HIGHLIGHT

Syahrini dan Bahasa Tubuh Bubu

12 Mei 2012 14:43:15 Dibaca :

Alamak! Ternyata Bubu gateng juga ya. Pantes aja Syahrini mati-matian ngumpetin Bubu. Kali-kali aja takut yang satu ini diambil orang juga. Maklum, sebelumnya yang udah duda aja masih diambil orang. Ada yang bilang Bubu pacar bayaran dan bukan orang Malaysia.

Secara kebetulan saya melihat liputan media infoteiment, saat Bubu hadir di acara pernikahan Aisyahrani. Sekilas melihat, saya menduga bahwa Bubu benarlah orang Malaysia. Pertama, bisa dilihat dari cara Bubu bersalaman.

Dari yang saya tahu, model bersalaman dengan dua tangan yang dilanjutkan dengan menyentuhkan kedua tangan ke dada, adalah cara bersalaman orang Melayu. Cara bersalaman itu juga dilakoni oleh rang Malaysia, yang notabene bersuku Melayu.

Sedangkan orang Indonesia, biasanya bersalaman dengan satu tangan dan tak dilanjutkan dengan menyentuhkan tangan ke dada. Kemudian dilanjutkan dengan ucapan selama Bubu, kepada Aisyahrani yang baru menikah.

"Untuk Aisyahrani dan Jefri, congratulation for your wedding. Mudah-mudahan kami terus berpanjangan hingge akhir hayat," ujar Bubu yang didampingi Syahrani. Logat itu jelas sekali logat Malaysia. Saya yang sejak kecil melihat tontonan Malaysia dan memiliki saudara yang tinggal disana, bisa memastikan itu logat asli orang Malaysia.

Pasalnya, sepandai-pandainya seorang seniman tak akan mampu merubah dialek. Bahkan Cut Mini yang juga orang Aceh, masih kurang fasih saat memerankan tokoh Melayu sebagai guru di Laskar Pelangi. Apalagi Astrid Tiar yang memerankan gadis Melayu di film Badai di Ujung Negeri.

Jika memang Bubu bukan asli Malaysia, maka ia benar-benar aktor yang hebat. Pasalnya bisa berlakon sedemikian rupa, seperti orang Malaysia. Tapi, dilihat dari body language alias bahasa tubuh Bubu, bisa dilihat hubungan keduanya belum terlalu dekat layaknya sepasang kekasih.

Bisa dilihat dari cara Bubu memandang Syahrini, yang tampak jelas bahwa seakan-akan Bubu mengagumi Syahrini sebagai wanita yang cantik. Tapi wanita cantik itu belum sepenuhnya dimiliki Bubu. Sementara Syahrini, walaupun sentuhannya cukup intim (saat ia membelai wajah Bubu), terlihat itu sentuhan yang dibuat-buat.

Jadi apakah itu pacar bayaran atau bukan, bukan pula urusan saya. Tapi setidaknya lebih seru melihat Bubu dan Syahrini, ketimbang melihat Anang dan Ashanti.(novyana handayani)

Novyana Handayani

/nophie

Dulu sempat menjadi jurnalis. Lima tahun saya rasa cukup, karena ternyata label media cetak hanya perusahaan kapitalis yang mementingkan rekening pribadi dibanding kesejahteraan karyawan serta informasi yang valid, berimbang serta aktual bagi khalayak. Kini, saya hanya seorang penulis tanpa kertas...
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?