Harapan Itu Tertancap di Pundak Kita

29 April 2012 20:15:59 Dibaca :
Harapan Itu Tertancap di Pundak Kita

dalam hidup, manusia pasti berharap. tidak ada manusia yang tidak pernah  berharap. karna sejak lahir pun kita merupakan harapan bagi keluarga, agama, dan bangsa. semasa kecil mungkin kita tidak tau betapa berharapnya keluarga kita terhadap kita. yang kita tau hanya main, main, dan main. merengek minta dibelikan mainan atau jajanan. orang tua kita pun selalu berusaha memenuhi keinginan kita dengan susah payah hanya untuk kita. aku ingin bercerita sedikit tentang obrolan singkat antara aku dengan 2 teman kostanku sekaligus teman sekampusku. oh iya, namaku Rexy Fajrin Ismail. jakarta, 19 juni 1993. sedang menjalani kuliah semester 2 di universitas sultan ageng tirtayasa (untirta) - serang,banten. jurusan ilmu komunikasi 2011. obrolan itu dimulai ketika aku dan kedua teman kostanku yang bernama Kevindra Dwi Nugroho dan Yohan Mahrum Muttaqin sedang tidak ada kerjaan ya, di kostan kami tidak ada tv. setiap malam yang kita lakukan hanya berkumpul dan bercerita bersama. saat itu, kira-kira jam 12 malam aku, kevin, dan yohan sedang bercbicara tentang pengalaman cinta masing-masing. obrolan itu pun berlanjut sampai dinihari dan mulai berganti topik. kali ini yang dibahas adalah keluarga. yohan bercerita bahwa dia berasal dari keluarga sederhana, dia selalu merasa minder karna berasal dari kampung. ya, yohan tinggal di menes - pandeglang. tempat yang masih asri dan sangat indah dengan suasana gunung dan persawahan. yohan selalu bilang bahwa kedua orang tuanya bukanlah orang kaya. dia juga bilang, bahwa dialah harapan dari keluarganya. harapan keluarga untuk mengangkat derajat keluarga yang harus membantu pendidikkan adik-adiknya kelak. yohan merupakan seniorku, dia mahasiswa jurusan pendidikan bahasa Indonesia semester 4. buatku dia adalah orang yang luar biasa dengan segala kesederhanaan yang dimilikinya. buatku dia adalah seorang kakak yang mampu membuatku begitu menghormatinya. berikutnya giliran kevin yang bercerita. kevin bilang bahwa dia hanyalah anak seorang pedagang sea food. kevin hampir tidak ikut kuliah karna pesimis dengan uang yang dimiliki oleh orang tuanya. sampai akhirnya ada seorang teman yang mampu memotivasinya dan membuatnya berusaha untuk tes kuliah dan akhirnya berhasil kuliah. kevin adalah mahasiswa semester 2 jurusan manajemen. sama seperti yohan, kevin adalah sosok yang luar biasa. seorang pejuang dari keluarga, yang mempunyai 2 adik yang mungkin akan jadi tanggung jawabnya kelak untuk menyekolahkannya. satu hal yang membuatku salut sama kevin, dia adalah anak yang taat terhadap agamanya. dia juga peduli dengan agama lain. kevin merupakan seorang umat kristiani, dia sangat taat dalam agamanya. terkadang aku malu sendiri ketika kevin mengingatkanku untuk shalat. kali ini giliranku yang bercerita. sama seperti yohan dan kevin, aku juga berasal dari keluarga sederhana. ibuku hanya seorang pedagang. aku merupakan lelaki satu-satunya dalam keluargaku. ayahku sudah tiada sejak aku masih sd kelas 6. aku pun merupakan harapan dari keluargaku. aku merasa beruntung bertemu dan kenal dengan teman-teman kostan yang luar biasa seperti yohan dan kevin. kita lalui semua bersama-sama, makan bersama dan lapar bersama. mereka mengajariku bagaimana cara memandang hidup, bagaimana cara bersyukur, dan bagaimana cara berjuang dalam hidup ini. kita bangga menjadi harapan dari keluarga kita. kita akan berjuang semampu kita. aku yakin saat ini, bukan hanya aku, yohan, dan kevin yang menjadi harapan dari keluarga. aku yakin, kita semuanya adalah harapan dari keluarga. tulisanku ini akan menjadi saksi bahwa aku, yohan, kevin, dan yang lainnya akan berusaha untuk mewujudkan semua harapan keluarga. aku ingin membaca tulisan ini nanti ketika aku sudah sukses nanti. aku ingin sukses, aku ingin melihat keluarga yohan dan kevin juga sukses. demikianlah sedikit curhat tentang aku dan kehidupanku di perantauan. semoga bermanfaat buat yang membacanya. mari sama-sama kita semua berjuang mengangkat derajat kita. semoga kita semua sukses dunia akhirat, amin.

Rexy Fajrin Ismail Ismail

/rexyfajrinismail.blogspot.com

hanya ingin belajar dan berbagi, sederhana, dan biasa saja. mencoba menaklukan dunia dengan apa yang ku punya, terus bersyukur, dan mari bersama kita jadi manusia yang ikhlas kawan-kawan.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?