Hasil Tanakan Rice Cooker Cosmos, Bau

14 Agustus 2012 13:00:04 Dibaca :

Tiga bulan yang lalu saya membeli rice cooker Cosmos di Pasar Serpong. Di kemasan tertulis frase-frase persuasif. Setiap orang yang ingin memiliki rice cooker dan setelah membaca berbagai kelebihannya pasti akan tergiur untuk membelinya.
Berikut ini kelebihan-kelbihan menurut produsennya:
1. Cosmos Penanak Nasi Serbaguna CRJ - 782 dengan marble PAN
2. Panci Marble bebas PFOA- Non PFOA. Tongolan Magicap. Panel Mudah dan Nyaman
2. Top 250 Indonesia Original Brands
3. Top Brands
4. Sehat dan Tahan Lama
5. 3 in one: penanak nasi, penghangat, dan pengukus.
Made in China. Imported by PT. STAR COSMOS, JAKARTA- INDONESIA. PO BOX 4887 JAKARTA-11048

Setelah mempertimbangkan kelebihannya, akhirnya saya membeli. Setelah tiba di rumah, istri saya langsung menggunakannya untuk menanak nasi. Seperti biasa, isteri menanak nasi pada sore hari untuk dikonsumsi juga pada pagi harinya. Hemat waktu. Penerapan prinsip sekali masak bisa untuk sehari semalam, 3 in one, kan.
Namun saat akan dijadikan sarapan pagi dan untuk bekal anak sekolah, nasi hasil tanakan RICE COOKER COSMOS, benar-benar mengecewakan. Nasi berbau tidak sedap.

Ada pemikiran lain. Ya, mungkin karena jenis berasnya kurang bagus. Pada hari berikutnya, coba mengganti jenis beras. Mm......baunya sama, benar-benar tidak sedap. Solusi yang coba kami lakukan adalah memasak nasi hanya untuk sekali makan. Kesimpulannya, rice cooker hanya bisa dipakai sekali tanak, jika nasi yang masih ada tetap dipanaskan akan berbau tidak sedap. Prinsip hemat waktu dan tenaga yang saya harapkan tidak terpenuhi.
Kalimat/ frase yang dituliskan tidak menjadi jaminan. Produsen memang suka memberi janji-janji. Apakah ini hasil dari dampak pasar bebas??

Jasmin Sitanggang

/jepes

Lahir saat gejolak G 30 S PKI di Sumatera Utara. Peringatan hari kesaktian Pancasila aku sering ke Tugu Sujono, letaknya di tengah perkebunan karet Bandar Betsy.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?