Macho di Luar Rumah, Ngaco di Dalam Rumah

21 Mei 2012 09:11:20 Dibaca :

Mungkin kisah berikut ini pernah anda dengar, anda tahu atau bahkan anda menjadi saksinya. Ada banyak cerita tentang kasus seperti ini namun pada intinya adalah kisah yang berpokok pada cerita tentang seorang pria yang sudah berumah tangga dimana ia menjadi pria yang macho di luar rumah namun ngaco di dalam rumah.



Sebut saja namanya Roni (nama samara), pria 33 tahun yang berpendidikan tinggi dan mempunyai jabatan cukup penting dalam perusahaannya. Dia sudah menikah selama 7 tahun dan dikaruniai seorang putra berumur 4 tahun. Istrinya sendiri seorang wanita pekerja yang kesehariannya menjadi guru private bagi anak-anak yang tinggal di kompleks perumahan mereka.



Semula rumah tangga Roni berjalan dengan baik dan tidak ada kendala apapun sampai Roni kemudian dipromosikan untuk menjadi manager keuangan di perusahaan tempat dia bekerja. Promosi yang mendadak ini membawa perubahan hidup dalam diri Roni. Yang biasanya pulang on time sekarang lebih banyak lembur bahkan harus rapat keluar kota, menginap selama beberapa hari. Dengan gaji yang meningkat, Roni pun mulai berpakaian mewah dan wangi, ketimbang dulu yang berpakaian seadanya.



Tidak itu saja, Roni juga mulai ikut gaya hidup kalangan para eksekutif muda dimana suka nongkrong di café-café tertentu dan menghabiskan waktu dan uangnya disana. Berkenalan dengan beberapa wanita eksmud dan sering jalan keluar. Roni senang dengan kehidupan seperti ini dan sangat menikmatinya.


Dia mulai memperhatikan penampilan dan fisik tubuhnya. Singkat kata dia menjadi seorang pria metroseksual yang sangat ingin dilihat good-looking oleh siapapun yang melihatnya. Dia ingin terlihat macho bagi kaum adam dan hawa.



Istrinya yang melihat perubahan demi perubahan dalam diri Roni pernah bertanya iseng, mengapa sekarang lebih wangi dan suka pergi dengan teman-temannya daripada berkumpul dengan keluarga? Roni biasanya menjawab untuk menjaga hubungan dengan rekanan kantor atau sedang entertaint tamu kantor.



Sampai pada suatu saat, sang istri ingin ikut pergi dengan Roni untuk sekedar tahu apa yang dilakukan Roni bila sedang berada dengan rekanan kantornya. Roni menolak dengan alasan nanti kamu bosan dan minta cepat pulang. Istri pun keukeh ingin ikut dengan alasan bila dia bosan, maka dia akan pulang duluan atau mencari kesibukan lain. Roni tetap menolak. Singkat cerita Roni tidak mengijinkan istri untuk ikut dengan alasan apapun



Bulan berganti bulan, kelakuan Roni mulai banyak berubah. Dia mulai sering marah-marah dengan istri dan anak bahkan dalam emosi yang memuncak dia menampar istri. Bukan meminta maaf, Roni justru mengancam bila istri tidak suka dengan sikap dan perlakuannya, maka ia tidak segan-segan untuk mengembalikannya kepada orang tuanya alias cerai



Mendapat ancaman itu, istri hanya bisa diam dan tidak berbuat apa-apa. Dia tidak mau berpisah dengan Roni karena dia merasa Roni akan kembali seperti dulu. Yang bisa dilakukan sang istri saat ini, hanya bisa berdoa dan berharap bahwa pada saatnya nanti Roni akan sadar bahwa ada istri dan anaknya yang menantikan dia setiap hari untuk kembali seperti dulu ketika mereka bisa makan malam bersama, pergi bersama, bercanda bersama dan kegiatan lainnya dimana Roni mencurahkan perhatian untuk keluarga.



Catatan:


Kisah di atas adalah kisah rekaan yang ide ceritanya saya ambil dari cerita seorang rekan yang kisahnya tidak jauh berbeda dari kisah Roni. Rekan saya ini sedang mengalami kebingungan dengan kelakuan suaminya yang ingin kelihatan macho di luar rumah namun ngaco di rumah. Sehari-hari bila suami ada di rumah, maka yang ada adalah pertengkaran dan cekcok mulut yang panjang. Selalu saja ada masalah yang dicari-cari oleh suaminya. Entah itu soal makanan, kebersihan rumah, acara tv, anak sampai urusan ranjang. Semuanya bisa menjadi soal bagi suami untuk berkelakuan ngaco.



Rekan saya hanya bisa berdoa supaya rumah tangganya bisa pulih kembali. Dia kenal suaminya dulu tidak seperti ini. Asumsi dia, suaminya sedang berada dalam pergaulan yang salah dengan teman-temannya. Saya yang mendengarkan hanya bisa turut mendoakan supaya suaminya bisa menjadi macho tidak hanya di luar rumah, tetapi juga ‘macho’ di dalam rumah.



Salam macho yang tidak ngaco

Papa Dominique

/kacanglupakulit

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Ayah dari 1 istri dan 1 anak, Lead Manager untuk Program PELANGI (Pelajar Cemerlang Indonesia), aktif di LAP (Lentera Anak Pelangi) program untuk anak-anak HIV-AIDS.
@timotiusrudi

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?