Subhan Riyadi
Subhan Riyadi Pegawai Negeri Sipil

Stop! Rasialisme anti minoritas apa pun harus tak terjadi lagi di Indonesia. Sungguh suatu aib yang memalukan. Dalam lebih setengah abad dan ber-Pancasila, bisa terjadi kebiadaban ini kalau bukan karena hipokrisi pada kekuasaan (Pramoedya Ananta Toer).

Selanjutnya

Tutup

pilihan

Miris! Guna Penuhi Biaya Latihan, Sandra Terpaksa "Mengemis"

12 Mei 2017   19:34 Diperbarui: 19 Mei 2017   06:47 198 0 0
Miris! Guna Penuhi Biaya Latihan, Sandra Terpaksa "Mengemis"
sandra-5917cdfe749373b326c87bec.jpg

 (sumber gambar: http://bola.liputan6.com/)

Kabar miris ini datangnya dari juara atlet angkat berat asal Provinsi Sumatera Barat bernama Sandra Diana Sari. Bisa dikatakan miris, Sandra terpaksa turun ke jalan atau mengemis guna membiayai kebutuhan latihannya sebagai lifter.

Sandra Diana Sari mengharumkan nama negara Indonesia pada laga  kejuaraan angkat berat tingkat Asia awal Mei lalu di Bandung-Jawa Barat, berhasil membawa pulang empat medali emas dari nomor squas, deadlife, benpers serta total angkatan.

Turun ke jalan terpaksa ditempuh lantaran tuntutannya sebagai Juara Asia untuk mendapatkan suntikan dana pembinaan tidak ditanggapi KONI Sumatera Barat. Merasa haknya sebagai atlet angkat besi nasional tidak dipenuhi, Sandra dan kawan-kawan di Family Barbell Club nekat “mengemis” menggalang dana bermodalkan kardus yang bertuliskan “Penggalangan Recehan Untuk Sandra Juara Asia”.   

Aspirasi ini sontak menimbulkan polemik dikarenakan dana yang sudah dijanjikan KONI belum ada kepastian. Dilansir Liputan6.com belum ada tanggapan dari Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat dan Binaraga (PB PABBSI) Provinsi Sumatera Barat.

Kesejahteraan atlet angkat berat seperti Sandra ternyata kurang memadai, bahkan dana yang dijanjikan pengurus masih juga seret jangan sampai disunat, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari memaksa Sandra menggalang dana dipinggir jalan raya. Mau ditaruh dimana muka para pengurus itu. Disisi lain Sandra mengharumkan negara dengan semangat pantang menyerah demi menggondol medali emas, di lain sisi ingkar janji kian beranak-pinak.

Fokus pada acara angkat berat dalam ajang Islamic Solidarity Games di Baku, Azerbaijan pada 12-22 Mei 2017 menjadi alasan pengurus belum menepati janjinya. Harapannya sepulang dari Azerbaijan, Sandra mendapat suntikan dana untuk berlatih demi meningkatkan prestasi baik nasional maupun internasional.

Apakah memang kita harus menutup mata untuk semua yang terjadi, segala kecurangan, segala keingkaran yang selalu menyertai dari semua tahapan perolehan medali yang harus dilalui. Bukankah ini akan menimbulkan penderitaan bagi atlet yang sebenarnya tidak tahu apa-apa dan malah justru mungkin tidak terlibat apapun.

Sebagai penutup, saya mengutip kalimat bijak dari Thomas Jefferson, “Ketika pemerintah takut kepada rakyat maka akan tercipta kebebasan, namun ketika rakyat takut kepada pemerintah maka terciptalah tirani.”

Makassar, 12 Mei 2017