Hiburan

Kenikmatan Hidup Sehat

18 Mei 2017   10:06 Diperbarui: 18 Mei 2017   10:28 32 0 0
Kenikmatan Hidup Sehat
Dokumen pribadi

Dari dulu sampai sekarang, sebelum saya beranjak tidur, kebiasaan yang saya lakukan adalah duduk di depan meja belajar, mendengarkan lagu favorit dan mengatur jadwal kegiatan apa saja yang akan dilakukan keesokan harinya. Sedangkan saudara saya yang belajar di pondok lebih-lebih, kata dia, seniornya selalu membangunkan pukul empat dan tahajud bersama. Nah, jangan tanya saya bagaimana. Kalau datang rajinnya ya di kerjakan---berhubung belum punya suami yang mau narik-narik selimut buat sholat bersama, baper!.

Malam itu saya membuat jadwal ketat. Dari pukul sekian ke sekian ngapain saja. Keseharian saya memang agaknya membosankan. Bangun lebih pagi (Sekarang bangunnya kalau tidak jam lima, pasti jam empat, berhubung rempong di belakang.) berangkat bekerja, lepas bekerja bisa langsung ke perpustakaan Daerah. Satu jam disana hanya untuk menikmati fasilitas dengan segala kebaikan yang diberikannya.

Pulang dari perpus bisa sekalian singgah shalat jama’ah di Masjid Al-Ikhtiar. Masjid ini salah satu masjid favorit setelah masjid Al-Akbar, Ar-Raudah, Al-Hakim dan Al-Muttaqin. Ada tempat khusus bagi wanita yang sangat terjaga. Dan bila harus di urutkan posisi ternyamannya maka jadi begini; Al-Hakim, Al-Ikhtiar, Al-Akbar, Ar-Raudah dan Al-Muttaqin. Saya menilai dari penempatan posisi wudhu, toilet dan tempat sholat bagi wanita.

Setelah dari perpus itu, saya bisa melanjutkan bermain bersama Abiyyu sebelum akhirnya tidur siang. Dan sepanjang pukul satu hingga tiga siang, saya diliputi rasa nyaman serta santai sekali. Alhasil dari kesantaian saya tersebut, saya gunakan untuk mengatur atau memamerkan tanaman hias di BBM. (Teman-teman saya kebanyakan berjualan di facebook, sedangkan saya memilih di BBM. Karena setiap aplikasi punya jalurnya masing-masing. Dan BBM adalah tempat saya sedikit-sedikit memposting tanaman hias. Sedangkan facebook digunakan untuk ngobrolin kabar---ngechat, nulis di notes kalau moodnya masuk, buang ‘sampah’ dan lain-lain.)

Dan setibanya shalat Ashar, saya sudah bersiap-siap mengajar. Mengajar saya ini dimulai pukul setengah lima sampai jam delapan malam. Semua tergantung hari dan waktu, karena khusus hari selasa adalah waktu saya mengajari mama-mama Kokoda di Kampung Kokoda klalin. Sekarang saya sudah tidak bisa konsentrasi mengajar di mushalah kompleks rumah, sebab kedua keponakan saya; Dika dan Dani merengek meminta waktu belajarnya dari lepas Magrib hingga Isya. Jadi untuk sementara ini mengajar di Mushalah di pending.

Dan usai jam delapan, waktunya dihabiskan buat bercengkerama bersama keluarga. Menonton. Mengemil gorengan dan atau obrolin apa saja. Termasuk kabar sakitnya sepupu saya yang tidak di tahu, dia masuk rumah sakit sebab penyakit tumor. Hari itu juga dia harus di operasi. Pengangkatan tumor di bagian dadanya terbilang jinak saja, tetapi rasanya tentu tidak mengenakkan. Dan penanganannya hanya dengan cara di operasi. Mengenai tumor payudara itu, saya sangat menyayangkan.

Apa ya penyebab terjadinya tumor payudara, apalagi sampai kanker? Saya sendiri ketakutan. Bagaimana kalau itu terjadi pada saya? Bukannya mengharap, Cuma berandai, untuk mencegahnya mesti konsumsi apa,dong?

Saya teringat obrolan dengan salah satu teman guru, dia mengatakan bahwa pernah merasakan ada sesuatu mengganjal di bagian dadanya. Bahkan ada dua. Rasanya sakit bila di pegang, dan sangat ganjal yang membuatnya tidak nyaman menggunakan bra. Dia jadi panik setengah mati. Segala macam ramuan serta obat-obat herbal ditelan. Segala terapi dilakukan. Untuk mencegah tumor itu semakin besar dan lebih menyakitkan. Hingga akhirnya, dia mengkonsumsi secara rutin rebusan air daun sirsak. Dan hasilnya membuat tumornya hilang. Alhamdulillah.

Saya pernah bertanya padanya (berhubung wanita itu, katanya, paling rentan terkena penyakit, apalagi lepas melahirkan) bagaimana efeknya bila perempuan yang sehat, alias tidak mengidap penyakit tumor meminum rebusan air daun sirsak? Apa jawab dia? Dia hanya bilang bisa membuat tubuh menjadi sehat-bugar, dan tidak terkena penyakit seperti dia.

Karena keseriusan mengenai penyakit mematikan bagi kaum wanita tersebut, saya berinisiatif belajar dari mbah google. Saya kutip sedikit Manfaat Daun Sirsak.

Salah satu khasiat daun sirsak yang paling bagus adalah menghambat dan mematikan perkembangan sel kanker. Manfaat Daun Sirsak sebagai obat herbal yang tidak kalah dengan pengobatan modern, bahkan menurut penlitian pengobatan dengan ramuan herbal daun sirsak ini terbukti 10.000 kali lebih kuat dibanding dengan kemoterapi modern untuk melawan sel kanker dalam tubuh.

Menurut hasil penelitan pula, ternyata daun sirsak sangat bagus untuk dijadikan kemoterapi traidisional untuk melawan kanker, beberapa kanker yang dapat disembuhkan oleh daun sirsak ini adalah kanker payudara, kanker usus, kanker ovarium,liver, paru-paru, prostat, pankreas dan limpa. Selain dapat mengobati kanker daun sirsak juga dapat menyembuhkan beberapa penyakit lain seperti reumatik, hipertensi, diabetes, cacingan, demam, disentri, asma dan gangguan pencernaan lainnya.

Cara Membuat Ramuan Herbal Daun Sirsak

Ambil 10-15 lembar daun sirsak yang masih segar dan berwarna hijau tua lalu cuci hingga bersih

Siapkan 3 gelas air putih bersih

Rebus daun sirsak dengan air tersebut hingga kira-kira air sekitar tinggal 2 gelas saja

Minum sisa air rebusan tersebut 2 kali sehari sebagai ramuan herbal

Wah, Saya tidak tahu kalau pohon sirsak yang tumbuh lebat di belakang rumah punya kekuatan menyembuhkan penyakit mematikan. Hari itu juga saya bereksperimen, mengingat aktifitas saya yang bekerja dan mengajar terkadang membuat badan serasa remuk (Tetapi darisanalah saya belajar untuk memanfaatkan waktu, belajar ikhlas juga). Hasil dari ramuan daun sirsak itu berwarna hijau pekat. Saya telan dengan menutup mata. Rasanya hambar, hwueek serasa ingin muntah.

Dari semua kegiatan yang saya lakukan, jadwal yang direncanakan, tentunya ada yang berjalan tidak sesuai rencana. Tetapi saya bersyukur bisa melakukan sebagiannya. Termasuk merutinkan menulis atau hal lainnya. Mudah-mudahan setiap waktu yang Tuhan berikan berjalan penuh makna. Nikmat sehat yang dirasakan memberikan manfaat entah untuk diri sendiri ataupun orang lain.