HEADLINE HIGHLIGHT

Kisah Tragis Prabu Kalagemet di Candi Bajang Ratu Mojokerto

14 April 2013 18:34:45 Dibaca :
Kisah Tragis Prabu Kalagemet di Candi Bajang Ratu Mojokerto
-

Kerajaan Majapahit menjadi potret Bangsa dan Negara Indonesia di masa lalu. Jatuh bangunnya negara ini juga pernah dialami Majapahit kala itu. Masa pemerintahan Raja Jayanegara yang singkat menjadi contoh yang baik bagi generasi sekarang.

Dari perempatan jalan besar Trowulan. Perjalanan kami bagi dua tahap. Pertama kami dahulukan kunjungan ke komplek kekunoan yang terletak di bagian utara perempatan itu.

Di daerah ini ada kekunoan antara lain Candi Bajang Ratu, Wringin lawang dan Kolam Segaran. Tahap berikutnya di bagian selatan perempatan Trowulan, kami mengunjung Candi Gentong dan Brahu.

Gapura Bajang Ratu terletak di desa Temon. Menurut penjelasan juru kunci yang kami temui. Ada pendapat yang menarik mengenai bangunan candi ini. Bajang Ratu berasal dari Bahasa Jawa. “Bajang” berarti tidak jadi atau kerdil. Sedangkan “Ratu” berarti raja.

13659376761248002652
Candi Bajang Ratu terlihat dari depan

Pendapat ini dikaitkan dengan masa pemerintahan Raja Jayanegara yang relatif singkat karena timbulnya banyak pemberontakan di dalam negeri Majapahit.

Bahkan Jayanegara yang punya nama lain Kalagemet itu tewas ditangan tabibnya sendiri. Tabib Tanca namanya.

Menurut ahli purbakala dilihat dari bentuknya gapura atau candi ini merupakan pintu gerbang bernentuk “Paduraksa” yaitu gapura yang memiliki atap.

Candi ini terbuat dari batu bata, kecuali ambang atas pintu dan tangga masuk terbuat dari batu gunung (andesit).

Candi ini memiliki sayap dan pagar tembok di kedua sisinya. Pada kaki candi terdapat hiasan panil yang menggambarkan cerita “Sri Tanjung”.

Di bagian atas tubuh candi terdapat ambang pintu yang di atasnya terdapat hiasan kala dengan ornamen sulur-suluran.

Sedangkan bagian atas atau atap candi bentuknya bertingkat-tingkat  dengan puncaknya berbentu persegi.

Pada atap candi terdapat ornamen kepala kala diapit singa, relief matahari, naga berkaki, kepala garuda dan relief bermata satu.

13659381821166368696

Pada sayap kanan terdapat dinding berbentuk panil sempit dengan relief cerita Ramayana yang digambarkan dengan perkelahian raksasa melawan kera.

Sayap kiri ada ornamen berupa binatang bertelinga panjang.

Para ahli purbakala mengatakan bahwa Gapura Bajang Ratu merupakan pintu masuk ke sebuah bangunan suci untuk mengenang Prabu Jayanegara yang dalam kitab Negarakertagama disebut kembali ke dunia Wisnu tahun1328 Saka. Berdasarkan relief binatang bertelinga panjang dan relief naga diperkirakan Bajangratu berasal dari abad 13 – 14.

dibangun gapura ini belum pernah dipugar,  kecuali usaha-usaha konsolidasi yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1915.

Pada tahun 1989, Gapura Bajangratu mulai dipugar dan selesai tahun 1992. Dari kejauhan Candi Bajangratu tampak menawan dipadu pepohonan dan taman bunga yang tertata  dan terawat apik semakin menambah pesona candi yang lebih mirip gapura ini.

Perjalanan kami tidak berakhir sampai di sini saja. Tanpa menunggu berlama-lama kami bergegas menuju candi-candi peninggalan Majapahit lainnya. Untuk melengkapi pengalaman travelling kami.

Mawan Sidarta

/mawan.sidarta

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Saya suka travelling, alam dan lingkungan. Sudah menikah punya satu anak. Sekarang usaha kecil-kecilan di rumah. Viva Kompasiana. Salam travelling
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?