HIGHLIGHT

Pantai Widara Payung Tempat Berselancar di Cilacap dan Melihat Sisa-sisa Tsunami 2006

06 November 2011 11:07:00 Dibaca :

Maaf semoga para pembaca kompasiana tidak bosan dengan reportase saya tentang perjalanan liburan saya ketika saya pulang ke Indonesia. Kali ini saya akan menceritakan tentang keindahan tempat wisata "Pantai Widara Payung". Pantai ini berada di desa Widarapayung, kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Pantai ini diberinama sesuai dengan nama desa setempat, terletak sekitar 35 km kearah timur kota  Cilacap.

Untuk dapat masuk ke pantai saya membayar distribusi sebesar 5000 rp/orang. Angin laut yang begitu sejuk karena banyak terdapat pohon kelapa di pingir pantai. Ada banyak tempat-tempat duduk disepanjang pingir pantai, untuk bisa kita pergunakan dan gak perlu bayar karena ini adalah salah satu fasilitas yang disediakan oleh pengelola. Dipantai ini kita tidak diperkenankan berenang yang jauh karena pantai Widara payung ini memiliki ombak yang besar sekali.

Berbeda dengan beberapa pantai yang ada di daerah Cilacap, pantai Widara Payung ini tidak ada perahu nelayannya karena rata-rata penduduk sekitar bukanlah para nelayan. Kebanyakan mereka adalah pencari pasir sungai untuk di jual dengan beberapa perusahaan, karena pasir yang ada di desa Widara Payung mengandung besi.

Karena Pantai Widara Payung ini memiliki ombak yang besar maka banyak sekali para pengunjung memanfaatkan pantai ini untuk berselancar. Sekali waktu pantai ini sering digunakan untuk atraksi atau perlombaan selancar oleh para pengelola. Jika kita ingin belajar berselancar ada juga orang-orang yang mengajari kita, dengan biaya 50.000 rp kita bisa diajarkan berselancar sampai sehari penuh.

Di pingir-pinggir pantai banyak terdapat kepiting kecil-kecil yang bisa kita kumpulkan dan dibawa pulang. Kepiting-kepiting itu akan bisa kita lihat saat air laut menyentuh pinggir pantai dan air laut kembali ke lautan itulah waktunya kepiting-kepitung itu terlihat dari permukaan pasir. Atau jika kita ingin mendapatkan kepiting yang lebih besar maka kita agak ke air laut yang banyak saat itulah pasti akan ada beberapa kepiting yang akan mengigit tangan atau kaki kita heheheheheh.

Di Pantai Widara Payung juga ada andong atau kuda yang bisa kita sewa untuk kita menyusuri tepi pantai. Dengan biaya 10.000 rp kita bisa mengelilingi bolak balik pingir pantai Widara Payung.  Kita juga bisa menikmati makanan khas desa Widara Payung yaitu pecel dengan mengunakan bungan kecombarang. Wah bagi yang belum pernah makan bunga kecombarang dalam campuran pecel pasti akan merasa aneh rasanya heheehhehehe masa bunga dimakan ya? Saat berada di pantai Widara Payung tersebut menurut cerita dari para pedagang, biasanya pantai ini hanya ramai di kunjungi pada hari minggu saja. dan merekapun hanya berjualan pada hari itu saja.

Sebenarnya Pantai Widara Payung ini pernah terjadi juga tsunami dari Tsunami Pangandaran, Banyak terjadi kerusakan pada pantai warung-warung makan dan toko-toko yang berada di pantai tersebut. Ada juga beberapa rumah penduduk di dekat pantai yang mengalami bencana tersebut. Di Pantai Widara Payung ini juga telah dibagun tugu peringatan  untuk memperingati kejadian tsunami. Saat kejadian tsunami pun bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono pernah datang untuk meninjau para korban bencana tsunami tersebut.

Semooga cerita tentang wisata Pantai Widara Payung ini dapat bermanfaat dan menarik untuk para pembaca kompasiana. Dan jika ada sesuatu yang tidak berkenan mohon dimaafkan.

Salam Sya

6 Nov 2011

Ho Chi Minh

Syasya Syasya

/lakeisha

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Seorang Istri dan ibu dengan 2 putri. Mencoba menuliskan pengalaman hidup tentang indahnya Indonesia, serta uniknya kultur budaya dari Korea, China, Vietnam. Tak ada yang lebih bahagia selain mendampingi suami tercinta nguli diberbagai negara, Kompasiana adalah tempat menyalurkan hobi menulis serta tempat mengobati kangen akan negri sendiri. Semoga apa yang pernah saya tulis ada manfaatnya untuk para pembaca semua. Salam hangat Sya, terimakasih sudah mampir di akun ini.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?