Kisah Haru Seorang Istri Mengemis Cinta Suami

24 Januari 2014 06:31:13 Dibaca :

Bismillahirrohmaanirrohiiim Salah seorang istri mengeluh tentang suaminya, "Demi Alloh, aku bersumpah bahwa aku ingin sesekali mendengar engkau mengucapkan, "Aku cinta kepadamu!" meskipun ungkapan itu hanya bohong. Hatiku sungguh terluka ketika mendengar engkau bertutur kata-kata indah dan manis dengan para sahabat lewat telepon. Andai saja aku adalah salah seorang dari sahabatmu itu. Subhanalloh... Mengapa engkau begitu pelit memberikan ungkapan-ungkapan itu kepadaku? Bukankah aku ini adalah istrimu, ibu dari anak-anakmu, dan orang yang mengurus rumah tanggamu? Siapakah orang selain engkau yang dapat mengobati luka hatiku, yang sanggup mengurangi beban penderitaanku, dan memenuhi kekosongan jiwaku?" Wahai para suami, ikhwan, janganlah kita biarkan istri kita mengemis cinta. Janganlah pelit kepada istri untuk memberikan kata-kata lembut, senyuman, dan pandangan simpatik agar dapat menenangkan hatinya, menyejukkan perasaannya. Wahai para suami, apa kiranya yang terjadi jika kita datang dengan membawa hadiah disertai ungkapan cinta? Indah, 'kan! Wahai para suami, memang kita tak dibayar untuk mengucapkan cinta kepada istri, tetapi jauh lebih mahal memberikan cinta kepada istri. Wahai para suami, isilah gelas rumah tangga kita dengan cinta, -insya Alloh- sebentar lagi istri meminumnya...[] --Minasa Upa, 21 Rabiul Awal 1435 H

Kusnandar Putra

/kusnandar

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Adalah guru SMP Islam dan Madrasah Aliyah Tanwirussunnah, Gowa. Diamanahkan "memegang" mata pelajaran IPA, IPS, dan Bahasa Inggris. Juga sebagai desainer, penulis, praktisi pendidikan. Senang membaca dan menulis adalah tabiat yang dilakoni. Penulis bisa dihubungi pada nomor 085 255 496 907. E-mail: kusnandarputragowa@yahoo.com.id, Tweet: @Nandar77966851,Blog: www.kusnandarputra.blogspot.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?