Memberi Jauh Lebih Baik daripada Menerima

11 Agustus 2017   00:30 Diperbarui: 11 Agustus 2017   00:42 46 0 0
Memberi Jauh Lebih Baik daripada Menerima
abdallahseymour.wordpress.com

Bertindak sebagai pemberi itu, jauh lebih baik, daripada hanya sekadar sebagai penerima. Itulah, mengapa Baginda Muhammad SAW mengatakan bahwa "tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah."

Dalam kaitannya dengan dunia literasi, kedua istilah tersebut (memberi dan menerima) juga kita dapatkan. Memberi dalam hal ini, saya analogikan sebagai kegiatan menulis (menghasilkan karya tulis). Sedangkan, menerima itu sendiri merupakan aktivitas membaca karya tulis orang lain.

Siapa pun penulis, pasti sepakat, bahwa kegiatan memberi (menulis) lebih mendatangkan kebahagiaan daripada sekadar menerima (membaca). Barangkali, banyak orang yang mengatakan, bahwa ketika menerima pemberian dari orang lain, ia akan selalu merasa gembira. Padahal, kegembiraan yang lebih dahsyat itu justru dirasakan oleh si pemberi tersebut.

Ya, aktivitas menulis, jauh lebih mendatangkan kebahagiaan ketimbang sekadar membaca karya orang lain. Sebenarnya, agak susah kalau mau dideskripsikan dengan kata-kata. Barangkali, bila Anda ingin merasakannya, Anda harus mencoba untuk memulai menulis. Anda pasti akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa bila tulisan Anda dibaca oleh orang lain. Inilah dahsyatnya kekuatan memberi (menulis), yaitu jauh lebih nikmat daripada sekadar menerima (membaca).

Barangkali, kita bisa ambil contoh yang sederhana. Misalnya, seorang guru yang membimbing siswanya sampai bisa dan memahami materi pelajaran. Mungkin saja, siswanya akan merasa senang karena sudah mampu memahami materi pelajaran yang diajarkan oleh gurunya, mendapatkan nilai yang memuaskan, mendapatkan juara, dan lainnya. Namun, saya yakin, bahwa gurunya jauh lebih senang lagi karena mampu memberikan pemahaman kepada siswa sehingga siswanya tersebut menjadi lebih mengerti dari sebelumnya, mendapatkan nilai yang memuaskan, dan mendapatkan juara.

Oleh karena itu, biasakanlah diri Anda untuk memberi (menulis), sehingga Anda akan merasakan kebahagiaan dan kenikmatan tersendiri. Bagi yang belum memulai menulis, cobalah Anda untuk menulis, jangan hanya menjadi penerima (pembaca) saja. Yuk, mari kita belajar berbagi dan memberi lewat karya tulis. Insya Allah, Anda akan merasakan kebahagiaan dan kenikmatan yang begitu nikmat.

Wallahu a'lam.

Oleh: Gunawan