Catatan Penting di Grand Launching Kompas TV

10 September 2011 06:42:30 Dibaca :

"Indonesia itu bukan harus satu, tapi Indonesia itu harus bersatu, karena Indonesia memiliki banyak keragaman didalamnya, dan tak mungkin dipaksa satu, namun harus bersatu" Diatas adalah kalimat yang dilontarkan oleh Pandji Pragiwaksono disela-sela acara Grand Launching Kompas TV tadi  Jumat (9/9) malam, di Jakarta Convention Center, yang bertajuk Simfoni Semesta Raya, sontak para penonton bertepuk tangan sebagai tanda setuju dan apresiasi terhadap keragaman Indonesia. Mendapat undangan  Grand Launching Kompas TV bagi saya adalah sebuah pengalaman berharga (yang namanya Grand Launching kan sekali doang :D) , saya tak menyiakan undangan tersebut. Panitia menghimbau agar Kompasianer harap datang 1 jam sebelum acara dimulai. Biasanya saya masuk kantor itu jam 14.00 dan pulang 22.00, tapi kemarin saya usahakan masuk pagi dan pulang jam 17.00, Sontak teman-teman di kantor-pun terheran dan bingung. "Tumben masuk pagi, pulang ontime?", kata mereka, "Mau ke Grand Launching Kompas dong...!", jawab saya singkat. Sampai di JCC banyak berjajar ucapan karangan bunga dari berbagai instansi dan orang ternama atas grand launching Kompas TV, saya langsung mencari informasi terkait undangan untuk kompasianer, dan diarahkan ke meja registrasi. Dengan menunjukan KTP untuk mencocokan nama, panitia memberikan name tag, goody bag berisi 1 'undangan silver', dan beberapa marchendise. Sambil menunggu acara dimulai, saya bergabung dengan kompasianer lain yang sudah datang, memang banyak juga yang tak kenal muka, namun bisa diciri dari mereka memakai name tag. Tak lama kemudian datang 'pejabat' Kompasiana: Kang Pepih, Bang Isjet, dan Mas Nurul, kami pun saling bersalaman, kan masih suasana lebaran :D "Blogger Kompasiana bener-bener dapet pelayanan yang keren, udah diundang, dapet marchendise, punya kesempatan dapetin hadiah pula", ketus saya dalam hati. Pantia mempersilahkan masuk ke kedalam karena acara akan dimulai dan agar mudah dalam pengaturan duduk para undangan, saya dan kompasianer lain langsung kemudian masuk, karena kami bukan undangan gold, jadi kami tak melewati red carpet, tapi panitia juga menyediakan backdrop untuk para undangan berfoto ria, termasuk saya. Violinist Clarissa Tamara mengawali Simfoni Semesta Raya lewat alunan "Bagimu Negeri", dan disambut oleh paduan suara anak-anak dengan iringan Erwin Gutawa Orchestra. Acara Grand Launching Kompas TV tersebut terdiri dari 8 segmen dan disiarankan secara langsung di Kompas TV, juga live streaming. Tata cahaya panggung sungguh memberikan takjub para penonton. Secara umum pertunjukan panggung Grand Launching Kompas TV memukau para penonton yang hadir. Kurang greget di Social Media Atmosfer harapan dan kegembiraan tersendiri saat Grand Launching Kompas TV juga dirasakan di jejaring sosial seperti Twitter, cuman sayangnya penonton tidak mendapatkan  instruksi untuk menggunakan social media untuk menyebarkan kegembiraan yang sama, misal: akun @KompasTV sebagai akun resmi Kompas TV sempat melakukan live tweet, namun tidak sampai selesai acara. Sebagai pengamat dunia pertwitteran, saya berharap ada sebuah tagar atau hashtag terkait Grand Launching Kompas TV menjadi trending topic malam itu, padahal pengisi acara seperti Radityadika dan Pandji punya ratusan ribu follower, bahkan akun resmi @Kompasdotcom juga punya lebih dari lima ratus-an ribu follower. Harapan terbesar saya adalah semoga kehadiran Kompas TV semakin memperkaya wawasan tentang keindonesiaan, dan kebhinekaan, serta memberikan inspirasi bagi masyarakat Indonesia, seperti taglinenya "Kompas TV Inspirasi Indonesia"

Imam Mahmudi

/imamahmudi

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Digital & Social Media Enthusiast | Saat ini sedang mengembangkan beberapa UKM untuk Digital Media Marketing: www.buzznesia.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?