HIGHLIGHT

Kepada Mas-mas Jablai di Seluruh Dunia

07 Juli 2012 18:41:16 Dibaca :
Kepada Mas-mas Jablai di Seluruh Dunia

Aku nggak terlalu suka memberi nomor HP kepada orang-orang yang nggak penting-penting amat dan aku jarang berurusan dengan orang itu. Alasannya pertamanya, aku sering mendapat SMS forward-an yang menuh-menuhin inbox, atau SMS putus asa yang isinya, “Kalo kamu nggak forward SMS ini, akan…” atau, “Aku mati di sini karena ini dan itu, dan kalo kamu nggak forward SMS ini, aku akan maen dengan kamu…” geje sekali. Dan aku berhipotesis kalo yang ngirim SMS itu orang nggak punya teman yang pengen ngobrol dengan seseorang tapi dengan cara yang salah.

Alasan lainnya dan yang menjadi alasan utama adalah, aku sering dapat telepon menyebalkan dari mas-mas jablai. Nggak tahu gimana caranya, sering ada nomor nggak dikenal yang nelepon-nelepon aku, trus pas diangkat dimatiin, gitu… terus. Dan ketika untuk yang kesekian kalinya, terdengar suara mas-mas yang dibikin sok imut, nyapa, “Hai, boleh ngobrol ga?” Anda gila?! Dan tadi pagi jam 7-an, ada nomor nggak dikenal yang menelepon HP-ku. Aku yang setengah sadar ngangkat tuh telepon.

“Halo,” kata suara di seberang. Suara mas-mas. Aku udah pengen ngelempar HP.

“Siapa ini?!”

“Ini Hartawan, Mbak siapa?” langsung kututup telepon itu. Ciri-ciri mas-mas jablai adalah, menelepon Anda dan malah nanya, ‘Ini siapa?’ Lha kalo nggak tahu itu nomor siapa, ngapain ditelepon? Sungguh tidak ber-IQ.

Aku belum sempat merem waktu teleponku berdering lagi. Dari nomor yang sama.

“APA?!” kataku dengan suara meninggi.

“Mbak kok teleponnya diputus?” tanyanya.

“Saya nggak kenal Anda. Ada perlu apa?!”

“Nggak papa… cuma pengen ngobrol-ngobrol aja,” dan aku mencabut batre HP-ku dengan kesal, lalu melanjutkan tidur.

Aku nggak habis pikir dengan para pelaku penelepon iseng yang sebagian besar *aku nggak pernah nerima telepon gitu dari cewek sih* cowok. Kenapa mereka nelepon-nelepon orang ga dikenal, minta kenalan, dan kalo telepon diputus ngotot nelepon-nelepon terus? Mengganggu sekali. Dan sungguh egois karena tidak memikirkan kesibukan orang yang ditelepon. Jujur, aku sangat benci dengan mereka yang kujuluki mas-mas jablai-pelaku penelepon iseng-dan aku menciptakan stereotip bahwa mereka adalah mas-mas bertampang pas-pasan, nggak punya pekerjaan yang membuat mereka sibuk, nggak punya teman, apalagi cewek, makanya mereka menelepon orang lain, berharap mendapat teman.

Menurutku, kenapa mas-mas jablai ini tidak menggunakan waktu yang mereka punya untuk melakukan pekerjaan yang berguna bagi nusa dan bangsa, atau mencari teman dengan cara yang sopan ?

Precillia Leonita

/precillialeonita

Hanya seorang cewek 17 tahun biasa, yang suka nulis pengalaman-pengalamannya yang biasa dengan 'kacamata' yang nggak biasa, berharap orang lain mendapat sesuatu dari tulisannya yang biasa itu :)
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?