HIGHLIGHT

Gembrot, Hitam dan Bau, Ihhhh......

26 Juli 2011 11:18:53 Dibaca :
Gembrot, Hitam dan Bau, Ihhhh......
gembrot sembukan buatan Mbak Ita. murah meriah, berkhasiat. :) (dok.pri)

Hitam, bau. Itu pasti yang anda pikirkan saat melihatnya pertama kali. Apalagi bagi yang belum pernah bertemu sebelumnya. Tapi apa sangka, ternyata sangat berguna. Apa sih?

Beberapa hari ini perut saya agak error. Udara dingin yang menggigit kulit membuat saya masuk angin. Saya benci dingin, saya suka hangatnya mentari. Kalau dingin bisa stress tapi begitu ketemu matahari langsung cerah ceria. hehehe....

Baiklah, kembali ke persoalan perut. Akhirnya pagi ini saya dapat obatnya. Mbak Ita, tetangga satu erwe yang berjualan lauk-pauk dan jajanan tiap pagi membawa sesuatu yang sangat saya nanti-nantikan. GEMBROT. Walah... Apa juga itu? Gembrot amat terkenal di tempat saya, untuk obat masuk angin yang mujarab. Dijamin setelah mengkonsumsinya, perut akan terasa enak. Dan jangan heran jika banyak yang protes jika khasiat gembrot ini sedang bekerja. Karena anda akan keluar angin dengan merdeka. Itu pasti yang dinanti-nanti jika masuk angin kan?

Saya sempat penasaran, kenapa ya kok orang (termasuk saya) memilih gembrot saja sebagai obat mengatasi masuk angin bukan lainnya? Setelah saya klak-klik di sumber-sumber di internet, ternyata gembrot ini memang mempunyai banyak manfaat.

Gembrot yang dibuat dari daun Sembukan dengan nama latin Paederia scandens ini ternyata mengandung senyawa skatol dan indol yang diduga dapat meredakan kekejangan perut. Pantas saja, perut saya terasa nyaman setelah menikmatinya.

daun sembukan dari floranegeriku.blogspot.com
daun sembukan dari floranegeriku.blogspot.com

Ingin membuat sendiri? Gampang kok. Daun ini banyak tumbuh di kebun-kebun dan tumbuh liar. Tanaman ini merambat dengan daun kecil-kecil. Menurut ibu saya (saya tidak bisa masak hehehe) berikut ini cara membuat gembrot:

Bahan : daun sembukan dicuci dan  ditumbuk halus, kelapa muda diparut, tempe busuk dihaluskan.

Bumbu : ketumbar, bawang putih, laos/lengkuas diparut, garam dan gula merah. jika ingin pedas bisa ditambahkan cabe rawit. haluskan.

Siapkan daun pisang pisang untuk membungkus dan lidi (ibu saya menyebutnya biting) untuk menyemat.

Campur semua bahan dan bumbu hingga tercampur rata. Ambil dua sendok makan dan taruh di daun pisang, linting/gulung. Setelah itu semat kedua ujungnya dengan lidi. Kalau sudah terbungkus semuanya tinggal dikukus ataupun dipanggang  hingga matang. Atau bisa juga dikukus dulu baru dipanggang.  Terserah anda mau yang mana.

Jika anda tidak mau repot, beli saja di Mbak Ita. Murah meriah. Lima ratus rupiah per bungkus.

Selamat menikmati. Upsss... Jangan dekat-dekat yaaa.... Barusan habis tiga bungkus nih hehehehehe...  :D

26072011

Khussy

/khussy_alfarisi

TERVERIFIKASI (HIJAU)

tidak ada yang kebetulan di dunia ini. semuanya terjadi dan tertulis dalam skenario-Nya.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?