Lirih

23 April 2013 21:49:54 Dibaca :

menyisir dipinggiran jalan nasib sebuah kegundahan berlabuh dalam cemas ketika hilang menampakkan kedukaan dan keberlimpahan menghilangkan makna jalan yang dilalui kian memeluk sepi hijau yang merangkai makin meranggas dan semua berlalu bersama panah waktu menembus misteri masa depan meninggalkan rahim dalam kegamangan jendela itu tertutup pelan menjauh dan memberi jarak sampai keindahan di seberang tersamarkan jarang lagi ditengok bahkan untuk sekedar mengenang masih terngiang hingga kini, suara riuh dipusat jiwa yang terabaikan berdengung lama dalam telinga jaman dan mencoba berontak hingga terpaut masa yang jauh dan ia hilang dalam pengasingan tak lagi keras, hanya lirih seperti bergumam saja (guss.wordpress.com)

A Guss

/guss

Hanya mahluk yang mencoba merangkai kata, menjalin kalimat hingga paragraf dan menuliskannya agar apa yang pernah terlintas dalam pikiran terekam dan dapat dibaca ulang.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?