HIGHLIGHT

Mengenal Corak Batik Gumelem, Banjarnegara

12 Mei 2012 17:38:40 Dibaca :
Mengenal Corak Batik Gumelem, Banjarnegara
batik tulis Gumelem, Banjarnegara

Mengunjungi Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), kurang lengkap jika kita tidak melirik potensi lokal yang tersedia. Di kabupaten yang letaknya di bagian barat-selatan wilayah provinsi Jateng ini sesungguhnya banyak ditemui produk-produk yang cukup menjanjikan.

Salah satu produk unggulan yang dimiliki Kabupaten Banjarnegara yaitu kerajinan batik tulis. Kerajinan ini bersentra di Desa Gumelem, Kecamatan Susukan, berjarak sekitar 30 km ke arah selatan dari pusat kota Banjarnegara. Di desa inilah berbagai pengrajin batik tulis tersebar dan terhimpun dalam suatu wadah/komunitas usaha kecil dan menengah (UKM).

Produk kerajinan batik tulis Banjarnegara (Batik Gumelem) ternyata memiliki kekhasan apabila dibanding produk batik tulis lainnya yang pernah ditemui di pasaran regional. Seperti halnya di daerah Jawa, batik tulis sering ditemui berasal dari Yogyakarta, Solo, Pekalongan dan beberapa daerah sekitar selama ini sudah dikenal banyak orang. Batik tulis Gumelem ini mempunyai corak khas berupa udan liris dan rujak senthe yang diproduk secara turun-temurun oleh warga setempat. Di samping itu, batik Gumelem memiliki kekhasan lain yaitu didominasi warna sogan (cokelat), hitam, dan kuning, serta memiliki motif bunga-bunga, kawung, dan parang.

Menurut Kepala Desa Gumelem Wetan, Budi Sulistyo, yang juga sebagai pengusaha batik setempat menyebutkan bahwa “produk batik tulis Gumelem merupakan produk asli daerah, pemasarannya masih terbatas untuk memenuhi konsumsi lokal.” Namun demikian, untuk melestarikan produk yang bernuansa kedaerahan ini maka dihimpunlah wadah/komunitas antarpengrajin.

Sedangkan untuk memacu kualitas batik tulis Gumelem ini banyak hal yang perlu ditingkatkan. Di antaranya berkait inovasi pewarnaan, agar batik tulis Gumelem tahan/awet sebagaimana tuntutan konsumen. Menyinggung hal ini, pernah dilakukan dan bekerjasama dengan pihak berkompeten, termasuk stakeholder yang perduli dengan pemberdayaan usaha rakyat, imbuhnya.

Dalam perkembangannya, batik tulis Gumelem sudah dimanfaatkan untuk memenuhi konsumsi atau kebutuhan lokal, seperti halnya di kalangan pemerintah daerah (Pemkab Banjarnegara) dianjurkan untuk memakai seragam batik pada hari tertentu. Ini merupakan langkah kebijakan sekaligus sebagai upaya memasyarakatkan penggunaan produk lokal dan sebagai upaya untuk melestarikannya. Sementara itu kalangan luas kini juga mulai melirik, tertarik serta berminat untuk memilikinya. Terutama para kolektor batik tulis yang berasal dari luar daerah maupun para pecinta batik tulis untuk memakainya sebagai produk kain bermotif khas Gumelem, Banjarnegara. Untuk mendapatkan batik tulis khas Gumelem ini cukup mudah. Anda bisa menemui di beberapa tempat di seputaran kota Banjarnegara. Bahkan jika mau berkunjung langsung ke Desa Gumelem, di sana akan terpampang tulisan Sentra Pengrajin Batik Tulis Gumelem. Anda bisa mendatangi langsung tempat penjualan yang sudah dikelola sedemikian rupa layaknya toko khas batik dan terpampang beragam kain batik tulis serta pakaian jadi beraneka ukuran. Sentra Batik Gumelem tepatnya berada di Dukuh Dagaran dan Karangpace (Gumelem Wetan) dan Dukuh Ketandan, Beji dan Kauman (Gumelem Kulon). Harga jual kain batik Gumelem ini dapat dibilang relatif lebih murah dibanding batik yang berasal dari Yogyakarta dan Pekalongan. Satu lembar kain berukuran panjang 240 cm dan lebar 105 cm hanya seharga Rp 80.000, sedang yang berukuran panjang 275 cm dan lebar 105 cm seharga Rp 100.000 - Rp 300.000. Sementara itu bahan baju dijual Rp 75.000 dan taplak Rp 40.000. Perlu pula diketahui bahwa batik tulis Gumelem yang memiliki warna dan corak serta motif khas ini sangat cocok digunakan dalam suasana resmi atau pakaian seragam di perkantoran dan berbagai kegiatan. Apalagi untuk kegiatan santai, pastinya lebih menambah kenyamanan. Harga baju batik tulis Gumelem siap pakai cukup terjangkau yakni berkisar antara Rp165.000 hingga Rp 190.000.- Jalan-jalan ke Desa Gumelem Wetan, Gumelem Kulon dan sekitarnya memang mengesankan, setidaknya menambah wawasanku sekaligus sharing dan berkomunikasi tatap muka langsung dengan warga setempat. Di samping kita bersilaturahim, membangun relasi dan menjalin kerja bersama > juga bisa refreshing mengunjungi sentra batik tulis. Disebutkan pula oleh seorang tokoh formal setempat, Agus Winaryanto, di Desa Gumelem ini terdapat sekitar 174 pembatik, berusia sekitar 30-an tahun.  Nah, sewaktu diriku berada di lokasi, sempat berkeliling Desa Gumelem sekalian mengunjungi sentra kerajinan ini dan kubeli sebuah baju batik tulis bermotif bunga, langsung kupakai untuk menghadiri forum diskusi bersama warga desa setempat. Dan asyik pake baju batik baru, he-he... Bagi siapa saja yang berminat, silakan mendatangi Kabupaten Banjarnegara, berbelanja batik tulis Gumelem. Sesekali perlu ikut mempromosikan produk lokal (dalam negeri) dan melestarikan serta membantu keberlangsungan kegiatan perekonomian di daerah ini. Salam tengah malam yang dingin menusuk dari Banjarnegara. JM (13-05-2012).

Joko Martono

/jk.martono

TERVERIFIKASI (HIJAU)

belajar memahami hidup dan kehidupan
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?