Dr. Priscilla Johanna
Dr. Priscilla Johanna

I'm single and very happy :). Full time Doctor Go Dok Indonesia. Ingin baca tulisan saya? Luangkan waktumu dan baca di www.go-dok.com.

Selanjutnya

Tutup

pilihan

Apa sih Bahaya Begadang di Bulan Ramadan?

20 Juni 2017   11:51 Diperbarui: 20 Juni 2017   12:50 76 0 1
Apa sih Bahaya Begadang di Bulan Ramadan?
source: hipwee.com/hiburan

Bahaya Begadang di Bulan Ramadhan – Selama bulan Ramadhan, setiap muslim diharuskan untuk bangun sahur di waktu dini hari. Ketika sebagian memutuskan untuk kambali tidur, sebagian lainnya malah memutuskan untuk terus terjaga. Malahan, tidak sedikit yang memutuskan untuk begadang di malam sebelumnya. Benarkah begitu?  Jika Anda salah satu yang sering begadang di bulan ramadhan ini  sebaiknya simak penjelasan bahaya begadang di bulan ramadhan berikut ini: 

 1. Memicu rasa lapar

Tahukah Anda, bahwa begadang -khususnya di bulan Ramadhan- dapat memicu rasa lapar? Ya, penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan produksi hormon ghrelin yang merupakan hormon peningkat nafsu makan. Karenanya, jangan heran jika sehabis begadang semalaman, perut akan sering terasa keroncongan.

2. Meningkatkan risiko diabetes

Sesuai dengan hasil penelitian yang dipublikasikan oleh Orfeu Buxton dari Boston’s Brigham and Women’s Hospital, kurangnya waktu tidur dapat meningkatkan kadar kortisol dalam tubuh. Inilah yang membuat Anda lebih berisiko terkena diabetes; karena peningkatan kortisol erat kaitannya dengan resistensi tubuh terhadap insulin.

3. Menurunnya imunitas tubuh

Bahaya begadang di bulan Ramadhan yang selanjutnya adalah menurunnya sistem imunitas tubuh. Bagaimana tidak! Ketika begadang, tubuh dipaksa untuk bekerja secara terus menerus. Hasilnya, tubuh akan merasa kelelahan sehingga lebih rentan terhadap infeksi virus dan bakteri pemicu berbagai macam penyakit.

(Baca: 5 Cara Hindari Diabetes yang Harus Anda Coba)

4. Menurunkan fungsi kognitif

Jarang yang mengetahui bahwa menurunnnya waktu tidur dapat turut mempengaruhi fungsi kognitif seseorang. Dampaknya, ia akan kesulitan untuk berkonsentrasi dan tetap waspada.

Jangan anggap remeh! Sebab, jika dibiarkan berlanjut; begadang dapat memicu kecelakaan di tempat kerja bahkan jalan raya. Mengerikan, bukan?

5. Meningkatkan risiko terkena kanker

Selanjutnya, begadang ternyata dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker. Penyebabnya tidak lain karena dengan mengurangi jumlah waktu tidur, produksi hormon melatonin dalam tubuh akan turut menurun. Padahal, hormon inilah yang berfungsi untuk memerangi pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh.

6. Memicu sakit kepala

Sering merasakan sakit di kepala saat berpuasa? Bisa saja penyebabnya adalah waktu serta ritme tidur Anda yang kurang dan tidak teratur.

Ternyata, kurangnya waktu bagi otak untuk beristirahat dapat memicu kerusakan sel-selnya. Inilah yang membuat kepala lebih sering terasa sakit dan berdenyut-denyut. Bagaimana, masih mau begadang?

(Baca: 5 Gaya Hidup Penyebab Sakit Kepala)

7. Menyebabkan depresi

Bahaya begadang di bulan Ramadhan yang terakhir adalah depresi. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, begadang dapat menurunkan jumlah hormon melatonin di dalam tubuh. Ternyata, kondisi ini tidak hanya meningkatkan risiko terkena penyakit kanker, tapi juga berimbas pada keadaan psikologis seseorang.

Jika jumlah hormon melatonin terlampau rendah, seseorang akan menunjukkan gejala depresif, seperti murung, mudah marah, dan cepat tersinggung. Hati-hati! Jika tidak segera ditangani, hal ini dapat menyebabkan stres berkepanjangan, lho!

(Baca: Katakan Tidak Pada Kanker di Hidup Anda!)

Itu tadi beberapa bahaya begadang di bulan Ramadhan. Memang, tidak ada salahnya untuk terjaga semalaman, apalagi jika bertujuan untuk mendekatkan diri dengan Tuhan. Namun, selalu pastikan bahwa Anda menjadwalkan waktu tidur yang cukup di pagi atau siang hari, ya! Semoga bermanfaat!