HIGHLIGHT

Berburu Tas, Koper, Dompet, Sepatu, dan Sandal Murah di Tanggulangin

26 Juli 2011 13:59:48 Dibaca :

Ingin tas wanita, tas koper, tas kantor, tas sekolah, dompet, ikat pinggang, sepatu dan sandal dengan harga serba murah untuk di jual lagi datanglah ke Tanggulangin. Daerah Tanggulangin ini termasuk daerah tujuan wisata belanja yang telah ditetapkan Departemen Pariwisata Propensi Jawa Timur. Tanggulangin masuk daerah Kabupaten Sidoarjo, letaknya sebelah selatan dari arah kota Surabaya Jaraknya 20 KM dari Surabaya dan sekitar 30 Menit kalau di tempuh naik mobil. Dan berada di sebelah utara kalau dari arah kota Malang.
Tanggulangin ini terkenal dengan nama Koperasi INTAKO nya yaitu Koperasi Industri Tas dan Koper, bahkan namanya sudah dikenal sampai manca Negara. Banyak pejabat manca Negara yang datang untuk membeli produk industri kerajinannya.
“Anggapan bahwa INTAKO telah mati, seperti di ketahui sejak munculnya semburan lumpur adalah tidaklah benar,” bantah Ketua 2 Koiperasi INTAKO, Sya’roni Arief ketika ditanya berkaitan dengan dampak semburan lumpur terhadap prospek Industri Tas dan Koper . Dia juga menambahkan, omzet kami malah meningkat 10-20 persen ketika ada Tanggulangin Fair 2010 bulan Juni tahun lalu.
Ketika anda masuk ke kawasan daerah ini, sepanjang jalan utama Kludan dan Kedensari terlihat showroom yang memamerkan produk kerajinannya. Produk tersebut bahannya ada yang sentetis dan kulit.
Mulai dari ujung timur sepanjang jalan kita langsung menjumpai Showroom PUSGITA (Pusat Grosir Tas Tanggulangin) milik H Ismil Syarif mantan Ketua Koperasi INTAKO priode sebelumnya. Agak masuk lagi ke barat dan masuk ke kawasan Perum Ruko Permata ada showroom Permata dan showroom Tas Tanggulangin. Tempat ini memang jadi faforit para rombongan wisatawan domestic maupun manca Negara karena memang produknya dianggap berkelas, disamping itu tempat parkir Bus cukup luas dan nyaman.
Diujung paling barat jalan raya utama Kludan ada showroom besar yaitu Maju Makmur yang pada waktu persemiannya diresmikan oleh Mentri Perindustrian Kecil dan Menengah Bapak Prof Raharadi Ramelan menteri era jaman Soeharto. Showroom ini spesialis memproduksi dan menjaul dari bahan kulit
Showroom yang berada di pinggir sepanjang jalan utama Kludan dan Kedensari ini ada yang spesialis memamerkan khusus produk sentetis maupun produk kulit. Selain itu, showroom tersebut juga memberikan fasilitas pesanan yang sesuai dengan keinginan pembeli, diantaranya, memberikan cetak nama sesuai keinginan pembeli pada produk yang di pesan.

Misalnya, tas kantor yang kebanyakan dipesan oleh instansi swasta maupun pemerintah yang digunakan untuk dibagikan kepada karyawan maupun pada even yang diselenggarakan instansi terkait. “Produk tas kantor tersebut dapat dicetak nama kegiatan acaranya,” kata H Syamsul Huda yang biasa di sapa Cak Huda pengerajin dan pemilik swohroom Fitrah Jaya ini.
Showroom milik Cak Huda yang luasnya 15X8 meter ini memang menampung berbagai macam produk dari pengerajin. Semua produk tas, khususnya tas wanita yang di tawarkan selalu meng-update tren yang digandrungi oleh masyarakat. Menurutnya, tren tas wanita selalu berubah seiring perkembangan. “Pembeli kita manjakan dengan produk yang tas yang berfariasi,” paparnya.

Harga tas wanita di bandrol Rp. 50 ribu hingga 300 ribu. Tas sekolah Rp.45 ribu hingga 160 ribu. Sedangkan untuk tas kerja ditawarkan Rp. 45 ribu hingga Rp. 400 ribu.

Selama ini Cak Huda yang sudah dua kali naik haji juga melayani pembeli yang produknya ingin di jual lagi, soal harga produk yang ingin dijual lagi akan kami beri harga grosir dengan discon sampai 50 persen. Usaha yang digelutinya yang hampir selama 20 tahun itu hingga kini mempunyai pelanggan dari barbagai daerah. Diantaranya , Bontang, Makasar, Maluku serta Surabaya dan Sidoarjo sendiri. Rata-rata pelanggan merasa puas atas produk yang kami jual, alasan mereka puas karena produk kami selalu mengikuti tren yang ada.

Lain halnya dengan Saiful Hadi pengerajin dan pemilik HDS Colletion yang spesialis dompet dan tas wanita yang bahannya mengutamakan bahan imitasi dengan berbagai corak dan warna. Harganya sangat familier, dompet harganya Rp 4 ribu hingga 40 ribu. Tas Wanita dibandrol dengan harga 30 ribu hingga 80 ribu. “Semua produk harganya sangat murah, “ ungkap Hadi yang hampir 15 tahun mengeluti usahanya ini.

Dia menambahkan, beberapa toko grosir yang ada di Surabaya mengambil produknya. Selain Surabaya pelanggan yang lainnya dari beberapa daerah juga ada. Diantaranya Yogyakarta, Solo, Bali, dan Makasar.

Tidak hanya tas dan dompet saja, showroom spesialis sepatu dan sandal juga ada. Seperti showroom classic sandal yang dimiliki oleh Abdul Rodji yang akrab di panggil Pak Duraji. Showroomnya memang tidak besar, luas bagunannya cuma 3X8 meter ini menjual produk sepatu dan sandal yang bahannya dari kulit. Sandal kulitnya misalnya bahanya tidak tanggung-tanggung ternyata dari sisa potongan kulit pabrik sepatu ECCO yang produknya kualitas ekspor.

“Produk sandal kami memang modelnya classic (sandal model tempo dulu) tapi walaupun begitu peminatnya masih banyak,” kata pak Duraji yang pada masih muda dulu adalah pengarajin tas koper kulit di era tahun 60 an.

“Sandal kami beda dengan produk yang lainnya, karena mempunyai ciri khas sendiri, sol sandalnya dari bahan karet campuran dan karet pentil, disamping itu solnya sudah dijahit tembus,” jelasnya.

Soal harga ! “harga di sini paling murah ! sepatu kulit harganya Rp 125 ribu hingga 200 ribu, sedangkan harga sandal kami bandrol Rp 45 ribu hingga 60 ribu,” katanya. Selama ini, Pak Duraji juga melayani pelanggan pembeli grosir dari Kalimantan, Bali dan NTB, “kita melayani pelanggan dari manapun yang ingin di jual lagi,” tambahnya.

Di Tanggulangin, tidak hanya menyediakan berbagai macam produk tas, koper, dompet, sepatu, sandal serta souvenir lainnya, kawasan kerajinan Tanggulangin juga menyediakan kerajinan Bordir yang berkualiatas, seperti yang di produksi oleh Hasta Indah Bordir. Harganya pun cukup ekonomis seperti mukenah di bandrol Rp Rp. 50 ribu hingga RP.500 ribu. Harga baju kebaya bordir dibandrol Rp.50 ribu hingga Rp. 600 ribu. Usaha Bordir yang berdiri sejak tahun 1970 ini telah di akaui kualiatas produksinya dan telah mendapatkan penghargaan Upakarti pada tahun 1985 pada era pemerintahan Sorharto.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?