Makna, Bhinnêka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa

27 Juli 2013 17:40:54 Dibaca :

"Pernah kusampaikan kepadamu anakku, selalulah melihat yang Satu, maka apa yang berbeda menjadi tak terlihat lagi. Di setiap perbedaan pasti ada persamaan. Karena demikianlah makna keseimbangan sama dan beda."

"Maaf romo, bagaimana mungkin rakyat Indonesia ini memandang romo dengan segala macam isme, berbeda-beda. Sepertinya semua paham ada di dalam diri romo?"

"Mengartikan kalimat Bhineka Tunggal Ika tidak bisa dipisahkan dengan kalimat berikutnya, Tan Hana Dharma Mangrwa. Karena sebenarnya di sanalah makna persatuan yang sesungguhnya. Berbeda-beda tetapi tetap satu, di dalam kebenaran tidak ada kerancuan. Kebenaran yang universal tidak akan pernah salah, dimanapun dan kapanpun."

"Benar dalam arti sesungguhnya, adalah benar menurut ajaran agama apapun. Pandangan dan aliran pemikiran, isme, kejawen, spiritual, islam, budha, kristen, selalu mengandung kebenaran yang universal. Tata cara adalah cara, ritual. Tetapi maknanya tetap kebenaran yang benar, jika kita semua melihat yang baik, yang benar maka tidak pernah ada kerancuan, tidak pernah ada pertentangan. Karena demikianlah sejatinya kehidupan, selalu berusaha mencari kebaikan. Di setiap paham, di setiap agama, di setiap aliran ataupun sekuleritas maka akan kita temukan hal-hal yang baik. Tidak mungkin semuanya buruk. Pasti ada. Maka memilih dan mengambil sisi baiknya akan melengkapi kita sebagai manusia, akan memberikan kita kekayaan hati, kekayaan jiwa dan spiritual, yang akan menuntun kita kepada nilai-nilai luhur yang abadi, tidak akan pernah pudar dimakan waktu".

"Berjalanlah kamu dalam koridor kebenaran yang sejati, kebenaran yang sesungguhnya, dimanapun dan kapanpun kamu bisa menemukan kebenaran. Karena dengan memakai baju kebenaran akan membawa kita kepada kejujuran dan pada akhirnya akan menjadikan jiwa kita semakin indah".

Maria Etik Widarningsih

/metik

TERVERIFIKASI (HIJAU)

belajar dari keterbatasan.... belajar dari ketiadaan
Membaca dan memahami tulisan dongeng saya, harus dari depan.. karena bagian satu dengan yang lainnya berkaitan, tidak berdiri sendiri

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?