Curcol Aya Sesaat Barca Kalah

25 April 2012 02:36:41 Dibaca :
Curcol Aya Sesaat Barca Kalah

Kkkkuuurrruuuuuyuukkkk…pettookkk..petttokkkkk Dengan berat hati dan berat badan karena overweight aya bangkit dari tempat tidur yang ketebalan kasurnya sudah setipis silet, sejenak mampir dulu ke meja rias, memastikan walaupun bangun tidur tapi aya harus selalu Nampak uhuy, ehmm..masih keren kok. Rasanya seperti habis makan cabe sekilo, menerima kenyataan jika team yang aya unggulkan ahkirnya harus bertekuk lutut dengan si che-che. Dan ahkirnya makin merana saat beberapa kawan dan lawan membombardir aya dengan kata-kata yang setengah mengejek dan setengah menertawakan, karena aya sudah salah pilih team. Ehmm..kok tiba-tiba aya jadi ingat sesuatu ya, saat awal-awal belajar menuangkan imajinasi ke selembar kertas, yahh namanya juga masih belajar pasti jauh dari sempurna, jauh dari teratur , intinya amburadul teu puguh tea. Ada beberapa yang sangat kejam, mengeksekusi aya, dan aya hanya bisa menangis sambil guling-guling, merasa useless ( hwalah sok british ), kenapa, mengapa dan emang kenapa. Tapi dengan muka tembok, aya mah maju terus pantang mundur, tak gentar lah pokoknya, inikan imajinasi aya, hasil dari lamunan aya, di baca syukur enggak juga ya, keterlaluan sekali rasanya..hehe Namun, pada suatu hari, suatu ketika di senja yang memerah ( huyuh bahasanya ), aya menemukan sebuah ruang, yang mana berisi kerendahan hati, kebaikan hati, penerimaan hati, dan kehangatan hati. Dasar aya emang terlahir dengan muka tembok, aya bersikap sok baik dan sok dekat, rajin sekali ikut nimbrung dan ikut-ikutan yang lainnya, di bandingkan mereka mungkin aya ga ada apa-apanya, kemampuan aya berimajinasi hanya seujung upil mereka, namun anehnya mereka menerima aya dengan kedua tangan terentang, seperti seorang ibu yang merangkul anaknya. Rasa minder dan malu dengan keterbatasan aya, perlahan pudar, energy positif yang mereka tebarkan telah membuat aya makin semangat untuk mendalami hobby aya, Berinteraksi sambil membaca, berceloteh sambil belajar, itu yang aya dapatkan dari isi ruangan itu. Filsafah padi sepertinya ada pada mereka, dalam kurun waktu yang hanya beberapa hari, sikap mereka merubah pola pikir aya, bahwa sebenarnya rasa percaya diri itu adalah hal terpenting, terlepas dari kekurangan yang aya miliki, karena pada saat Tuhan menciptakan aya, Tuhan pun memberikan kelebihan pada aya, jadi untuk apa aya minder atau rendah diri, jika pada saat ini aya belum mampu menulis sehebat mereka, asalkan aya mau belajar dan tekun, aya pasti bisa. Dan buktinya, kemarin aya bisa membuat sedikit coretan, awalnya aya ragu-ragu untuk menunjukan pada mereka, tapi hati aya bisik-bisik ke telinga aya, bahwa aya harus berani menunjukan coretan tersebut, dan dengan kekuatan bulan ( jurusnya sailormoon ), aya tunjukan coretan itu. Seperti nungguin bisul pecah rasanya, tegang karena trauma dengan cibiran yang pernah aya terima. Tapi ternyata, pilihan aya tidak salah, masuk kedalam ruangan mereka, walau tulisan aya mungkin tidak berbobot namun mereka tetap memberi apresiasi yang positif, jerih payah aya tidak di anggap NOL. Legggaaaaaa…bisulnya udah pecah, ga sakit lagi..( ga nyambung ah ) Ahkirnya si aya, yang sedikit cantik, sedikit putih, sedikit gendut tapi banyak tertawa ini, makin hobby menulis sambil tertawa. Berpikir positif lebih baik, daripada hanya larut dalam aura negative yang membuat diri terkungkung sehingga potensi diri yang sebenarnya bisa di kembangkan menjadi terhambat. Bravo barca dan bravo aya..

Inem Ga Seksi

/novi25

TERVERIFIKASI (BIRU)

Kita hanyalah dzat yang tak pandai membaca dan melihat
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?