Aku, (belum) Sehebat Ibuku

17 November 2011 09:37:44 Dibaca :

Enam hari ini rumahku sangat sepi tanpa kehadiran Ibu. Ibu yang seriap harinya selalu mengomel, entah karena rumah berantakan atau kami anak-anaknya yang kurang rapi dalam sesuatu hal, entah, selalu saja ada hal yang membuat Ibu kurang berkenan. Yap! Itulah ibuku. Selalu “cerewet” namun positif dan sangat berguna bagi kami, membangun diri kami untuk menjadi lebih baik, tangguh dan tegar.


Ibuku sayang sudah enam hari ini pergi ke kampung halamannya di Jawa Timur. Kami tak dapat menolak kepergian Ibu yang memang sementara itu untuk berbakti dan mencari surga yaitu merawat eyang kami, ibu kandung Ibuku yang kina sudah renta dan inilah saatnya untuk Ibu mengabdikan diri untuk eyang di hari tuanya.


Di rumah tanpa Ibu bagaikan soup tanpa garam. Sepi. Sunyi. Hampa. Yang biasanya pagi-pagi sudah mendengar celotehan Ibu, kini rumah nampak sepi. Yang biasanya di tiap pagi Ibu sudah menyiapkan barang dagangan untuk dijual, kini dapur pun kosong. Yang biasanya Ibu selalu memasakkan kami untuk sarapan atau makan siang atau ada saja olahan makanan, kini aku pun harus berkutik dengan dapur dan bumbu-bumbu yang harus menjadi masakan. Membereskan seisi rumah yang biasanya kami selalu berbagi tugas dengan Ibu. Yang setiap malam aku dan adikku bergantian untuk memijit Ibu karena kelelahan mengurus rumah. Hiks! Dan aku yang selalu mecurahkan segala isi hatiku setiap aku pulang ke rumah


Dan aku pun menyadari, aku (belum) sehebat Ibuku. Terkadang aku masih enggan untuk memasak. Terkadang masih mengeluh capek, padahal Ibu melakukan semua rutinitas rumah tangga itu setiap hari. Benar-benar “wanita karir” sejati. Wow! 4 jempol sebagai penghargaan pun tak cukup diberikan kepada Ibu. Ibu yang begitu kuat, tangguh, tegar dan perhatian. Ibu yang tanpa kenal lelah melayani suami dan anak-anaknya yang bandel ini setiap detik dalam setiap harinya. Ibu yang sangat kuat dengan setiap terpaan cobaan yang datang silih berganti. Ibu yang begitu tegar dan tidak pernah sekalipun mengeluarkan tetes air mata di depan anak-anaknya. Benar-benar aku merindukan Ibu. Cepat pulang ya Bu! ^^

Nuzul Mazida Rahma

/razidazul

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Seorang perempuan biasa dengan kehidupan yang luar biasa super.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?