Syasya_mam
Syasya_mam Ibu Rumah Tangga

Annyeonghaseo ^_^

Selanjutnya

Tutup

Pantai Widara Payung Tempat Berselancar di Cilacap dan Melihat Sisa-sisa Tsunami 2006

6 November 2011   11:07 Diperbarui: 26 Juni 2015   00:00 1958 5 18

[caption id="attachment_141968" align="aligncenter" width="600" caption="Melihat Beberapa orang Berselancar"][/caption]

Maaf semoga para pembaca kompasiana tidak bosan dengan reportase saya tentang perjalanan liburan saya ketika saya pulang ke Indonesia. Kali ini saya akan menceritakan tentang keindahan tempat wisata "Pantai Widara Payung". Pantai ini berada di desa Widarapayung, kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Pantai ini diberinama sesuai dengan nama desa setempat, terletak sekitar 35 km kearah timur kota  Cilacap.

[caption id="attachment_141982" align="aligncenter" width="400" caption="Banyak tempat-tempat duduk di pinggir pantai"][/caption] Untuk dapat masuk ke pantai saya membayar distribusi sebesar 5000 rp/orang. Angin laut yang begitu sejuk karena banyak terdapat pohon kelapa di pingir pantai. Ada banyak tempat-tempat duduk disepanjang pingir pantai, untuk bisa kita pergunakan dan gak perlu bayar karena ini adalah salah satu fasilitas yang disediakan oleh pengelola. Dipantai ini kita tidak diperkenankan berenang yang jauh karena pantai Widara payung ini memiliki ombak yang besar sekali. [caption id="attachment_141990" align="aligncenter" width="400" caption="pantai Widara Payung sisi  sebelah timur"][/caption] [caption id="attachment_141991" align="aligncenter" width="400" caption="pantai Widara Payung menghadap laut lepas "][/caption] [caption id="attachment_141993" align="aligncenter" width="400" caption="Pantai Widara Payung sisi sebelah barat terdapat tugu peringatan tsunami"][/caption]

Berbeda dengan beberapa pantai yang ada di daerah Cilacap, pantai Widara Payung ini tidak ada perahu nelayannya karena rata-rata penduduk sekitar bukanlah para nelayan. Kebanyakan mereka adalah pencari pasir sungai untuk di jual dengan beberapa perusahaan, karena pasir yang ada di desa Widara Payung mengandung besi.

Karena Pantai Widara Payung ini memiliki ombak yang besar maka banyak sekali para pengunjung memanfaatkan pantai ini untuk berselancar. Sekali waktu pantai ini sering digunakan untuk atraksi atau perlombaan selancar oleh para pengelola. Jika kita ingin belajar berselancar ada juga orang-orang yang mengajari kita, dengan biaya 50.000 rp kita bisa diajarkan berselancar sampai sehari penuh.

[caption id="attachment_141987" align="aligncenter" width="300" caption="melihat orang berselancar"][/caption]

Di pingir-pinggir pantai banyak terdapat kepiting kecil-kecil yang bisa kita kumpulkan dan dibawa pulang. Kepiting-kepiting itu akan bisa kita lihat saat air laut menyentuh pinggir pantai dan air laut kembali ke lautan itulah waktunya kepiting-kepitung itu terlihat dari permukaan pasir. Atau jika kita ingin mendapatkan kepiting yang lebih besar maka kita agak ke air laut yang banyak saat itulah pasti akan ada beberapa kepiting yang akan mengigit tangan atau kaki kita heheheheheh.

[caption id="attachment_141983" align="aligncenter" width="400" caption="Mengumpulkan kepiting kecil dipasir "][/caption] [caption id="attachment_141984" align="aligncenter" width="400" caption="Digigit kepiting yang agak besar saat ada di air laut"][/caption] [caption id="attachment_141985" align="aligncenter" width="400" caption="dapat Kepiting yang besar"][/caption]

Di Pantai Widara Payung juga ada andong atau kuda yang bisa kita sewa untuk kita menyusuri tepi pantai. Dengan biaya 10.000 rp kita bisa mengelilingi bolak balik pingir pantai Widara Payung.  Kita juga bisa menikmati makanan khas desa Widara Payung yaitu pecel dengan mengunakan bungan kecombarang. Wah bagi yang belum pernah makan bunga kecombarang dalam campuran pecel pasti akan merasa aneh rasanya heheehhehehe masa bunga dimakan ya? Saat berada di pantai Widara Payung tersebut menurut cerita dari para pedagang, biasanya pantai ini hanya ramai di kunjungi pada hari minggu saja. dan merekapun hanya berjualan pada hari itu saja.

[caption id="attachment_141980" align="aligncenter" width="300" caption="Sewa Kuda "][/caption] [caption id="attachment_141997" align="aligncenter" width="400" caption="Sewa Andong "][/caption]

Sebenarnya Pantai Widara Payung ini pernah terjadi juga tsunami dari Tsunami Pangandaran, Banyak terjadi kerusakan pada pantai warung-warung makan dan toko-toko yang berada di pantai tersebut. Ada juga beberapa rumah penduduk di dekat pantai yang mengalami bencana tersebut. Di Pantai Widara Payung ini juga telah dibagun tugu peringatan  untuk memperingati kejadian tsunami. Saat kejadian tsunami pun bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono pernah datang untuk meninjau para korban bencana tsunami tersebut.

[caption id="attachment_141995" align="aligncenter" width="400" caption="Sisa-sisa tsunami masih tampak"][/caption]

Semooga cerita tentang wisata Pantai Widara Payung ini dapat bermanfaat dan menarik untuk para pembaca kompasiana. Dan jika ada sesuatu yang tidak berkenan mohon dimaafkan.

Salam Sya

6 Nov 2011

Ho Chi Minh