin berkesan, meskipun tidak semua yang dialami sepenuhnya hal yang baik. Dan saya pun #SiapUntukMudikdengan transportasi roda empat pribadi kami dan akan menemui ibu dan keluarga dikampung halamanku yang sudah lama kurindukan.

Terbayang semua saat menyenangkan dari sebuah perjalanan mudik. Kemacetan yang menjadi hal yang dijamin akan dialami adalah salah satunya. Bersama-sama dengan para pemudik lain menyusuri setiap jengkal jarak yang ditempuh, beratus bahkan beribu kilometer tidak menjadi alasan kami menghindari sebuah peristiwa mudik. Semuanya menjadi bagian perjalanan dan menghidupkan kenangan yang indah setelahnya.

sumber: borneonews
sumber: borneonews

Kelelahan yang melanda, kami atasi dengan istirahat bersama di hotel Pertamina. Gratis dengan semua fasilitas yang tersedia, meski tidak disediakan kamar, tentu saja. Hal ini membuat kita merasakan udara segar dini hari yang meresapi tubuh, dan melanjutkan perjalanan dengan lebih segar dan ceria.

Sebuah fakta bahwa pemudik yang memiliki kendaraan pribadi akan mendapatkan kenyamanan lebih banyak saat perjalanan disaat mudik. Berbeda bila kita memakai transportasi umum. Perjuangan dari mendapatkan tiket baik kereta, pesawat, ataupun bis tidak bisa main-main, bersaing dengan yang lainnya dan menjadi pemudik fanatik---menunggu di terminal, bandara, atau stasiun untuk mendapatkan sebuah tiket. Namun lagi-lagi, semua hal itu terbalaskan ketika kita tiba dan melihat keluarga yang telah menanti.

Dengan slogannya yang baru dari Kemenhub untuk mudik tahun ini yaitu "Mudik Bareng Guyub Rukun" yang dipastikan memiliki harapan tinggi bagi para pemudik melalui perjalanannya dengan selamat. Hal ini membuktikan bahwa tidak hanya infrastruktur yang menjadi prioritas pemerintah untuk menekan angka kematian dan kecelakaan bagi para pemudik, namun juga dalam sektor lainnya pun menjadi perhatiannya. Menjunjung nilai kerukunan dan kebersamaan yang merupakan akar budaya Indonesia menjadi refleksinya kali ini.

logo-5944aeba0dd91b380c1e7743.png
logo-5944aeba0dd91b380c1e7743.png

Usaha pemerintah mengajak pemudik agar lebih memperhatikan keselamatannya harus diacungi jempol. Berbagai kegiatan yang dijalankan dari pemberian mudik gratis sampai bekerja sama dengan para pengguna konten digital agar lebih memaksimalkan kegunaannya membuat budaya mudik ini semakin terjaga akan tujuan mudik sebenarnya, yaitu silaturahmi dengan sanak saudara di kampung halaman, dan bukannya menjadi petaka, juga peristiwa histeris bagi semuanya.

Selamat Idul Fitri bagi teman-teman yang merayakan. Semoga amal ibadah kita di Bulan Ramadhan diterima oleh Allah, ya, dan semoga bulan-bulan berikutnya ibadah kita segiat bulan ini. Aamiin!

Selamat mudik bagi semuanya!


KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana