linda - TEMPO dan GATRA menempa saya untuk selalu jeli, kritis, menulis dengan jujur, dan bekerja keras. Hasilnya? Saya tidak tahu karena yang menilai tentu orang lain. Di KOMPASIANA ini saya sangat menghormati nama pemberian orang tua saya sehingga tidak perlu saya ganti dan palsukan, apalagi memalsukan wajah pada identitas diri. Blog pribadi saya, www.lindadjalil.com --- bila iseng, silakan mampir.
Kompasianer sejak
1 March 2009
Twitter
Facebookbelasan tahun kursi itu bersembunyi di sudut tak terlewati sang penghuni bagai tiada guna meninggalkan sisa tak berharga… ——– kursi itu tempat kakimu leluasa terangkat ke mana-mana sembari berteriak urusan pertandingan bola atau ...
13 jam yang laluseuntai benang tidak berharga……… di mata orang lain yang hidup berkecukupan berbalut busana gemerlap seuntai benang terjulur lemas tanpa sapa tanpa cinta dari orang-orang berkelebihan muatan penuh jauh meruah seuntai benang dicari orang yang hidup ...
2 January 2012 09:56Saya lupa tahun berapa kejadiannya. Tapi saya ingat betul, itu tanggal 1 Januari. Saya menerima pesan singkat siang hari, yang membuat saya hampir pingsan di ...
1 January 2012 20:58Hari ini tanggal 1 Januari. Tahun 2012. Resolusi ada di niatan, dikerjakan belum tentu. Harus lebih banyak berenang, jalan pagi dan senam. Harus menghindari makanan ...
1 January 2012 17:53Aku menyeret dipan Jepara panjang. Di bawah pohon jeruk Bali di tepi kolam renang halaman belakang rumahku. Kuhitung cermat buah yang sedang mekar. Tahun lalu, ...
31 December 2011 15:06mungil guratan suci jauh dari dosa ——- lima jari berkumpul di kiri lima jari di kanan sepuluh jari menopang kaki bayi bening ——– satu persatu menapak menginjak semut dan kelabang tanpa gigitan sebab mereka tak sudi mengusik anak ...
30 December 2011 00:05rumput hijau melumuri makam, belum lagi setahun, yang semula ingin nyebur bersama, memesan tempat di sebelahnya, berurai air mata pertanda setia.., rumput tertawa.. yang jauh di dalam rumput juga tertawa… benarlah… apa ...
28 December 2011 22:51ketika hati Ibunda gulana melihat putri yang kecewa menggapai cinta di tengah langit terjembab masuk lumpur berlekat.. nestapa…. ———- kabut berselimut keruh dibawa pria pecundang penggoda menggoncang hati perempuan muda dengan sihir kata maka Ibunda kembali ...
28 December 2011 10:19Mereka tertawa renyah tak menghiraukan aku sibuk dengan obrolan riangnya serta masing-masing melempar jemari yang gemerlap penuh intan cemerlang berlian dan leher terbungkus mutiara sederetan melingkar masing-masing biji sebesar gundu.. ———– Mereka menjawab kata-kataku hanya sesekali seakan ...
27 December 2011 17:45perempuan separuh baya menaburkan air mata di halaman koran yang tengah dibacanya ——- begitu banyak perempuan berkarya tertawa mencari nafkah dengan mudahnya kerja secara terhormat menginjak tanah di atas telapak kakinya tanpa nestapa muncul dalam berita di segala ...
27 December 2011 09:14Mampir, Mbak Linda, ada oleh2 tentang kota tanpa rembulan http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2012/01/02/kota-yang-melawan-rembulan/. Tks, salam …
Assalamu’alaikum Bu Linda, mohon komentar dan masukan buat teman saya yg hasil penelitiannya dicuri, terimakasih
http://edukasi.kompasiana.com/2011/12/24/tragis-karya-doktor-its-dicuri-mahasiswa-magang-dan-dosen-luar-negeri/