Yudha Pratomo
Yudha Pratomo Mamang Uber

Former journalist | Content Editor | Imperfect person who trapped in imperfect world.

Selanjutnya

Tutup

Tekno highlight headline

Di Indonesia Telegram Diblokir, di Tiongkok Winnie The Pooh yang Diblokir!

19 Juli 2017   14:04 Diperbarui: 19 Juli 2017   17:38 1176 6 2
Di Indonesia Telegram Diblokir, di Tiongkok Winnie The Pooh yang Diblokir!
Ilustrasi. Disney Wiki

Kebijakan pemerintah soal pemblokiran Telegram menuai pro kontra. Netizen terbelah dua ada yang mendukung dengan alasan pemberangusan terorisme ada yang menolak dengan dalih menumpulkan pisau kebebasan berpendapat di Indonesia.

Saya pribadi sih termasuk orang yang biasa-biasa aja jika Telegram diblokir. Wong saya lebih suka pakai Whatsapp kok.

Tapi ada yang unik, jika di Indonesia Telegram diblokir dengan alasan keamanan negara, berbeda dengan di Tiongkok. Di sana malah serial kartun lucu nan imut Winnie The Pooh yang diblokir oleh pemerintahnya!

Kenapa?

Alasannya cukup lucu menurut saya. Yakni karena netizen di Tiongkok membanding-bandingkan karakter lucu ini dengan presiden mereka, Xi Jinping. Topik ini kemudian jadi guyonan massal bagi netizen Tiongkok dan mungkin bapak presiden ini tersinggung kali yah.

Lelucon netizen tiongkok. Weibo.
Lelucon netizen tiongkok. Weibo.

Lelucon netizen Tiongkok. AFP.
Lelucon netizen Tiongkok. AFP.

Jadi lelucon. Empix
Jadi lelucon. Empix
Di Tiongkok, badan serta aturan sensor mereka memang terkenal sangat ketat. Bahkan situs-situs populer seperti Twitter dan Facebook pun sebenarnya diblokir di sana. Tapi netizen mengakalinya dengan menggunakan VPN sehingga tetap dapat diakses.

Pengalaman teman saya pun ketika pergi ke Tiongkok memang demikian. Kala itu dia harus mengirimkan naskah hasil liputan lewat email. Ketika mencoba membuka Gmail tanpa VPN, koneksinya sangat lambat. Bisa dibuka memang, tapi sangat perlahan dan cukup menyita waktu. Kemudian dia coba membuka YahooMail dan hasilnya pun sama saja

Balik lagi ke soal pemblokiran karakter Winnie The Pooh ini. Mungkin pemerintah di sana tidak ingin karakter ini menjadi sebuah eufimisme.

Rezim pemerintahan di Tiongkok memang sangat ketat dan kejam menurut saya. Bahkan terlalu kejam sampai pembredelan terjadi baik di dunia nyata maupun maya.

Yah, beruntunglah Indonesia gak gitu-gitu amat. Telegram diblokir memang karena pihak mereka tidak kooperatif dengan pemerintah. Jadi, syukuri saja lah bisa tinggal di Indonesia. Gak kaya di Tiongkok.


Sekian.