Awas Rem Mendadak

08 Agustus 2012 17:24:37 Dibaca :

Sudah seminggu ini saya mengikuti kursus mengendarai mobil di dekat rumah.  Kursusnya berlangsung selama setengah jam dengan dibimbing oleh seorang guru yang kaki kanannya terus siaga menyentuh pedal rem yang khusus disediakan bila saja saya mulai oleng menyetir mobilnya. Mobil yang digunakan untuk kursus tentunya sudah dilengkapi dengan embel-embel tulisan "BELAJAR" di bagian depan dan samping badan mobil disertai dengan alamat kursus mobil tersebut. Di bagian belakang mobil juga tertera tulisan "AWAS REM MENDADAK". Awalnya saya sangat takut mengendarai mobil untuk pertama kalinya, tetapi entah mengapa tulisan yang tertera di mobil itu membuat saya lebih percaya diri dan cenderung santai, karena saya merasa semua pengendara mobil pasti memaklumi jika saya mengendarai dengan sangat lambat atau sangat cepat atau tiba-tiba mengagetkannya dengan ngerem mendadak. Kalau jaman sekarang orang bilang saya mengendarai mobil kursus ini like a boss banget. Tulisan itu menjadi sangat spesial bagi saya. Namun, kadang walaupun tulisan "BELAJAR" ini sudah segede gaban dituliskan di semua sisi mobil, tetap saja ada pengendara lain yang tidak sabaran mengklakson tanpa henti. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi jika kemampuan menyetir saya masih segini-segini saja dan harus mengendarai mobil tanpa tulisan "BELAJAR".


Saat menjalani pengalaman kursus ini tiba-tiba saya berpikir, bagaimana kalau mobil yang saya kendarai ini adalah hidup saya? Apakah harus manusia seperti saya, yang suka berbuat onar dan menyakiti hati orang ini, memakai tulisan 'BELAJAR' di badan saya agar orang-orang memaklumi kesalahan-kesalahan yang saya perbuat? Maksud "BELAJAR" di sini adalah belajar tentang hidup. Bukankah dalam hidup wajar-wajar saja bila melakukan kesalahan? Toh kita sedang belajar. Sama saja seperti belajar mobil. Dalam kehidupan, kita belajar melaju mnjalani hidup dengan ritme yang konsisten, belajar ngerem saat kita bertindak berlebihan, belajar menanjak dalam mencapai kesuksesan agar kita tidak merosot turun, dan segala pembelajaran lainnya. Andaikan semua orang memakai tulisan tersebut di badannya, mungkin toleransi terhadap kesalahan yang kita perbuat akan semakin besar, sehingga kepercayaan diri kita dalam menjalani hidup juga semakin besar karena tidak ada yang perlu ditakutkan dari sebuah kesalahan, karena mereka juga akan menyadari bahwa mereka sedang dalam proses belajar. Selain itu, orang-orang di sekitar kita juga akan selalu aware kalau-kalau kita 'ngerem' mendadak, sehingga tidak ada yang akan merugi. Namun tetap saja seseorang yang sedang belajar itu, harus didampingi oleh seorang partner yang mempunyai kendali untuk menginjak rem dalam hidup kita, agar kita tahu batasan-batasannya. Partner kita ini bertindak sebagai guru, pembelajar yang sudah dikatakan expert. Bukan berarti guru yang mengajari saya mengendarai mobil itu tidak sedang belajar lho, dia juga belajar dengan mengajar dan mentolerir setiap kesalahan yang saya perbuat.


Mungkin inilah yang disebut kehidupan, belajar dan bertoleransi


Saya mulai semakin menyukai ide memakai tulisan "BELAJAR" ini. Mungkin saya harus membuka les kursus mengendarai hidup, setiap murid akan diberikan sticker "BELAJAR". Tapi sepertinya tempat les dan sticker ini tidak untuk para pejabat yang suka korupsi ya, bisa-bisa tulisan "BELAJAR" itu disalahgunakan sebagai excuse :p AWAS KORUPSI MENDADAK!

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?