Kyai Hamid

31 Juli 2012 09:09:05 Dibaca :

Kyai Hamid dapat dibilang termasuk kyai nyentrik. Kyai yang tak mau punya murid.

"Kau mau belajar, silakan.  Tapi belajar sendiri.  Amati dan lakukan," kalimat ini yang selalu keluar dari mulut Kyai Hamid yang memang sangat pelit bicara setiap kali ada orangtua yang mengantarkan anaknya yang superbandel dan tak ada lagi yang mampu mengurai kebandelan apalagi membaikkan anknya itu.

Tapi jangan tanya tentang seberapa banyak anak yang telah dibuatnya menjadi soleh.  Sehingga semakin banyak orangtua yang menitipkan anak-anaknya untuk tinggal di pondok kecil di samping rumah Kyai Hamid.

Termasuk Toro.  Si bengal yang tak kalah sadisnya.  Sudah pernah ngepruki orang hingga nyaris tewas.  Tawuran dengan clurit yang merobek perut temannya.  Dan narkoba yang menjadi kebiasaannya.

"Toro,,,, sini!" ajak Kyai Hamid.

Toro pun mendekat saat disapa dengan hati tulus itu.

"Ya, Kyai."

"Kamu siap kalau jadi caleg di kabupaten?" tanya Kyai Hamid.

Toro yang kuliahnya berantakan itu kaget.  Baru kali ini ia merasa dipercaya orang.  Sebelumnya, semua orang selalu menjauhi dirinya.  Menganggap Toro seperti Iblis yang mewajah.

"Tapi..."

"Ada partai yang meminta calon DPRD kepadu.  Aku [pikir, kamu orang yang paling tepat untuk itu," kata Kyai Hamid.

Maka Toro pun menjadi caleg.  Karena yang mendukung pencalonannya Kyai Hamid, Toro pun dengan mudah menang telak dari lawan-lawannya.

Apa yang terjadi?

Toro betul-betul tak menyia-nyiakan kepercayaan.  Toro bangga dengan kepercayaan yang baru kali ini didapat seumum hidup.  Toro pu betul-betul berjuang untuk rakyatnya.

Jika seluruh anggota DPRD alias teman-teman Toro semua terkena kasus korupsi, Toro tidak.  Toro dengan gagah berani menolak segala korupsi.  Karena Toro tak ingin jatuh ke lembah hitam untuk kedua kalinya.  Toro sangat yakin seyakin-yakinan, jika anggota DPR yang pada korupsi itu lebih bangsat daripara perampok, pencopet, dan gali yang paling gali.

Toro pun akhirnya digadang-gadang untuk menjadi Bupati.  Tapi Toro selalu ingat untuk tidak korupsi.  Dengan alasan apa pun.  Sampai hari ini.

Mochamad Syafei

/mochamadsyafei

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Guru SMP Negeri 135 Jakarta. Pernah juga mengajar di SMP N 228 Jakarta. Suka Menu Lis dan Me Mba Ca. Agar tidak jadi gila ....
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?