Mohon tunggu...
Intan Rosmadewi
Intan Rosmadewi Mohon Tunggu... Guru SMP - Pengajar

Pengajar, Kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain ; sesungguhnya adalah kebaikan untuk diri kita sendiri QS. Isra' ( 17 ) : 7

Selanjutnya

Tutup

Politik

Blogger Jadi Anggota Dewan, Mungkinkah?

26 Mei 2017   00:02 Diperbarui: 26 Mei 2017   00:09 469
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Netizen Gathering - Bandung Mei 2017 (pict.dok.pribadi)

Bangsa ini sudah terlampau nyaman dengan kehidupan pribadinya sendiri-sendiri, sehingga tak pernah menyadari bahwa kolonialisme “gaya baru” itu sudah lahir, bahkan jauh sebelum mereka lahir. 

Syahirul Ali Muzer

Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia  (MPR RI) dalam pandangan secara umum rakyat Indonesia memiliki wibawa yang berlimpah dengan beberapa sebab diantaranya karena ia disebut sebagai lembaga tertinggi negara.

Tahun 1978 ketika itu penulis mengenyam pendidikan  Aliyah sederajat dengan SMA mempelajari  tentang  MPR  baik pembahasan tentang  :

  • apa itu lembaga tinggi negara, 
  • apa saja tugas dan wewenangnya,
  • bagaimana cara menjadi anggota MPR / DPR RI
  • dan berbagai hal tentang DPR / MPR RI

menyimak uraian tentang ini rasanya berat tiada tara  telinga seperti tertutup atau memang memndadak tersumbat  kemudian   matapun mengikuti suara yang lamat – lamat saja sehingga lama – kelamaan suara sang guru  menghilang . . . sungguh penulis  dan beberapa teman tertidur bahkan terlelap berjamaah.

Akan tetapi bagaimanapun sering terlelap dalam kelas  tuntutan ulangan harian dan ulangan umum adalah  “menghafalkan”  semua yang telah di terangkan Bapak Mustafa Ghani sebagai salah seorang guru senior kami  di tahun itu,   dan Bapak Guru yang selalu bersemangat menjelaskan tentang pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) kini telah almarhum doa baginya yang tak pernah letih juga tidak pernah  ‘berang’  mengarahkan kami.  Al – Fatihah.

Tidak ada kata tidak,  karena kewajiban mengikuti ulangan harian / umum minimal  membacanya dengan tekun  “menghafal”  pasal demi pasal dan semua ketentuan – ketentuan di dalamnya.   

Betul pada waktu tahun 70-an kami sebatas  “menghafal”  tidak pernah memahaminya sehingga dapat  mencapai angka 7 untuk laporan pendidikan bagi penulis menjadi hal yang cukup surprise karena yakin angka lima adalah layak bagi si  penidur.

Undangan blogger gathering pada  20 Mei 2017  membuka ingatan – ingatan tentang pembelajaran PMP di masa lalu yang sungguh – sungguh  tidak menarik,  penuh dengan pasal – pasal aturan – aturan yang sulit di fahami dan PMP layaknya monster yang selalu datang di hari kamis kemudian kami mengantuk berjamaah namun Pak Guru ketika itu sama sekali tidak pernah marah.

02-struktur-k-592706eb1dafbd6b18c36847.jpg
02-struktur-k-592706eb1dafbd6b18c36847.jpg
Bersama Ka Sekjen MPR RI (pict.dok.sekjen)
Bersama Ka Sekjen MPR RI (pict.dok.sekjen)
Struktur MPR - RI

Bogger Gathering MPR RI di Bandung  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun