Belajar dari Mami

20 November 2011 00:21:03 Dibaca :

Hari ini di tahun lalu, saya masih terkulai di rumah sakit. Hanya bisa bangun pagi, sarapan, di mandiin sama perawat, minum obat, tertidur lagi, istri tercinta datang, ngobrol2 dan berbagi cerita dengan dia sekitar 3 jam, minum obat, tidur lagi, bangun untuk makan malam, bengong ria (baca2 dan denger musik), minum obat, tidur lagi, dan seterusnya setiap hari rutinitas yang sama.

Menunggu kehadiran si mami, cici dan boy setiap hari adalah momen yang luar biasa menyenangkan dan di tunggu2. Kehampaan tanpa kehadiran mereka sungguh menyiksa. Suara pertengkaran cici dan boy yang biasanya membuat senewen sangat saya rindukan. Cerewetnya si mami juga saya nantikan.

Mami menunjukan arti cinta yang sesungguhnya. Dengan mengisi peranan saya sebagai kepala keluarga untuk mencari nafkah. Memotong rumput yang merupakan tugas yang tidak mudah untuk seorang wanita mungil dan imut seperti dirinya. Mengajari cici dan boy setiap malam, yang merupakan tugas saya sebelumnya. Selain itu dia juga tetap menjalankan tugas2 hariannya seperti biasa. Dari memasak, mengantar sekolah anak2, membereskan rumah, belanja, dsb.

Mami mengajarkan saya arti cinta yang sesungguhnya, kesetiaan dan pengorbanan yang luar biasa, serta besarnya tanggung jawab dan komitmen buat keluarga. Thanks yah mam buat semua yang sudah mami ajarkan buat saya. "You are amazing just the way you are"

M&S Aja

/marchsell

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Cuma Marcel
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?