Bukber (Itu) Menembus Batas

10 Agustus 2012 04:36:41 Dibaca :
Bukber (Itu) Menembus Batas

Sedikit berbagi cerita tentang Buka (secara) Bersama bersama sobat-sobat di kantor yang syarat makna dan keceriaan dan terimakasih kepada Om Refdi atas photo-photonya sehingga cerita ini muncul. Jum’at, 3 Agustus 2012 atau bertepatan dengan 15/14 Romadhon, kami (+/-) ber-dua puluh delapan orang, semuanya teman/sohib kantor mengadakan acara Berbuka secara Bersama. Acara yang diadakan di salah satu (dalam) sudut gedung di kantor kami (daerah industry cikarang jababeka) itu, berlangsung  dengan ceria dan penuh makna.  Menu yang ada adalah Padang dan non Padang seperti tampak pada gambar dibawah…:) Kami mempunyai sebutan tersendiri untuk para yang Berbuka hari itu. Kami menyebut diri adalah para KALAPERS. Nama yang terdengar aneh di telinga. Nama itu dibuat tentunya bukan tanpa alasan. Karena memang kami orang-orang yang “KALAP” (red:nggak mikir) untuk masalah makan. Bisa dimengerti karena memang anggota kami mayoritas adalah para PEJANTAN TANGGUH. Walaupun perut kami ada yang kecil tapi untuk urusan makan, perut kami akan berkembang dengan sendirinya…:) (Nampak seorang anggota KALAPERS yang sedang mengambil minuman cendol di samping makanan yang sudah ludes) Tentunya itu hanya sebutan kata saja. Diluar itu, kalapers adalah sosok orang yang memiliki rasa silaturahim yang tinggi. Keanggotaan kami melewati batas waktu, tua muda tidak ada bedanya. Manager atau staf tidak dibedakan. Kebersamaan ini yang kental terlihat dalam acara Bukber sore itu. Bahkan, kami juga masih menjalin silaturahim dengan anggota lintas kantor lain (red:sang mantan...:)). Semua status yang ada dibuang. Bersatu menjadi (orang yang) KALAP-ERS…:)) Kebanyakan dari kami adalah para staf lama (lebih dari 10 tahun bekerja/jadul-ers), sehingga ketika ada anggota baru yang muncul langsung disendirikan untuk diphoto  secara tersendiri termasuk saya…:) Photo para Jadul-ers…:) Para newbie bersama Sang Mantan.. :)) Acara bertambah khusyuk dan penuh makna, ketika kami memulai acara dengan memanjatkan doa secara bersama-sama (red:pembacaan tahlil) yang ditunjukkan kepada salah satu teman yang telah mendahului kami. Doa ditunjukkan kepada teman dan sahabat kami Alm Bapak Agus Solihin yang meninggal pada malam Jumat atau Kamis malam tanggal 2 Agustus 2012. Semoga Alloh senantiasa memberikan ampunan, menerima amal baiknya dan dimudahkan urusannya di dalam kubur. Aamiin. Demikian seterusnya hingga waktu menunjukkan hampir pukul setengah tujuh, kami sholat maghrib berjamaah dan dilanjutkan dengan foto bersama dan diakhiri dengan bersalaman. Kami berharap dan berdoa kepada Alloh agar hal ini dapat terulang untuk tahun-tahun berikutnya. Aamiin. Tulisan diatas hanyalah sekelumit cerita dari begitu banyaknya cerita tentang Bukber yang sering kita lakukan. Buka (secara) bersama memang menakjubkan. Acara bukber bisa melewati batas social yang ada, yang bisa ber-efek kepada dinamisasi kerja dan hubungan yang mantap dan hangat (red:dalam lingkungan kerja). Hubungan yang kaku dan formal akan lumer ketika bertemu dalam suasana yang santai dan perut kenyang tentunya. Bahkan, ide-ide cemerlang atau kesepakatan bisa  tercipta melalui Buka Bersama (red:makan bersama). Masih hangat dalam ingatan bagaimana Jokowi (walikota solo) mampu memindahkan PKL tanpa adanya keributan di awali dengan makan bersama.. :) Jadi, hilangkan tradisi untuk menyendiri dalam sunyi lalu makan sendiri. Berbagi untuk sebuah arti akan lebih tinggi dihadapan Illahi Robbi. sumber

Kang Nasrul

/nasrulln

Berusaha untuk bisa melihat, membaca dan mengamalkan.http://akhnasrul.blogspot.com/
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?