HIGHLIGHT

Macro Photography Versi Saya

05 Juni 2012 00:12:24 Dibaca :
Macro Photography Versi Saya
Bakal buah yang berbentuk bintang

Yes! Itulah kata pertama yang terlontar dari mulut saya ketika membaca lead Weekly Photography Challenge dari Kampretos. Kenapa? Karena saya sangat suka genre fotografi yang satu ini. Bahkan dulu waktu membeli kamera, saya memutuskan memilih kamera Canon IXUS 1100 HS daripada seri S95 yang telah saya incar beberapa bulan sebelumnya hanya karena kemampuan macronya yang menang 2 cm dari S95 (walau menurut review IXUS 1100 HS kalah kemana-mana). Kesukaan saya kepada fotografi makro mungkin juga didasari dari pengalaman masa kecil saya yang hobi mengamati segala sesuatu dengan detail. Entah itu serangga, bebungaan dan alam sekitarnya. Dari bentuk daun dan bunga sampai besar kecil ukurannya. Semua membuat saya semakin ingin tahu.

***

13388530541912695583
Daun kecil berbentuk hati
Saya masih ingat jelas bagaimana masa kecil saya yang saya habiskan keluyuran di semak-semak, di rimbunnya pepohonan, memanjat, bermain di sungai, pokoknya segala kegiatan yang membuat emak saya senewen karena menurut beliau berbahaya. Beliau selalu menakuti saya dengan ular yang di kala itu memang masih banyak berkeliaran saking banyaknya rumpun bambu tak jauh dari halaman belakang rumah kami. Bahkan saya sering membawa pulang selongsong kulit ular yang saya temukan. Tapi sekarang setelah dewasa saya malah jijik dengan ular hahahahaha #bergidik.
1338853135804808717
Bunga ini bentuknya mirip bunga kapas

***

13388535501307343405
Bunga ini sangat kecil (hasil kesasar hahahahah)

***

Tak jarang saya dihukum tidak boleh keluar rumah tapi dasar saya memang bandel, larangan-larangan itu hanya masuk kuping kanan keluar dari kuping kiri. Emak selalu menyuruh saya dan adik saya untuk tidur siang tapi saya tidak pernah menyukainya. Biasanya kami digiring dan ditunggui sampai tertidur tapi saya seringkali hanya berpura-pura memejamkan mata saja, ketika emak tertidur, the adventure began..... Saya tetap saja keluyuran karena banyak hal yang saya temukan di alam yang membuat saya terpesona. Dulu ketika musim panas tiba, saya selalu mencari ulat bulu yang cantik untuk dipelihara. Saya tempatkan di kotak kardus, saya beri makan daun tiap hari. Daun yang saya berikan selalu sama dengan tanaman dimana saya menemukan ulat tersebut. Tiap hari saya mengamati perkembangannya dari ulat menjadi kepompong lalu bertapa sampai waktunya keluar menjadi individu yang sama sekali berbeda, seekor kupu-kupu. Saya bahkan menghitung berapa lama si kepompong bakal bertapa, mengecek perubahan yang tampak dari hari ke hari.

***

1338853395394755987
Kepompong

***

13388534571012932134
Kupu-kupu
Mungkin saking seringnya saya memelihara ulat, dulu saya selalu tepat memprediksi kapan kupu-kupu bakal keluar sehingga saya bisa menunggui kepompong yang menetas, menunggu sayap kupu-kupu mengering, menebak jenis kelamin lalu melepasnya ke alam bebas. Ternyata sifat observing saya ini memang bawaan dari lahir. Walau mungkin sangat tidak jelas tujuannya apa, hanya lebih karena saya sangat iseng. Dulu emak saya sering cerita bagaimana beliau sangat tidak tahan akan pertanyaan-pertanyaan kritis saya. Beliau sering pusing sendiri karena semakin dijawab semakin banyak pertanyaan yang saya ajukan lalu beliau hanya mendiamkan saya atau menyuruh saya berhenti bertanya. Bukan saya kalau tidak ngeyel. Rupanya hal ini yang menyebabkan saya sangat suka membaca. Saya kutu buku dari kecil, kutu buku versi nekat hahahaha saya pernah bercerita DI SINI.
1338853658835513476
Cangkang Bulu Babi

***

13388537781100012827
Serangga oranye ini saya tidak tahu namanya

Kembali ke hobi saya memotret yang kecil-kecil, saya tidak meluangkan waktu khusus untuk hunting, hanya saja saya selalu membawa kamera saya kemana pun saya pergi karena saya sering menyesal sendiri ketika menemukan hal yang menarik tapi kamera tidak terbawa. Karena saya selalu on the run entah itu karena harus mengantar sekolah, mengantar les, belanja atau kegiatan lain, jadi saya sering berada di luar rumah. Nah, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, sambil berjalan sambil mengamati sekeliling. Menurut pengalaman saya ada saja hal menarik yang dapat kita abadikan.

***

***

Bila hari Minggu tiba dan saya berniat hunting semisal sembari hiking, saya lebih suka pergi sendiri karena ketika saya asyik dengan kamera saya, saya lupa sekeliling, hanya fokus kepada obyek dan kamera saya. Tak banyak orang punya kesabaran lebih menunggui ketika saya yang tenggelam di dunia saya sendiri. Enough with the blabbering, here are some of my collections. Hope you'd enjoy. Postingan ini dalam rangka menyemarakkan Weekly Photography Challenge minggu ketujuh, Kampretos.

Dwi Purwanti

/miss_curious

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Iseng is my state of art
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?