Amien Rais: Di Belakang Jokowi Ada Pemodal dan Cyber Troops

03 Oktober 2013 22:30:03 Dibaca :
Amien Rais: Di Belakang Jokowi Ada Pemodal dan Cyber Troops
-

SUPLEMEN:

Di bawah ini adalah pernyataan Prof. Dr. Amien Rais

"Kekuatan yang melambungkan Jokowi ke aras tertinggi itu memang terlalu kentara. Mereka tidak bisa menahan diri, sehingga orkestra dengan politik itu terlalu kentara.

Di belakang Jokowi adanya pemodal besar untuk mengusung di Pilpres 2014. Saya melihat ada brain trust yang melambungkan Jokowi ke aras politik, bahkan mungkin hingga ke kursi presiden RI. Fenomena Jokowi dikarenakan ada kekuatan modal yang melambungkannya. Kalau sampai keinginan modal besar ini berhasil, saya takut, saya kasihan Jokowi akan tersandera. Saya tidak mengatakan presiden boneka, tapi akan menurut kepada yang melambungkan yang sangat luar biasa itu.

Pemberitaan media massa yang seragam, pengerahan cyber troops (pasukan dunia maya) yang bertugas menghantam siapa saja yang melakukan kritik terhadap Jokowi. Orang kritik Jokowi di media, nanti ada ratusan yang menghantam tanpa ampun yang dengan kata-kata semestinya tidak layak dan elok.

Jadi seperti cyber stroops, bayaran itu kan tidak wajar. Prabowo tidak mengalami seperti itu, SBY juga tidak ada. Jadi ini ngebet. Karena ngebet ya ketahuan. Saya punya kecenderungan, sebagai orang kampus yang dididik berpikir ilmiah memang tidak akan mengatakan kalau tidak yakin."

Hal-hal di atas merupakan serangan terbaru dari Amien Rais ke/pada Gubernur DKI, Joko Widodo atau Jokowi. Sumber: inilah.com, surabayapagi.com, liputan6.com, merdeka.com, inilah.com, waspadaonline, kompas.com, kompasiana.com

1380809636530585363
kompasiana.com

Dua serangan terbaru dari Amien Rais, kali ini, bukan melulu pada pibadi Jokowi, melainkan tudingan terhadap apa-apa dan siapa di balik Jokowi. Menurut Amien Rais, di belakang Jokowi data Pemodal dan  Pasukan Dunia Maya. Dua kekuatan tersebut, saling mengisi untuk membuat Jokowi menjadi Presiden, dan sekaligus melawan siapa saja mengkritik dirinya, [lihat suplemen di atas].

Ok lah, mari kita ikut pemikiran Amien Rais; pertama, di belakang Jokowi ada pemodal besar yang menujangnya untuk menjadi Presiden.

Siapa dia!? Amien Rais pun tak bisa menjawab, ia hanya mengira-ngira atau apa namanya. Jika, melompat ke masa kemarin, pada waktu Pilkada DKI, memang ada sokongan dana dari PDIP, Gerindra, dan mbo' bakul dari Solo, relawan jual baju kotak-kotak dalam rangka pendanaan Pilkada. Bukankah semua kandidat Gub/Wagub juga mendapat limpahan dana dari parpol-parpol pendukungnya!? Tak salah khan.

Akan tetapi, sikon sekarang apa memang ada Pemodal yang mau menghamburkan dana untuk Jokowi!? ia sendiri belum secara resmi menjawab  ya untuk menjadi Presiden. Bahkan, PDIP pun belum bersuara apa tentang pencapresan Jokowi. Jadi, secara politik/is belum ada kekuatan politilk yang mengusung Jokowi sebagai (kandidat) Presiden RI pada tahun 2014. Jika seperti itu, adakah pemodal sinting yang mau tebarkan uang/dan untuk Jokowi!?

Jokowi belum miliki apa-apa untuk pencapresan;  yang ia terpaksa miliki adalah kekuatan ratusan ribu, mungkin telah mencapai jutaan, relawan (yang secara asbtrak bergabung menjadi satu melalui FB Fans Page dan Grup) di semua propinsi serta luar negeri. Hanya itu yang Jokowi miliki. Tapi ingat, Jokowi tidak pernah MEMBENTUK tim relawan - tim sukses agar mengusung dirinya sebagai Kandidat Presiden.

Kedua, menurut Amien Rais, Jokowi memilik Cyber Troops yang dibayar oleh para pemodal; tugas mereka adalah menghantam siapa dan apa saja yang berani mengkritik Jokowi. Betulkah seperti itu!?

Jika mengikuti media cetak nasional dan media news online Jakarta maupun di daerah, agaknya dugaan - tudingan adanya Cyber Troops tersebut sangat mengada-ada; apalagi mendapat bayaran. Ada banyak pengamat, akademisi, LSM, orang biasa, dan lain sebagainya, mereka ramai-ramai berani berkomentara (yang) membela Jokowi; ada juga bloger, admin FB Fans Page - Grup FB, bahkan relawan yang sangat raji membela Jokowi melalui tulisan, artikel, share news, dan lain-lain; apakah mereka mendapat bayaran!? Misalnya, kaum pembela Jokowi di Kompasiana, adalah yang mendapat bayaran!? juga mereka yang selalu memunculkan kata-kata belaan terhadap Jokowi di media (cetak, online, tv), apakah mendapat bayaran!? Tentu saja Prof Dr. Amien Rais yang lebih tahu, sehingga berani berucapa. Sayangnya keberanian berucap seperti itu, tanpa dasar dan bukti, sehingga diriku katakan hanya asal nuding dan bunyi.

Akhir kata, untuk Eyang Amien Rais, Ucapan dan keyakinan Eyang itu salah, di belakang Jokowi cuma ada sandaran kusi dan tembok; tak ada siapa atau (untuk sementara) belum ada pendukung politik, pemodal, atau apalah untuk menjadikan Jokowi sebagai Presiden. Dan berikutnya, seandainya menulis atau membela Jokowi,  kami-mereka tak dibayar siapa-siapa; malah kami yang rugi, karena bayar pulsa untuk internet. Menulis seperti ini, cuma hobbi ko' .....

Cukuplah ....

13806046811774744634

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?