PILIHAN

Bekas TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Jadi Taman Penuh Bunga

17 April 2017 22:24:14 Diperbarui: 17 April 2017 22:42:57 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :

Ruang terbuka hijau, agaknya di perlukan bagi masyarakat kota metropolitan, khususnya di Surabaya. Pembangunan ruang terbuka hijau di Surabaya saat ini berbanding sangat jauh dengan pembangunan mall,dan apartemenyang semakin banyak di wilayah dengan julukan kota pahlawan ini. Masyarakat pun seakan tak memiliki kesempatan menikmati keindahan kota karena kurangnya ruang terbuka hijau saat ini.

Padahal banyak manfaat yang dapat dinikmati dengan banyaknya ruang terbuka hijau di perkotaan yang tinggi akan polusi udara seperti Surabaya. Salah satunya sebagai pengendali pencemaran dan kerusakan tanah, air, serta udara.

Ruang terbuka hijau yang banyak di bangun saat ini adalah taman. Apabila di runut, Surabaya telah memiliki beberapa taman, seperti Taman Bungkul, Taman Prestasi, Taman Paliatif, Taman Kunang-Kunang dan masih banyak lagi. Baru – baru ini terdapat salah satu taman di daerah Keputih Surabaya yang tak kalah menariknya dengan taman pendahulunya.

Di bangun diatas lahan bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Taman ini bak di sulap sedemikian indahnya. Bau serta sampah berserakan yang dulu kerap terlihat menggunung , kini berubah menjadi hamparan berbagai macam jenis bunga, seperti lavender, dan bunga sepatu.

Taman Sakura namanya, ruang terbuka hijau yang masih terus melakukan pembangunan di beberapa titik ini mirip dengan salah satu taman bunga tulip yang ada di negeri Belanda. Barisan bunga yang di atur secara bergerombol menurut warnanya menimbulkan kesan segar, menarik nan memanjakan mata. Suasana sekitar taman pun menjadi sangat asri dengan di tanaminya berbagai macam jenis bunga.

“disini enak, bunga bunga nya banyak bikin suasana nya enak diliat. Manjain mata banget. Meskipun panas tapi suasana tetep asri karna ada banyak bunga” ujar Destya salah satu pengunjung taman sakura siang itu.

Meskipun di beberapa titik masih dalam tahap pembangunan, taman ini sudah dapat dinikmati. Salah satu daya tarik dari taman ini adalah banyaknya jenis tanaman bunga yang tumbuh subur di beberapa sudut taman yang dapat dijadikan spot foto bagi yang hobi ber-selfiei bersama teman maupun keluarga.

“buat yang hobi selfie sih asik ya disini, karna banyak spot yang bisa di jadiin tempat buat foto bareng ataupun cuman selfie aja. Tapi yang gak suka selfie juga bisa nikmatin suasana disini sih, kan enak banyak bunga. ” terang Aiman salah satu pengunjung dari malang.

Tidak hanya tempatnya yang asik untuk berfoto, taman ini juga dilengkapi dengan batu refleksi di beberapa sudutnya lalu ada pula taman bermain bagi anak – anak yang terletak di belakang taman ini.

Lokasinya yang masih tersembunyi mungkin sedikit menyulitkan anda untuk mecari taman ini. Belum banyak petunjuk arah yang disediakan untuk menuju taman ini. Namun bagi anda yang sudah sempat berkunjung ke Hutan Bambu Keputih mungkin tidak akan terlalu sulit untuk mencari taman ini.Berjarak kurang lebih 100 meter dari Hutan Bambu Keputih anda dapat lurus lalu berbeloklah kearah kanan menaiki lahan kosong yang menjadi pintu masuk ke Taman Sakura.

“kalau yang nggak pernah ke daerah sini mungkin agak sulit buat cari taman nya, karena tempatnya masih sedikit tersembunyi, dan warga Surabaya pun belum banyak yang tau taman ini”, tutur Destya.

Proses pembangunan yang belum rampung seutuhnya, memang masih nampak di beberapa sudutnya. Seperti belum tersedianya lahan parkir yang nyaman, jalan masuk menuju taman yang masih belum mulus, dan kurangnya tempat sampah di dalam taman tersebut.

Meskipun begitu, keindahan Taman Sakura ini dapat menadi alternatif baru bagi warga Surabaya dan sekitarnya yang haus akan ruang terbuka hijau.

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL wisata

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana