Motulz Anto
Motulz Anto profesional

Pemerhati Kebijakan | Wacana Sosial |Penikmat Kreativitas, Pelaku Kreatif | Ekonomi Kreatif | motulz.com | geospotter.org | motzter.com | motulz@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Wisata headline highlight

Festival Sriwijaya: Perayaan Seni Budaya, Kuliner, dan Sejarah

20 Juli 2016   10:05 Diperbarui: 20 Juli 2016   16:06 183 3 0
Festival Sriwijaya: Perayaan Seni Budaya, Kuliner, dan Sejarah
(Semua foto milik @motulz)

Pempek, Sungai Musi, dan Jembatan Ampera, adalah tiga ikon wisata yang sudah begitu melekat dengan Kota Palembang. Namun rasanya Palembang juga memiliki sebuah ikon baru, ikon yang lahir dari sebuah perjalanan perhelatan yang panjang dan begitu konsisten, apakah itu?

Palembang sebagai Ibu Kota provinsi Sumatera Selatan wajar jika terus mencoba melakukan banyak inisiatif dalam meningkatkan pertumbuhan pariwisata kabupaten-kabupatennya. Salah satu buah dari inisitif tadi adalah Festival Sriwijaya, sebuah ajang besar seni budaya yang diadakan rutin tahunan sejak tahun 1991. Tidak heran jika di tahun 2016 ini keberadaan dari Festival Sriwijaya ini sudah banyak dinanti-nantikan banyak wisatawan dari berbagai tempat.

Nama Sriwijaya bukan hanya dikenal di kalangan pecinta sepakbola Indonesia karena kebesaran tim Sriwijaya FC, melainkan juga karena kebesaran dalam khasanah sejarah Nusantara. Sebuah nama kerajaan tertua di Nusantara yang sudah sangat termasyur keberadaannya di dunia.

Kebetulan sekali saya diundang oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan untuk berkunjung ke Palembang. Selain untuk berkunjung ke museum dan tempat-tempat khas Palembang, juga untuk melihat kemeriahan malam pembukaan acara Festival Sriwijaya tadi. Karena menurut Ibu Irene Camelyn - Kepala Dinas Pariwisata Sumsel, di acara ini akan ditampilkan begitu banyak kuliner khas Sumsel, parade budaya, lomba teatrikal cerita rakyat, lomba tari kreasi daerah, hingga lomba blog dan Instagram!

Nasi Minyak
Nasi Minyak

Kemeriahan acara ini nampak sekali dijadikan momen penting sebagai sebuah hajatan besar bagi masyarakat "wong kito". Perwakilan kesenian budaya dari ke-16 kabupaten/kota semua datang untuk unjuk tampil sejak tanggal 18 - 24 Juli 2016. Bayangkan betapa kaya keragaman budaya Sumsel belum lagi hasil akulturasi budaya arab, cina, dan melayu makin menambah keragaman budayanya.

Namun ada hal lain yang cukup mencuri perhatian pengunjung terutama saya adalah hadirnya sebuah stand infografis yang menyajikan informasi, cerita, dan fakta sejarah dari Kerajaan Sriwijaya. Takjub dan cukup membuat saya tercengang ketika tahu betapa kerajaan Sriwijaya ini sudah menancapkan pengaruh besarnya di konstelasi perdagangan rempah laut dunia di abad ke-7. Saya yakin sekali informasi ini sangat membuat kagum dan bangga bagi masyarakat Sumatera Selatan dan Palembang khususnya juga penduduk Indonesia pada umumnya.

Penari pengisi acara
Penari pengisi acara

Palembang dan Sumatera Selatan sudah memiliki elemen-elemen penting dalam industri pariwisata, mulai dari infrastruktur yang baik termasuk pembangunan yang begitu masif seiring dengan persiapan Asian Games 2018, lalu kekayaan kuliner yang khas, dan kini latar belakang sejarahnya yang begitu besar. Sekarang pilihannya tinggal ada di dua tangan yaitu tangan pemerintah sebagai fasilitator dan regulator kebijakan, lalu tangan masyarakat sebagai motor penggerak aktivitasnya, selain ikut andil dalam program kebersihan kota dan sungai.

Stand Perahu di tepian Sungai Musi
Stand Perahu di tepian Sungai Musi

Gegap gempita Asian Games 2018 sudah sangat terasa sekali di hampir semua pelosok Palembang. Komplek Jakabaring Sport City kian berbenah diri, hamparan tiang-tiang LRT (Light Trail Transportation) sudah terlihat. Semua itu akan menjadi pendukung industri pariwisata Palembang dan Sumsel. Harapannya keramaian ini bukan karena hajatan Asian Games saja lantas surut pasca acara, karena Palembang masih mempunyai ajang kemeriahan lain yaitu Festival Sriwijaya.

Bagi kalian para pelancong, saya pikir Festival Sriwijaya XXV 2016 ini adalah ajang festival yang layak dikunjungi dan dihadiri. Selain karena sajian seni, budaya, dan kulinernya tadi, lokasinya sangat asik yaitu berada di tepi Sungai Musi tepat berdekatan dengan Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak.