Cara Pandang Sufi Modern.......

19 Desember 2011 13:38:17 Dibaca :

Apakah uang bisa membuatmu bahagia? Jika uang bisa membuat diri bahagia, maka pundi-pundi uang pun tertawa terus. Apakah permata bisa menjadikanmu orang terkenal? Jika jawabannya 'ya' maka kambing pun terkenal karena mengenakan permata. Mulla Nasruddin di undang ke suatu pesta pernikahan. Saat ia masuk hanya dengan mengenakan sarung, oleh penjaga pintu, kedatangannya pun ditolak. Alasannya, karena tidak mengenakan jas. Kemudian ia pulang dan mengenakan jas. Kembali lah Mulla Nasruddin ke pesta perkawinan. Akhirnya iapun masuk. Anehnya setiap kali minum atau makan, ia selalu menuangkannya ke baju. Ketika seorang bertanya, ia menjawab bahwa tanpa jas tersrbut ia tidak bisa masuk. Maka adalah kewajibannya berbagi makanan atau minuman. Demikianlah semua dari kita begitu tersilaukan oleh harta benda. Semua asesoris luaran seakan menjadi suatu identitas diri. Walau saja kita tetap sadar bahwa semua akan ditinggalkan. Saudara pun tampaknya dekat sesungguhnya sangat jauh. Asumsi bahwa kita adalah pembuat masalah adalah benar adanya. Seandainya saja kita punya kemampuan untuk tidak menanggapi serangan dari luat yang hanya betupa kata, dapat dipastikan tidak ada permasalahan yang timbul. Kesalahan pengidentifikasi diri yang menciptakan terjadinya konflik. Selama ego sentris berkuasa selama itu pula keributan tercipta pula. Lucunya begitu betapa tidak sadarnya manusia. Segala konflik yang terjadi bermula karena ketersinggungan kepentingan yang berkaitan erat dengan eksistensi sebagai ego. Lupa tujuan kelahiran, yaitu untuk menundukkan ego. Bahkan menafikan ego. Semakin kita menaikkan ego semakin menjauh diri ini dari sumber sejatinya. Cara kehidupan seorang sufi adalah cara yang tepat mengatasi konflik dunia yang semakin komplek. Para sufi mengajarkan hidup pelampauan diri. Yang berarti tidak lagi semata mengurusi diri sendiri tapi sudah mengalihkan perhatian mengurusi hal-hal yang bersifat untuk kepentingan umum. Kepentingan bersama. Kepentingan bumi ini. Kehancuran bumi identik dengan kehancuran kita bersama. Kepentingan bersama membuat hidup para sufi begitu berarti bagi dunia. Semakin meluas cara pandang kita semakin bahagia rasa seorang sufi. Yang membuat lita stress adalah cara atau persepsi diri. Cara pandang terhadap perjalanan kehidupan yang membuat seseorang menjado bahagia atau tidak.

Marhento Wintolo

/hento2008

Praktisi Ayur Hypnotherapy dan Neo Zen Reiki. Menulis adalah upaya untuk mengingatkan diri sendiri. Bila ada yang merasakan manfaatnya, itupun karena dirinya sendiri.....
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?