Jika Aku Tak Pernah Hadir dalam Kehidupanmu

06 Juni 2013 06:05:21 Dibaca :

prakkkk...” suara gelas itu tiba-tiba jatuh saat Aris sedang minum secangkir kopi di teras halaman depan rumahnya.


Aris sangat ketakutan, dia beranggapan bahwa ini adalah pertanda buruk dalam hidupnya. Tapi dia tetap berfikir positif dan berusaha untuk tidak mempercayai mitos gelas jatuh itu. Hari-harinya kini semakin berwarna karena belakangan ini, dia baru saja in relationship dengan orang yang sudah didekatinya sejak 6 bulan yang lalu, apalagi dia sangat senang ada yang sangat memperhatikan dirinya sampai dengan hal yang kecil sekalipun.


tok... tok...” (suara seseorang telah mencoba masuk kedalam rumahnya)


Dia segera membukakan pintu, dan betapa bahagianya dia saat melihat orang yang mengisi hari-harinya itu kini tengah di depan matanya.


Hai mel, kamu tau aja hal yang bisa mengejutkan kekasihmu ini.” (suara candaan dengan mencubit pipi kekasihnya yang sedikit chubby)


Maklum, Aris memang pandai membuat hati kekasihnya senang. Namun, kekasihnya datang tak seperti biasanya, dia seperti terlihat murung dan badannya sangat panas.


mel, kamu sakit?” (sambil mengepakan tangannya ke dahi kekasihnya)


Aris memang sangat mengkahawatirkan keadaan kekasihnya. Apalagi kekasihnya itu tak pernah mengucapkan sepatah katapun semenjak kedatangannya tadi di rumahnya. Dia hanya berdiam dalam rentang waktu yang cukup lama, namun suara lirihnya kemudian berucap.


ris, maaf yah bukannya aku bermaksud untuk nyakitin hati kamu, tapi aku merasa semenjak kita menjalani hubungan ini, aku sering didera oleh beberapa masalah yang terus beruntun, kamu tau kan siapa sahabat dekatku? Ya, aku hanya ingin menjaga perasaannya, akhir-akhir ini dia sering menunjukan sikap ketidaksukaannya, apalagi semua teman-teman sekarang menghujat aku dengan sebutan ‘jomblo makan teman’.”


lalu apa maumu mel?”  (sambil memegang tangan kekasihnya yang penuh dengan keringat dingin)


sungguh aku tak pernah menyangka dan mengira kejadian ini akan terjadi secepat ini.” (berusaha untuk menghentikan percakapan karena air matanya mulai berjatuhan)


“apa? Jadi kamu minta kita ‘putus’?” (Aris terkejut, pupil matanya semakin membesar saat mendengar pernyataan-pernyataan kekasihnya yang mengarah kepada akhir dari sebuah hubungan yang kini meluluh lantakan hatinya dengan begitu cepatnya).


“sebenernya aku tak ingin seperti ini. Ini semua cukup membebaniku ris, aku tak sanggup, mungkin ini semua adalah dosa dari akibat cinta yang tak pernah direstui oleh mantanmu itu. Bahkan aku tak pernah mengira kalau dia secemburu ini kepadamu ris.”


“tapi mel, aku dan dia itu hanya mantan, kami sudah berpisah sejak 1 taun yang lalu.”


“aku gk enak ris, kamu tau kan, meskipun saat ini dia telah memiliki pujaan hatinya, tapi secara psikis dia masih belum bisa merelakanmu dengan orang lain apalagi sahabatnya harus menjalin cinta terlarang ini.”


“iyah mel, aku ngerti. Maafin aku yah telah masuk kedalam kehidupanmu, jika aku bisa mengulang waktuku, mungkin sejak awal pertemuan kita, aku akan menyamar sebagai orang yang paling membosankan di dunia ini agar kamu tak pernah tertarik sedikit pun kepadaku.” (mengelus rambut kekasihnya yang sedikit bergelombang)


“aku juga ris, aku bahkan tak pernah tau alasan aku mencintaimu karena apa? Aku hanya mengikuti irama kehidupan ini dan akhirnya aku merasa takut, benar-benar takut saat aku mulai benar-benar menyayangimu, hingga aku merasakan takut saat kehilanganmu seperti ini.” (tetap menangis dan semakin deras tangisannya)


“mel, yang kuat yah, aku tau kamu perempuan paling tegar di dunia ini, jangan menangis mel, aku tidak kuat melihatmu tersiksa dengan dilema ini.” (mengusap air mata yang sudah terurai di pipi kekasihnya)


“makasih ris, kamu percaya jodoh kan?” (mencoba menguatkan)


“yah, sepertinya.” (bernada singkat dan menghela nafas beberapa saat)


“suatu saat pasti ada perempuan yang paling beruntung mendapatkan orang sesempurna dirimu, perempuan itu mungkin tak pernah ada hubungannya dengan mantan-mantanmu, atau bahkan kamu akan merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya tanpa harus bersembunyi terus seperti ini.”


“tapi mel, untuk apa aku harus mendekati perempuan lain, jika yang terbaik sudah ada di depan mataku sendiri?” (berusaha keras mempertahankan hubungannya)


“baik menurutmu belum tentu baik untuk semua orang, aku hanya menginginkan kita mendapatkan cinta yang banyak menebar kebahagiaan untuk orang lain, bukan sebuah hujatan ataupun tanda dari awalnya permusuhan, bukankah kamu juga menginginkan hal yang demikian?” (mencoba tegar dan mulai menghentikan tangisannya)


“mel, maafin aku. Jika kamu tersiksa gara-gara ini, aku akan mengabulkan permintaanmu, aku tidak ingin persahabatan kalian hancur. Aku akan selalu menganggapmu sebagai perempuan terhebat yang pernah aku kenal, dan ijinkan aku untuk memelukmu untuk yang terakhir kalinya”(mendekap erat tubuh kekasihnya dan mengusap rambutnya secara perlahan hingga Aris pun meneteskan air mata karena tak sanggup menahan kepedihan ini)


Mereka pun berpelukan dalam haru perpisahan yang penuh dengan air mata yang menjadi tanda kandasnya hubungan mereka yang hanya terjalin beberapa minggu itu. Mereka mengalah dalam cinta yang tak pernah direstui oleh sang mantan, dan akhirnya mereka menjalani kehidupannya masing-masing dalam penantian yang tak pernah tau akan akhirnya seperti apa.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?