Ado
Ado

Seorang remaja yang bercita-cita ikut berkontribusi untuk kemajuan bangsa. Masih berproses :)

Selanjutnya

Tutup

pilihan

Remaja Indonesia, Cintai Produk Pertanian Lokal Indonesia!

11 Juni 2017   09:25 Diperbarui: 11 Juni 2017   09:33 62 0 0

Ada banyak produk pertanian yang bukan berasal dari Indonesia di pasar tradisional hingga supermarket besar yang terkenal. Begitu banyak macam hasil pertanian luar negeri yang bersaing dengan hasil pertanian lokal dan akhirnya produk pertanian lokal lah yang kalah melawan mereka. Kekalahan daya saing produk lokal di banding produk luar terletak pada minat pembeli yang mengutamakan produk pertanian luar untuk dibeli dibanding dengan produk pertanian lokal itu sendiri. 

Ada banyak perspektif masyarakat Indonesia yang mengganggap bahwa produk pertanian luar negeri lebih unggul di bandingkan dengan produk pertanian lokal padahal tidak sepenuhnya benar karena banyak produk pertanian lokal yang mempunyai kandungan gizi yang lebih tinggi dibanding dengan produk pertanian luar seperti: Buah Jeruk, Apel, Salak dan bermacam sayuran seperti Timun, Kubis DLL. Sebagai seorang remaja yang paham betul dengan keadaan tersebut. 

Ada baiknya remaja Indonesia melakukan hal-hal sederhana yang dapat dilakukan dengan mudah oleh semua remaja untuk membuat produk pertanian lokal Indonesia lebih unggul dibanding produk pertanian luar dan dapat memicu hasil pertanian lokal meningkat serta berdampak pada ketahanan pangan Indonesia yang semakin baik. Cara-cara sederhana tersebut antara lain: mencintai dan membeli produk pertanian lokal Indonesia,  bangga untuk mengkonsumsi produk pertanian lokal Indonesia dan mengolah hasil petanian lokal Indonesia menjadi makanan atau minuman yang baru serta berkreasi menciptakan produk kerajinan yang bernilai jual.

Hal sederhana pertama yang dapat dilakukan oleh remaja Indonesia agar meningkatkan hasil pertanian lokal adalah dengan cara mencintai dan membeli hasil pertanian lokal. Dari mencintai dan membeli hasil pertanian lokal tersebut, remaja Indonesia akan membuat hasil pertanian lokal mengalami penanjakan minat sehingga petani lokal pun akan memperbanyak produksi di karenakan peningkatan permintaan dari masyarakat. Membeli hasil pertanian lokal juga akan berdampak baik pada pedagang tradisional yang berjualan di pasar ataupun pinggir jalan karena dapat meningkatkan penghasilan berjualan mereka.

Cara sederhana kedua yang dapat dilakukan oleh remaja indonesia untuk membantu petani lokal meningkatkan hasil pertaniannya adalah bangga membeli dan mengkonsumsi produk pertanian lokal Indonesia. Jika semua remaja indonesia bangga saat mengkonsumsi hasil pertanian lokal indonesia seperti buah-buahan dan sayur-sayuran, perspektif masyarakat yang masih malu atau enggan untuk mengkonsumsi hasil pertanian lokal pun akan hilang dan hasil pertanian lokal pun akan jaya di negeri sendiri.

Cara sederhana ketiga yang dapat dilakukan oleh remaja indonesia adalah mengolah hasil pertanian lokal Indonesia menjadi suatu inovasi makanan atau minuman yang baru. Hal tersebut tidak terbatas hanya makanan dan minuman saja, namun di era modern seperti saat ini produk kerajinan seperti tas, pernak pernik, dan sepatu mulai menggeliat di Indonesia.  

Disini dibutuhkan banyak inovasi di dalam cara pengolahan, kemasan, dan pemasaran. Dengan mengolah hasil pertanian lokal Indonesia menjadi produk yang baru, itu akan meningkatkan minat masyarakat membeli dan mengkonsumsi hasil petani lokal secara langsung maupun secara tidak langsung. Maksud secara langsung adalah jika remaja Indonesia dapat mengolah hasil petani lokal menjadi suatu makanan atau minuman yang baru dan dapat menjualnya, itu akan berdampak langsung kepada hasil pertanian lokal yang akan di banyak di beli oleh remaja itu sendiri maupun oleh masyarakat lain yang ingin mencoba untuk membuat olahan dari hasil pertanian lokal juga. Tidak langsung berarti minat masyarakat yang akan meningkat pada hasil petani lokal dan akan membuat petani lokal meningkatan produksinya.

Selain itu timbul tantangan baru, yaitu harga jual produk hasil inovasi seperti pakaian, tas, sepatu, dan pernak-pernik yang memiliki harga jual tinggi di banding produk luar negeri. Hal inilah yang menghambat dan menjadi penyebab produk lokal Indonesia kalah saing dengan produk luar negeri meskipun memiliki kualitas yang sangat baik.

Ado percaya, jika cara-cara yang Ado sampaikan ini mudah dan tidak membutuhkan sesuatu yang berat jika dilakukan oleh remaja Indonesia karena cara-cara yang Ado muat adalah cara-cara sederhana. Jika remaja Indonesia lebih suka membeli hasil pertanian Indonesia, bangga mengkonsumsinya dan mengolah hasil pertanian tersebut menjadi makanan atau minuman baru dan ikut serta dalam berinovasi meningkatkan mutu dan kualitas produk yang baru. Penulis yakin hasil pertanian lokal Indonesia akan meningkat karena banyaknya permintaan hal tersebut akan berdampak pada baiknya pertahanan pangan nasional Indonesia.


Salam Ado!