Inti Ajaran Hindu

06 September 2012 08:48:46 Dibaca :
Inti Ajaran Hindu
Om Kara - Simbol Suci Tuhan dalam konsep Hindu Bali (www.babadbali.com)

Agama Hindu merupakan agama yang mempunyai usia tertua dan merupakan agama yang pertama kali dikenal oleh manusia. Hindu mengajarkan banyak hal, baik ilmu yang berhubungan dengan dunia rohani maupun dunia material. Ajaran Hindu sangat luas , mulai dari hal yang sederhana hingga yang rumit yang sulit dijangkau oleh pikiran biasa.

Bagi masyarakat Hindu, agama Hindu dikenal dengan nama Sanatana Dharma ( kebenaran yang abadi ) namun orang umum menyebutnya sebagai Hindu karena agama ini berasal dari lembah sungai Shindu. “Kata Hindu pertama kali digunakan oleh orang Persia dan kemudian dipopulerkan pada masa penjajahan Inggris” (Wage Rahardjo , 2011). Namun yang jelas didalam Weda agama Hindu disebut dengan nama Sanatana Dharma.

Selain Hindu mengajarkan banyak hal ia pula memiliki banyak kitab suci, baik Sruti maupun Smriti (smerti) dan juga terdiri dari beberapa aliran seperti Shaivisme, Vaishnavisme dan Śrauta . Meskipun Hindu mengajarkan berbagai hal sudah pasti dari keseluruhan ajaran yang terkandung memiliki inti atau pokok ajaran. membicarakan suatu inti atau pokok ajaran agama bukanlah hal yang mudah , meski tampak mudah karena untuk mengerti yang inti sedikit tidaknya sudah mengetahui prinsip-prinsip dasar ajaran agama tersebut .

Inti ajaran Hindu dikonsepkan kedalam “Tiga Kerangka Dasar” dan “Panca Sradha”. Tiga kerangka dasar tersebut terdiri dari Tattwa (Filsafat) Susila (Etika) Upacara (Yadnya).

Tattwa ­ – Ajaran Hindu kaya akan Tattwa atau dalam ilmu modern disebut filsafat , secara khusus filsafat disebut Darsana. Dalam perkembangan agama Hindu atau kebudayaan veda terdapat Sembilan cabang filsafat yang disebut Nawa Darsana. Pada masa Upanishad , akhirnya filsafat dalam kebudayaan veda dapat dibagi menjadi 2 kelompok yaitu astika (kelompok yang mengakui veda sebagai ajaran tertinggi) dan nastika ( kelompok yang tidak mengakui Veda ajaran tertinggi ). Terdapat enam cabang filsafat yang mengakui veda yang disebut Sad Darsana (Saṁkhya, Yoga, Mimamsa, Nyaya, Vaisiseka, dan Vedanta ) dan tiga cabang filsafat yang menentang veda yaitu Jaina, Carvaka dan Budha (agama Budha).

Susila – Secara harfiah susila diartikan sebagai etika . hal-hal yang tekandung yang dikelompokan kedalam susila memuat tata aturan kehidupan bermasyarakat yang pada intinya membahas perihal hukum agama. Mulai dari hukum dalam kehidupan sehari-sehari hingga hukum pidana ( Kantaka Sodhana ) dan hukum perdata ( Dharmasthiya ).

Upacara – Yang dimaksud upacara dalam agama Hindu adalah ritual keagamaan , sarana ritual keagamaan disebut Upakara , upakara di Bali disebut Banten. Upacara ini dapat dikelompok kedalam beberapa bentuk korban suci ( Yajna ) yang disebut Panca Yadnya ( Panca Maha Yadnya ). Ada banyak jenis panca Yadnya tergantung dari kitab mana uraian dari panca yadnya tersebut, artinya meskipun Panca Yadnya sama-sama terdiri dari lima jenis yadnya namun bagian-bagian yang disebutkan berbeda-beda masing – masing uraian kitab suci Smrti.

Selain tiga kerangka dasar agama Hindu, ajaran hindu berlandaskan pada lima keyakinan yang disebut Panca Sradha ( lima dasar keyakinan umat Hindu ) yang melitputi : Widhi Tattwa, keyakinan terhadap Tuhan (Brahman). Atma Tattwa, keyakinan terhadap Atman (Roh). Karmaphala Tattwa, keyakinan pada Karmaphala (hukum sebab-akibat). Punarbawa Tattwa, keyakinan pada kelahiran kembali (reinkarnasi) dan Moksa Tattwa, keyakinan akan bersatunya Atman dengan Brahman.

Kutipan doa universal

ॐ असतो मा सद्गमय । तमसो मा ज्योतिर्गमय ।।

मृत्योर्मामृतं गमय । ॐ शान्ति शान्ति शान्ति ।।

– बृहदारण्यक उपनिषद् 1.3.28.

om asato mā sadgamaya | tamaso mā jyotirgamaya ||

mṛtyor mā amṛtaṁ gamaya | om śānti śānti śānti ||

– bṛhadāraṇyaka upaniṣada 1.3.28

Lead Us From the Unreal To the Real |

Lead Us From Darkness To Light ||

Lead Us From Death To Immortality |

OM Let There Be Peace Peace Peace.||

Ya Tuhan Bimbinglah kami dari ketidak benaran menuju kebenaran yang sejati

Bimbinglah kami dari kegelapan menuju jalan yang terang benderang

Bimbinglah kami dari kematian Rohani menuju kehidupan yang kekal abadi.

Ya Tuhan , semoga damai di hati, damai di dunia , damai di akhirat.

Tulisan Sebelumnya Idul Fitri dan Galungan, Hari Raya Satu Makna dari Dua Agama Berbeda

I Ketut Mertamupu

/mertamupu

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Seorang mahasiswa hukum, agama dan budaya . Pengamat sosial yang berpikir blak-blakan . Tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar. Situs Resmi : www.hukumhindu.or.id . blog : www.mertamupu.blogspot.com , FB:facebook.com/mertamupu
Contact person: merta_mupu@yahoo.com , Phone Number +6281916665553 , +6281246085553 . Motto gue dalam menulis "free think about everything".

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?