Kedatangan Arshad Manji Bukan Sekadar Diskusi, Konser Mother Monster Bukan Sekadar Materi!

16 Mei 2012 17:03:36 Dibaca :

Indonesia negara yang kaya berbagai kontroversi yang tiada henti-hentinya mengunjungi negeri,yang satu belum hilang yang lainnya sudah menanti.Kontroversi mengenai sebab-sebab jatuhnya Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak,Rabu 9 Mei 2012 mulai sirna seiring diketemukannya Black Box yang hasilnya  paling cepat akan di ketahui oleh masyarkat tahun  depan.Bahkan beberapa hari kedepan tragedi Sukhoi  tersebut akan dilupakan,yang diambil alih oleh kontroversi soal larangan konser"Mother Monster"ladi Gaga yang  konon  akan mengunjungi Indonesia tanggal 3 Juni mendatang.

Meskipun sejak awal para penggemar muslimah asal Kanada mendapat protes keras dari berbagai kalangan komunitas muslim Indonesia,akan tetapi pengarang buku "Allah,Liberty and Love" sempat juga menyerang langsung Islam lewat karyanya itu.Hal  ini  bagi Arshad Manji sudah bisa dianggap berhasil mempertajam konflik sosial dalam masyarakat Indonesia.Ia memang sudah memperkirakan sebelumnya,karena di negeri Belanda saja dalam acara serupa juga dibubarkan oleh komunitas muslim negeri kincir angin itu. Sehingga acara yang didukung oleh Geert Wilders ,ketua PVV akhirnya menemui kegagalan.

Namun demikian di Indonesia Arshad Manji relatif berhasil menyuarakan pola pikirnya yang bertentangan dengan ajaran Islam,sebagaimana juga dilakukan oleh Salman Rusydi,Tom Holland ,Golziher,dan Snouck C. Hurgronye  sebelumnya.Arshad manji sudah pergi,namun kontroversi lainnya muncul lagi dengan sikap tegas Polri yang melarang konser Ladi Gaga yang dijuluki dengan "Mother Monster" tersebut.Larangan itu mendapat dukungan luas dari masyarakat Indonesia,seperti MUI,PKS,PPP,NU,Muhammadiyah, FUI, LBRI ( Lembaga Adat Besar Republik Indonesia)FPI,MI dan juga Wahdah Islamiyah.

Jika mengamati para penentang konser ladi Gaga yang  nama aslinya  Stefani Joanne Angelina Germanotta , seharusnya para penyelenggaranya yang sudah duluan menjual tiket kepada para pemuja"Mother Monster" segera membatalkannya seiring mengembalikan uang para pemuja yang sudah terlanjur membeli tiket  yang harganya relatif mahal itu.

Memang baik pengundang Arshad Manji maupun Ladi Gaga sudah bisa memeprkirakan sebelumnya ,bahwa bangsa Indonesia belum siap menerima badut-badut semacam itu,kecuali sekelompok kecil masyarakat dari komunitas sekuler,hedonis yang amat permisif terhadap hal-hal semacam itu dengan berlindung di balik kebebasan berekspresi,kesenian meskipun menempel pada diri orang yang anti agama itu.

Sebenarnya apa yang dibahas dalam buku karya Arshad Manji,Salman Rusydi,Tom Hollad,Geert Wilders dan moyangnya Golziher dan Snouck Hurgronye itu pada dasarnya relatif sama persepsinya terhadap Islam dan nabi Muhamamad SAW.Hal-hal yang dibahas tersebut sesungguhnya sudah terbantahkan sebelumnya oleh bangsa Eropa juga,seperti George Geraudi,Philip Kahitti,Burice Bucaille dan lainnya.Jadi tidak perlu di tanggapinya secara serius,kecuali hanya untuk melindungi generasi muda agar terhindari dari buku-buku karya orang-orang yang salah persepsinya terhadap Islam.

Dalam konteks inilah,maka apa yang dilakukan Polda Metro Jaya perlu mendapat dukungan dari bangsa Indonesia yang masih menghendaki keturunannya kedepan tidak terkontaminasi oleh anasir-anasir setan yang merupakan musuh nyata bagi umat manusia.Jadi jika Arshad Manji coba memanipulasi ajaran Islam lewat bukunya"Allah,Liberty and Love"maka Ladi gaga coba merusak moral akhlaq bangsa melalui nyanyian dan tarian erotisnya itu.Dan jika yang ini lolos,akan menjadi pintu masuk bagi yang lainnya.Sementara bagi bangsa Indonesia bisa juga mendesak kepolisian  supaya tidak pandang bulu,sehingga hal yang serupa akan segera ditegakkan juga kepada Ladi gaga kecil yang ada di Indonesia sendiri.

Muhammad Nurdin

/nurdinmuhammad

TERVERIFIKASI (HIJAU)

sebagai guru sejarah dan sosiologi di SMA di kota Bandung tentu saja perlu berwawasan luas,karenanya saya selalu suka membaca dan menulis untuk memperluas wawasan yang masih sempit ini.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?