Ratna Wahyuningsih
Ratna Wahyuningsih

SAYA BISA, Berjuang mewujudkan MIMPI, BERSYUKUR, BELAJAR, FOKUS , IKHLAS & SUKSES is MY RIGHT :) \r\n-positive thinker as always-\r\n

Selanjutnya

Tutup

Studi Banding Panja Pramuka DPR,Pemborosan Terencanakah??

15 September 2010   08:17 Diperbarui: 26 Juni 2015   13:14 524 0 2

Tak banyak rakyat yang tahu berapa kiranya dana yang dikucurkan para wakil nya yang saat ini sedang mempersiapkan keberangkatannya untuk melakukan studi banding kePramukaan yang tadinya saya sendiri mengiranya yang akan dikirimkan untuk mengikuti kegiatan studi banding adalah para generasi siswa atau siswi berprestasi dalam kegiatan kepramukaan di sekolah atau universitas di Indonesia, namun saya rupanya salah besar saat saya mengetahui bahwa yang akan diberangkatkan untuk studi banding ‘pramuka’ ini bukanlah anggota pramuka aktif namun anggota DPR yang salah satu anggotanya adalah Vena Melinda.

Rencana studi banding anggota Komisi IV dan X DPR RI ke luar negeri pada bulan September hingga Oktober ini dilakukan ke lima negara sedikitnya akan menelan anggaran hingga Rp 3,7 Miliar. Angka yang tidak bisa dibilang kecil hanya untuk studi banding, yang kurang begitu penting bila dibandingkan dengan program-program lainnya yang lebih langsung menjurus ke rakyat atau anak-anak putus sekolah atau mungkin sekolah-sekolah yang butuh dana lebih untuk meningkatkan kualitas pendidikannya.

Dijadwalkan mulai sore ini, Panja Pramuka Komisi X DPR akan melakukan studi banding ke Jepang, Korea Selatan dan Afrika Selatan. Wakil Ketua Komisi X, Rully Chairul Azwar mengemukakan alasan tentang pemilihan 3 pemilihan negara yang berbeda untuk tujuan studi banding, pemilihan negara itu dilihat dari perkembangan Kepramukaan di masing-masing negara. Menurutnya Jepang dan Korea dipilih mewakili negara yang Pramukanya maju. Sedangkan Afsel dipilih karena kegiatan Pramuka di negara itu tidak berkembang.

Sebenarnya yang melakukan studi banding ke luar negeri tak hanya Panja Pramuka Komisi X DPR, namun juga Anggota Komisi IV DPR yang akan bertandang ke Belanda untuk melakukan studi banding pertanian, namun hal ini masih sangat masuk akal mengingat Belanda dinilai sebagai negara yang sukses di bidang pertanian. Namun bila dibandingkan dengan studi banding kepramukaan yang notabene Negara Indonesia saja sudah dinilai sebagai Negara yang sudah cukup bagus dalam bidang kepramukaannya, apakah hal seperti itu masih perlu dilakukan

Bahkan mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) pun menilai bahwa studi banding kepramukaan tidak perlu dilakukan. "Zaman sekarang sudah canggih, tinggal buka internet, ada itu data semua tentang pramuka," diungkapkan JK hari Senin lalu. Beliau pun juga menambahkan bahwa tidak melarang anggota DPR pergi studi banding ke luar negeri. Tetapi harus dilihat urgensinya. Agar tidak menimbulkan keborosan saja.

Adapun anggota-anggota DPR yang termasuk Kepramukaan adalah :

1. Parlindungan Hutabarat (FPD) 2. Theresia EE Pardede (FPD) 3. Venna Melinda (FPD) 4. Rinto Subekti (FPD) 5. Jefirstson R Riwu Kore. 6. Kahar Muzakir (FPG) 7. Zulfadhli (FPG) 8. Popong Otje Djunjunan (FPG) 9. Hetifah (FPG) 10.Puti Guntur Soekarno (FPDIP) 11.Utut Adianto (FPDIP) 12.Wayan Koster (FPDIP) 13.Sri Rahayu (FPDIP) 14.Akbar Zulfakar (FPKS) 15.Primus Yustisio (FPAN) 16.Reni Marlinawati (FPPP) 17.Hisyam Alie (FPPP) 18.Hanif Dhakiri (FPKB) 19.Noura Dian Hartarony (Fraksi Gerindra) 20.Herry Lontung Siregar (Fraksi Hanura)

Tetapi ya sudahlah, toh rencana sudah mereka susun dengan baik dan rapi adanya ketransparasian atau tidak belum lah jelas, dan sepertinya mereka juga sudah menganggap bahwa melalukan studi banding ke luar negeri jauh lebih penting daripada melakukan survey-survey ke pedalaman atau kampung-kampung pelosok Indonesia untuk mencatat sekolah-sekolah mana yang belum tersentuh fasilitas pendidikan yang layak.

Bahkan salah satu anggota Panja Pramuka Komisi X DPR Venna Melinda yang menggangap bahwa kegiatan ini begitu pentingnya berkomentar :

"Dibandingkan Jepang dan Korea Selatan, Afrika kurang maju. Karena itu kita perlu bandingkan kenapa ada kegagalan dan kesuksesan, jadi kita belajar dari berbagai situasi,"

“Afrika Selatan menjadi salah satu negara yang memiliki pengaruh kuat bagi kemajuan Pramuka dunia. Sebab, Bapak Pandu Dunia Robert Baden Powell untuk pertama kalinya menerapkan dan mengembangkan Pramuka di negara yang baru saja menyelenggarakan Piala Dunia 2010 ini”.

Tak hanya itu, Venna menambahkan lagi dengan gaya bahasa yang tingkat tinggi namun ya begituhlah…toh artinya kurang lebih sama saja.

"Pramuka itu menjadi satu-satunya yang tidak terkontaminasi sistem apartheid, bisa menyatukan keberagaman suku dan agama di sana”. ”studi banding ini bukan sekadar jalan-jalan. "Kita akan bertemu dengan South African Scout Association. Kita memberi masukan dan mendapat input, dari segi policy, activity dan sebagainya.” Apa mau dikata kalo wakil rakyat suka menghamburkan uang rakyat demi suatu kegiatan yang kurang dirasa tepat sasaran , yang ada hanyalah jurang kemiskinan dan kebodohan yang semakin melebar.