Muhammad Arief Rosyid Hasan
www.kompasiana.com/muhammad_ers

Aku adalah aku. Banyak kurang, sedikit lebihnya. Masih belajar menyempurna. Yakin Usaha Sampai
Kompasianer sejak:
9 March 2010
Tulisan : 24 artikel
Komentar : 12 tanggapan
Rubrikasi
Arsip Tulisan s
Terbaru

Cermin

Membunuh Aku!

Setiap kali energi habis untuk memikirkan banyak hal, seketika itu pula candu untuk menyelami setiap potensi menggeliat. Berbagi harapan, cita, juga jalan hidup menjadi sangat ...

FIKSI | 12 June 2012 16:38

120   2   dibaca Nihil

Cermin

Memilih Masa Depan

Riuh suasana membekas, menyisakan gejolak yang kupikir tak akan pernah padam. Sejak ber-HMI, saya mengenal suara ramai anak dengan karakter yang beragam. Tentu pendidikan keluarganya ...

FIKSI | 12 June 2012 15:33

135   2   dibaca Nihil

Cermin

Menjemput Niat

Jika tak ada yang kebetulan, sungguh kesempurnaan itu benar milik-Nya. Perlahan niat tumbuh dari berinteraksi sekedarnya. Tentang masa lalu, sekarang, dan tentang masa depan. Takzim, ...

FIKSI | 17 May 2012 16:07

78   2   dibaca Nihil

Bahasa

Kalibrasi

Dalam sebuah percobaan praktikum, waktu itu, sering kita mendengar kata kalibrasi. Proses ini secara sederhana diterjemahkan sebagai sebuah tahap untuk mengembalikan fungsi alat ke posisi ...

REP | 13 May 2012 04:44

3051   0   dibaca Nihil

Sejarah

dokter tjipto mangoenkoesoemo : dokter rakyat

“The Indies for those who make their home there” (Indische Partij, Desember 1912) Rangkaian kata di atas digagas dan dijadikan motto National Indische Partij oleh tiga serangkai ...

OPINI | 23 April 2012 17:46

262   0   dibaca Nihil

Cermin

‘Aku Mencintaimu, Dulu!’

Ini sekedar omong kosong, mungkin sampah untuk mayoritas orang. Sekedar menumpahkan kepenatan yang menyerang beberapa hari ini. Tugasnya beragam dan datangnya seragam. Sekedarnya mendikte jari, ...

FIKSI | 22 April 2012 22:36

261   0   dibaca 1 inspiratif

Cermin

Hening

Hening, ketika seluruhnya ramai juga sikap. Tak selamanya ia harus dihakimi dengan ‘bisu’. Kita butuh hening untuk sekedar berkeluh kesah, atau juga untuk berdialog secara ...

FIKSI | 21 April 2012 08:36

66   0   dibaca Nihil

Cermin

Salam untukmu, Hari Ini…

Ketika buih bercucuran menghampiri tanah, sejak itu ia melepaskan wewangian khas tanah. Seketika dentuman ide meledak, teringat akan ‘polos’ juga ‘lugu’ anak kecil yang tersudut ...

FIKSI | 9 April 2012 18:47

105   0   dibaca Nihil

Cermin

Mimpi, Dimana Awal dan Selanjutnya!

Setiap kali ditanya tentang kemana selanjutnya, sebelum akhirnya menyela, diam dan terhentak secara refleks hadir. Walaupun akhirnya terjawab, tapi setahu saya jawabannya tidak selesai pada ...

FIKSI | 5 April 2012 22:11

114   0   dibaca Nihil

Cermin

Menjadi Itu Merantau!

Masa Depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan mimpi-mimpi mereka (Eleanor Roosevelt) Seperti biasa, setiap menghabiskan sebuah karya, ide mulai menyapa dengan ramah. Layaknya rakyat ...

FIKSI | 3 April 2012 09:42

135   0   dibaca Nihil
1 2 3 Next »

Subscribe and Follow Kompasiana: