HEADLINE

Tiket Promo Kereta Api

18 Mei 2012 09:57:35 Dibaca :
Tiket Promo Kereta Api

Bagi orang-orang dengan ekonomi terbatas tapi suka jalan-jalan seperti saya ini, tentunya langsung mata ijo kalau mendengar ataupun membaca informasi tiket promo atau apapunlah dengan embel-embel PROMO. Seperti dulu pertama kali berkenalan dengan tiket promonya AIRASIA yang benar-benar murah, sehingga saya bisa menjejakkan kaki di Pekan Baru dan Palembang hanya berbekal 200ribu saja untuk tiket pergi dan pulang. Belum lagi tiket-tiket murah ke Medan sehingga memungkinkan saya mudik setiap tahunnya. Memanglah penawaran tiket murah atau tiket promo oleh satu penerbangan itu ada untung ruginya. Apalagi tiket promo itu wajib dipesan jauh-jauh hari sehingga bisa membuat kita RUGI jika pada hari H ternyata kita tidak bisa berangkat. Sebaliknya, bisa juga UNTUNG kalau kita berkesampatan sementara orang lain mungkin membayar harga tiket berlipat untuk penerbangan yang sama :) Begitulah saya mendapat pembelajaran dari Airasia, berburu tiket 5-6 bulan sebelumnya atau kadang bahkan lebih, sehingga hari ini saya agak terheran-heran juga dengan sistem yang diterapkan oleh pihak Kereta Api Indonesia. Sebagai emak-emak ngirit, jelas saya tergiur dengan kata PROMO yang tertera di website resmi PT. KAI. Hanya saja, kok cara membelinya SANGAT BERBEDA dengan membeli tiket promo pesawat terbang ya?! Ada yang sudah pernah mencoba tiket promonya PT. KAI? Ceritanya ketika adik mau mudik ke Medan minggu lalu via Bandung, dan saya menyarankannya untuk naik kereta saja, karena ada tiket promo. Berangkatlah si adik ke Sta.Gambir untuk menanyakan perihal tiket promo ini, dan jawabannya TIDAK ADA! Pada ingat 'kan kalau saya ini tipe orang yang mudah penasaran, sehingga gak tanggung-tanggung demi memenuhi rasa penasaran itu tadi, saya coba menelpon nomor 021-21391121. "Selamat sore, Pak! Saya mau menanyakan perihal tiket promo seperti yang ada di website PT.KAI dong." "ya bagaimana bu?" "Ya, bagaimana cara mendapatkan tiket promo yang seharga Rp 20.000,- tujuan Bandung itu ya pak?" "Langsung datang aja ke stasiun tujuan, bu. Tapi memang belum tentu dapat." "Maksudnya bagaimana ya pak? Kok saya belum paham juga nih." "Ya sifatnya untung-untungan, bu. Kalau masih ada ya dijual, kalau tidak ya ibu beli yang regular." "Oh begitu. Lalu bagaimana caranya saya tahu quota tiket promo masih tersedia atau tidak?" "Makanya ibu tanyakan saja dulu." "Maaf niy pak, kenapa tiket promo itu tidak dijual saja jauh-jauh hari sebelumnya sehingga kami bisa mengatur perjalanan kami dengan tiket promo yang murah itu, yah mirip-mirip seperti Airasia jualan tiket promo itu lho pak. Kalau cara jualannya seperti itu, apa laku ya pak?" "Tiket promo ini ada tujuannya kan agar lebih banyak orang yang tertarik menggunakan jasa kereta api, bu, jadi yaaa laku dong." "lah tapi caranya kok aneh? Kenapa harus datang dan ditanyakan dulu? Bukankah sebaiknya dibuat informasi yang jelas, misalnya di periode tertentu silahkan membeli tiket promo untuk keberangkatan periode tertentu pula. Praktis toh pak? Jadi kami pun tak usah membuang waktu untuk sekedar menanyakan saja ke Gambir." "Begitu prosedurnya bu. Jadi silahkan saja ke stasiun tujuan." Serta merta saya menyudahi pembicaraan yang tak ada kejelasannya ini. Di benak saya secara otomatis muncul gelembung dialog kira-kira seperti ini; "oleh management memang disediakan misalnya 100tiket promo, tetapi dengan cara penjualan tanpa periode dan tak ada kejelasan seperti tadi, bisa saja tiket promo itu dijual seharga tiket reguler toh? Lumayan, selisihnya sampai Rp 60.000,- x 100 tiket, jadi berapa tuh? hehehehe ... " *ini prasangka buruk, monggo diabaikan saja* Kalau ada di antara teman Kompasianer yang punya informasi akurat tentang tiket promo ini, sudilah kiranya berbagi, agar gelembung dialog di benak saya itu bisa berubah text nya :D

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?