HIGHLIGHT

Cara Pembayaran yang Tidak Lazim Dilakukan di Pelabuhan Internasional Seharusnya Dimasukkan dalam Harga Tiket

01 Mei 2010 01:55:00 Dibaca :

We are in rush sir, we don’t need miss our flight, and please tell us what kind of payment that you need from us, demikian sekilas celotehan sekelompok orang asing( kalau ndak salah kelompok dari salah satu Negara di Kawasan timur tengah, saat diminta untuk membayar Airport Tax diterminal keberangkatan di Cengkareng beberapa hari lalu, Barang kali karena keterbatasan bahasa Inggrisnya sang turis ngomel dalam bahasa mereka, yg menurut saya omelan mereka masuk akal sehat penumpang pesawat. (didik-dikit ane ngertilah muhebah atau kaddomah, dll), emang rada aneh jangankan bagi situris kita aja bingung atas penerapan aturan pungutan airport tax tersebut. Airport Tax memang dipergunakan untuk merawat dan memelihara seluruh aspek lingkungan Bandara, namun apakah tidak ada cara yang lebih baik untuk menghindari cara pungutan tersebut yang lebih efisien dalam pelaksanaannya?

Jikalau berkenan saya memberikan masukan buatlah aturan seperti yang dilakukan di Negara- Negara yang menghargai time is money, kenapa Airport tax anda tidak dimasukkan dalam harga tiket yang dibeli oleh Penumpang? Masa pajak pelabuhan harus bayar cash, kurang jelas apa petugas itu orang Pajak atau orang Pelabuhan? Kita sudah jenuh dengan pola antrian yang kurang professional di Airport, pola check in yang menurut saya line up tidak dihargai ( orang nyelonong aja padahal kita sudah antri), calo nawarin jasa tiket pesawat, sehingga saya pikir ini mau masuk airport atau mau masuk stadion untuk menonton bola. Bandingkan dengan pelabuhan international Negara tetangga penumpang pesawat dilayani sungguh enak tenan, senyum yang manis dari nona cantik yang selalu berkata hello can I help you? Padahal kita Cuma mau buang pembungkus permen karet, saat mau boarding dia katakan have a nice flight and so on, you make me happy Ms. Lian. Petugas pajak di Indonesia tunjukkan anda bisa, mencari solusi terbaik agar customer mendapatkan pelayanan yang baik, bukan sebaliknya saat ditanya untuk pembayan apa ini? Sang petugas bilang sama si turis baca tuh peraturan dipapan. Saya Cuma ketawa dalam hati, mungkin petugas ini menganggap semua orang yang naik pesawat itu mengerti SK itu dan SK itu, iseng-iseng saya berbisik kepada petugas emangnya kepada harus cara begini pembayaran Airport Taxnya, dia katakan Pak menurut atasan saya, dulu kalau Perusahaan Penerbangan yang pungut, dan kemudian disetorkan kepada…. Katanya dananya suka dipermainkan oleh pihak pihak yang berwenang dan juga pihak bandara susah untuk menagih dari salah satu department yang mengurusi uang dan sebagainya, alhasil saya katakan lakukan yang terbaik untuk kemajuan kariermu.

Kapitan JoE JoE

/josephtim

A New Yorker, live and work for many years in Rockefeller center Area, Like to visit Ithaca in Upstate NY and Also Jersey shore.
The human heart feels things, the eyes can't see and know what the mind can't understand. Berteman dengan siapapun, mulai dari preman hingga President sudah pernah berdiskusi, hobby menulis apa saja, mulai dari Ekonomi, politik, music bahkan masa depan, dididik dan dibesarkan dengan penuh displin, melebihi tentara, membuat jiwa saya tegar, dan tidak pernah takut menghadapi apapun termasuk malaikat pencabut nyawa, life or die is just about the time.

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?